HALOOOO!
Ini bukan prolog yaa..
Ternyata aku lupa up chapter ini hehe...
Harusnya ini sebelum extra part kemarin, karena ini adalah jawaban dari semuanya..
Kalian masih penasaran yaa, kemana sih si Elang selama ini? Kok bisa jadi tiba tiba muncul? Terus yang jadi korban kecelakaan itu siapa? Devan nya mati atau enggak?
Ini jawabannya yaaa...
Happy reading!!
***
Pagi itu seorang gadis sudah siap dengan dress berwarna biru laut selutut nya. Tas selempang sebagai pelengkap, di rasa sudah ia segera turun menghampiri seorang pemuda yang sudah duduk di ruang tamu, mengobrol bersama mamahnya.
"Itu Alma nya sudah," kata seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda.
Sedangkan gadis yang di panggil Alma itu tersenyum. "Yuk."
Menyalami punggung tangan mamahnya. "Alma berangkat, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, hati hati di jalan ya Al."
Alma mengangguk dan langsung menggaet Elang pergi.
Di perjalanan, mereka asik berceloteh ria. Ah, ralat hanya Alma yang asik dengan omongannya sedangkan Elang hanya mengangguk angguk, mendengarkan. Sesekali menyahuti.
Mereka sampai di kantor polisi. Ya, kantor polisi.
Ingin membesuk Akila. Setelah kejadian Diana yang mendorong Elang, sebulan kemudian mereka terbukti ingin melakukan pembunuhan berencana.
Juga penyeludupan uang hingga miliaran rupiah.
Hubungannya dengan Akila sudah agak membaik. Jadi dia tidak terlalu canggung lagi untuk bertemu gadis itu.
Alma duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana. Di sebelahnya Elang sedang memainkan ponsel.
Tak lama seorang gadis dengan baju tahanan berwarna biru tua keluar, di sebelahnya ada polisi yang menemani.
Akila duduk di hadapannya.
Alma tersenyum menatap gadis itu. "Apa kabar Kil?"
"Baik, lo gimana?"
Alma mengangguk. "Seperti yang lo lihat."
"Lang," sapa Akila.
Elang hanya mengangguk. "Kayaknya gue harus keluar deh, mau ngobrol kan?"
Alma mengangguk. "Yaudah."
Elang keluar. Hanya tersisa Alma dan Akila yang kini jadi canggung.
"Gimana bisa?"
Akila terkekeh, dia menertawakan diri sendiri kala itu. "Ini semua berawal dari mamah yang terus sakit sakitan Al. Kakak tiri gue pulang dan dia mau membiayai kebutuhan mamah gue di rumah sakit."
KAMU SEDANG MEMBACA
Elang [Selesai]
Ficção AdolescenteElang namanya, dingin orangnya. Irit bicara dan miskin ekspresi itulah dia ketua geng panco, orang yang di takuti sekaligus di kagumi karna ketampanannya ia tak suka diatur apalagi dengan perempuan, menurutnya itu terlalu repot. Namun tanggapan itu...
![Elang [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/168913266-64-k772210.jpg)