WEEEE
DOUBLE YAA, SEBAGAI THR DARI AKU😂
HAPPY READING!!!!!
***
"Lang."
Suara itu membuat si empunya nama mengangkat wajah dan membelakan mata. Walau dalam kendali mimuman alkohol begini Elang kenal dengan suara Alma yang menurutnya sangat lembut itu.
Alma berjalan mendekat. Di susul Rio dan Anka di belakang. Rey agak menyingkir sedikit.
Alma menggelengkan kepalanya pelan. "Ckckck."
"Noh Al, liat Al. Dia udah kaya orang gak waras sekarang," ceplos Anka menggelengkan kepala.
"Gitutuh semenjak berantem sama Lo," kini Rio ikutan.
Alma berdecak pinggang. Menarik telinga Elang yang mau tak mau cowok itu harus bangkit dan mengikuti kemana Alma pergi.
"Lo tuh ya, ngapain juga malah ke sini sini. Kurang kerjaan tau gak! Mending tuh di rumah kerjain pr!" Omel Alma di sepanjang jalan menuju keluar club membuat ke empatnya melongo di tempat.
Sungguh tidak ada yang berani menjewer telinga Elang seperti anak kecil begitu. Dan seorang Alma Almia memecahkan rekor itu, debakkk.
Alma masih menarik telinga Elang, mengomelinya seperti seorang ibu yang melarang anak nya bermain petasan.
Sampai di depan mobil Rio, Alma melepaskan jewerannya. Membuat Elang melengos lega dan mengusap telinga nya yang memerah.
"Tega banget sih."
Alma menatap Elang tajam. "Peduli banget gue!"
Elang berdecak kecil, maju selangkah. Menarik tangan Alma. "Maafin gue ya."
Alma mendorong Elang menjauh. "Ck, gak usah deket deket baju lo bau."
Elang tak memperdulikan itu dia kini bertekuk lutut di hadapan Alma, menggenggam kedua tangan gadis itu. Menceritakan kejadian sebenarnya ke pada Alma.
Malam itu Elang masuk ke toilet, membasuh tangan setelah selesai dan langsung beranjak pergi. Tapi sebelum itu, seseorang kini mencekal tangan nya membuat Elang menoleh.
Ardiana Syifa Utami gadis yang pernah bertemu dengan Alma di kafe waktu itu. Sekaligus mantan Elang.
"Aku kangenn, kamu kemana aja sih? Di chat kok enggak balas, aku telpon juga gak pernah kamu angkat."
Elang melepaskan cekalannya itu, "lo gak perlu tau."
Baru akan melangkah pergi suara Diana membuat Elang jadi mngeraskan rahang.
"Gara gara cewe yang waktu itu di kafe ya? Cih murahan, dasar perebut pacar orang!"
Elang maju, merasa tak senang dengan ucapan gadis di hadapannya ini yang merasa sok suci.
"Jangan pernah lo kata katain dia pakai mulut sampah lo itu."
Diana menutup mulutnya dengan ekspresi yang di buat terkejut. Terkekeh sinis, "emang itu kenyataan nya Sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Elang [Selesai]
Teen FictionElang namanya, dingin orangnya. Irit bicara dan miskin ekspresi itulah dia ketua geng panco, orang yang di takuti sekaligus di kagumi karna ketampanannya ia tak suka diatur apalagi dengan perempuan, menurutnya itu terlalu repot. Namun tanggapan itu...
![Elang [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/168913266-64-k772210.jpg)