Jika asa menjadi renjana
Langkah tenang menderap angan
Di sini ada hati menjejak
Terdengar elegi rasa sesak
Setiap hari adalah mimpi
Pun kisah tak tertuang di benak
Saat kepedihan mengaliri jemari
Batu kerikil pun bagai perak
Wahai penikmat kata
Tut...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nora menarik napas panjang. Operasi itu terasa begitu lama. Padahal, hanya gunting yang menjadi senjata. Apa lukanya dalam? Apa Akri tak akan bisa sembuh?
Tiba-tiba Nora merinding. Kepalanya terbayang benda berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu ukir.
Peti mati.
Bagaimana jika Akri harus dimasukkan ke alam sana? Bagaimana jika ia harus setiap hari menangis di depan pusara Akri?
TIDAK! Nora tak mau!
Nora langsung berlutut dan memohon pada Tuhannya agar menjauhkan Akri dari kotak kematian itu. Karena saat ini, baru Nora sadari, Akri adalah orang yang paling penting dalam hidupnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yak, banyak kerjaan. sebisanya aja. PS : Nora kaga atahu kalau Islam dikuburnya langsung kaga pake peti.