Jika asa menjadi renjana
Langkah tenang menderap angan
Di sini ada hati menjejak
Terdengar elegi rasa sesak
Setiap hari adalah mimpi
Pun kisah tak tertuang di benak
Saat kepedihan mengaliri jemari
Batu kerikil pun bagai perak
Wahai penikmat kata
Tut...
Entahapa yang merasukimu Hingga kau tegamengkhianatiku Yang tulusmencintaimu
Salah apadirikupadamu Hingga kau tegamenyakiti aku Kau sia-siakancintaku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pedang Ixion meluncur deras ke arah Phantom. Suara raungan terdengar ketika perlahan tubuh Phantom berubah menjadi debu-debu kristal.
Yura merasakan tubuhnya bergetar. Pedang ini luar biasa! Hanya dengan sekali sabetan, Phantom dan seluruh anak buahnya tewas.
Apa dengan begini, dirinya menjadi penguasa dunia? Ya, tidak ada lagi yang bisa menentangnya.
Kau tegamenyakiti...
Yura tersentak mendengar suara merdu Slyifearth.
"Slyifearth, kau masih hidup?" Pemuda itu berlari ke arab reruntuhan.
...mencintaimu.
"Aku pun mencintaimu!" Yura mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia berulang-kali menyusuri setiap celah, tapi suara itu seolah hanya menggaung di kepala.
sia-sia....
"Tidak! Hei! Slyifearth! Usaha kita tidak sia-sia. Dengan Ixion, kita bisa jadi penguasa semesta!" Yura ingin tertawa sekeras-kerasnya.
Entahapa yang merasukimu?
Yura tersentak. Dia menyadari ini bukan dirinya. Sesuatu telah merasukinya.
Kau tegamenghianatiku....
Pemuda itu melempar Ixion ke tanah. Gigil tubuh terasa saat menyadari pedang itu tak sebaik kelihatannya.
Yura merasakan kepalanya berdentam hebat. Nyeri bergantian dan suara-suara itu menghujani kepala. Ia memejamkan mata berusaha menyingkirkan sakitnya.