Ayo ayo, happy reading.
Jangan lupa untuk vote nya ya...
Oh ya, aku ingatkan lagi.
Ada beberapa kalimat yang aku tandai italic (miring) yang berarti itu diucapkan dalam bahasa inggris/Korea.
Apalah aku yang belum paham berbahasa inggris/Korea.
Silakan vote ★★★
Sepulang dari acara makan malam, Hani memberengut ingin cepat pulang. Perutnya terasa sakit luar biasa, mungkin karena memakan sesuatu yang ditolak perutnya. Arza kesal setengah mati dengan kelakuan istrinya itu, bagaimana tidak kesal? Hani berceloteh ingin cepat pulang dan mampir untuk berbelanja ketika makan malam masih dilaksanakan, tetapi setelah memasuki sebuah butik besar istrinya itu malah mengubah rencananya.
"Mau kamu tuh apa sih, Han?" mereka berdua masih tertahan di depan pintu masuk butik. Arza masih tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya itu.
"Kita pulang aja ya, Kak. Perut aku sakit nih." Hani menarik-narik tangan kanan Arza, tangannya yang lain dia gunakan untuk memijat perutnya yang terasa sakit. "Belanjanya besok aja lagi, sumpah deh gak kuat aku."
"Gak perlu pakai sumpah." Arza membimbing istrinya untuk melangkah menuju mobil. Tetapi, langkahnya yang keempat terhenti saat seseorang menghampirinya.
"Arza!" Terdapat seorang wanita yang tanpa aba-aba memeluk Arza hingga genggaman tangan Arza pada istrinya terlepas. "I miss you so much."
"Seo Hee, I am a muslim," peringat Arza dan segera melepas pelukan wanita itu. Arza melirik Hani yang tengah diam menelisik wanita di depannya. "What are you doing in here?"
"Aku baru saja kembali dari California dua minggu yang lalu, dan aku tidak sengaja melihatmu di sini."
Arza megerutkan keningnya. Dia merasa situasi sekarang sedang tak baik. "Oh really?"
Wanita itu tampak tersenyum riang. "Kemarin minggu aku datang ke rumahmu, dan bertemu Raffa. Dia bilang kamu sibuk, itulah alasan kenapa kamu tidak di rumah. Kamu tidak merindukanku? Sudah lama kita tidak bertemu. Besok kamu sibuk? Kita bisa pergi bersama."
"Seo Hee, enough."
"Why?" wanita itu mengerutkan keningnya. Sudah dua tahun dia tidak bertemu dengan Arza, dan Arza sedikit berubah. "Who is she?" tanyanya ketika melihat seorang wanita di samping Arza. "Sepertinya aku melihat dia di rumahmu."
Arza baru ingin memperkenalkan Hani sebagai istrinya, tetapi entah angin apa yang membuat Hani melangkah pergi tanpa memedulikan Arza yang terus memanggilnya.
Tidak mau memperkeruh keadaan, Arza mengikuti langkah istrinya yang telah berada di dalam mobil. Hingga beberapa menit berlalu keduanya sama-sama diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Dia siapa, Kak?"
Arza bernapas lega ketika istrinya itu bersuara. Meskipun pandangannya menunduk tanpa melihat ke arahnya, Arza sudah lega luar biasa. "Namanya Choi Seo Hee."
"Dia siapa, Kak?"
Arza mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan yang sama dan dalam nada yang sama seperti tadi dari istrinya. "Dia rekan bisnisku, Han."
"Rekan bisinis?" ada nada tak percaya dari ucapannya. "Hanya itu?"
"Lihat aku, Han"
"Jawab jujur, Kak."
"Han..."
"Siapa dia, Kak?"
"Hanita.."
"Selingkuhan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Korean
RomancePerjodohan? Gak like! ---- "Saya mengajak kamu untuk menemui orang tua saya." "Untuk apa?" "Melamar kamu." "Kenapa mau melamar saya? Anda bukan pacar saya." "Kalau begitu saya akan menjadikan kamu pacar saya. Kamu mau menjadi pacar saya?" ----- "J...
