Part M. (Arza-ssi?)

522 49 0
                                        

Maaf kalau bahasa Koreanya enggak bener. Aku masih belajar, dan cuma mengandalkan terjemahan.

Jangan lupa vote nya ya...

Sudah satu bulan lebih Hani tinggal di Negeri Ginseng ini. Sudah satu bulan itu pula dia berstatus sebagai seorang istri, mengikuti suaminya dan jauh dari orang tua. Masa-masa awal beradaptasinya tidak sulit, Hani sudah terbiasa tinggal di negeri orang meskipun hanya untuk beberapa hari.

Arza sempat khawatir kepada Hani, Arza takut jika Hani tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya di Seoul. Yang Arza inginkan adalah memberi kebahagian untuk Hani, bukan tekanan untuk beradaptasi.

Untunglah Hani tipe wanita yang mudah bergaul, meskipun diawalnya dia cukup merasa kesulitan. Arza memiliki keuntungan sendiri dengan sikap dan sifat Hani yang terlalu aktif. Istrinya itu mudah bosan, Hani akan melakukan apa saja untuk menghilangkan kejenuhan selama berada di rumah.

Hani tipe wanita yang mudah penasaran. Dulu, disaat dia pertama kali tinggal di Seoul bersama Arza, Hani berkeinginan untuk mengunjungi semua tetangga barunya. Hani hanya ingin memastikan kalau kehadirannya bisa diterima di lingkungan baru tempat tinggalnya.

Tetap saja masalah bahasa menjadi kendalanya. Tidak banyak tetangga di sekitar rumahnya yang mengerti bahasa inggris, karena itulah Hani sangat jarang bergabung dengan para tetangga perempuannya.

Keseharian Hani sebagai seorang istri adalah memasak, mencuci, membersihkan rumah dan lainnya. Meskipun masakannya tidak seenak masakan mamanya, Arza tidak pernah mengeluhkan tentang rasa masakannya. Lagipula Hani memasak makanan hanya untuk makan malam, karena pagi harinya Arza lebih memilih memakan roti selai dan susu, sedangkan siang harinya Arza akan memesan makanan dari kantor.

Seminggu sekali tepatnya pada malam minggu atau malam libur lainnya Hani tidak memasak karena Arza meminta makan malam di luar bersama. Kesibukkan Arza di kantor membuat Hani jarang bisa menghabiskan waktu berduanya dengan Arza.

Arza terus mencoba untuk memberi pengertian kepada Hani bahwa sebenarnya Arza sangat ingin menghabiskan waktunya bersama Hani, tetapi pekerjaannya di kantor tidak bisa dia abaikan begitu saja.

Arza adalah laki-laki yang konsisten, Arza akan menyelesaikan satu pekerjaan baru menyelesaikan pekerjaan yang lain. Arza memiliki target tersendiri dalam pekerjaannya. Kalau pada hari-hari biasa dia akan sibuk di kantor, maka pada hari libur waktunya hanya untuk Hani.

Hani tersenyum setelah membaca pesat singkat yang Arza kirim.

'Ingat, tidak perlu masak makan malam, kita makan di luar saja.'

Pesan singkat yang selalu suaminya kirim ketika jam makan siang. Arza akan meneleponnya jika tidak sibuk, tetapi jika dia hanya mengirim pesan itu adalah pertanda Arza tengah sibuk dan hanya sempat untuk mengirim pesan tanpa menelepon Hani langsung.

Ting tong

Hani buru-buru meletakkan ponselnya dan berlari menuju pintu setelah suara bel terdengar. Langkahnya terhenti ketika mengingat pesan dari Arza apabila menerima tamu harus terlebih dulu memeriksa siapa yang bertamu lewat intercom. Apalagi ini kali pertamanya dia kedatangan tamu.

"Siapa?" tanya Hani.

Hani menepuk keningnya sebagai bentuk penghinaan terhadap diri sendiri. Jelas-jelas dirinya berada di Korea, dan bukan di Indonesia. Untuk apa dia menggunakan bahasa Indonesia yang jelas saja tidak dimengerti oleh orang tersebut?

"Who is that? Eh bukan... Ekhem... Nuguseyo?" tanyanya menggunakan bahasa Korea dengan logat yang aneh dan kalau tidak salah berarti menanyakan siapa itu, begitulah menurut drama Korea yang ditontonnya.

My Husband Is KoreanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang