Masih seputar bahasa Korea, mohon maaf kalau ada kesalahan.
Ayo dong di vote dulu, supaya menyenangkan bacanya.
"Oh, itu. Sebenarnya itu semacam sapaan tanda hormat aja."
"Maksudnya?"
Arza menggaruknya leher belakangnya. "Gimana ya jelasinnya?"
Hani menatapnya. "Gak tau."
"Gini deh, kalau aku manggil kamu Hani-ssi sama Hani-ya, lebih enak yang mana dengernya?" tanya Arza.
"Hani-ya."
Arza mengangguk. "Maksudnya panggilan itu buat membedakan orang yang kita panggil. Kalau aku manggil kamu dengan sebutan Hana-ssi, tandanya aku menghormati kamu. Bisa karena jabatan kamu, atau kamu lebih tua dari aku, bisa juga karena kita seumuran tapi kita tidak terlalu dekat. Bisa juga karena aku memang lebih nyaman manggil kamu dengan sebutan itu."
"Kalo Hani-ya, maksudnya itu apa?"
"Tandanya kamu lebih muda dari aku, atau mungkin kita seumuran, biasanya yang pake seperti itu temen deket, panggilan untuk orang yang akrab sama kita, atau buat orang yang kita sayang. Ya semacam itulah."
"Oh gitu. Kok ribet ya?"
Arza mengangguk.
"Aku mau belajar bahasa Korea deh."
Arza tersenyum. "Boleh kok."
"Belajarnya sama kakak aja. Biar gratis." Hani tertawa diakhir kalimatnya.
"Kamu belajar sama orang lain juga aku yang bayar kok."
"Ih, kan biar lebih hemat. Kenapa harus belajar sama yang lain kalo suami sendiri bisa?"
"Iya, iya. Gitu aja marah."
"Ya udah makannya diabisin dong. Kok malah ngobrol?"
Arza mengernyit. "Yang ngajakin aku ngobrol siapa?"
"Cepet diabisin makanannya."
***
Sepulang makan malam Arza dan Hani menyempatkan untuk membeli persedian buah mangga dan apel yang sudah habis di kulkas. Sambil menunggu Arza yang tengah membayar belanjaan Hani kembali teringat dengan pesan Raffa tadi siang.
Sebenarnya Hani ragu untuk menyampaikan pesan Raffa. Karena Hani takut pesan Raffa tadi ada sangkut pautnya dengan wanita cantik yang datang ke rumahnya. Tetapi, bagaimanapun juga Hani harus menyampaikan amanat yang sudah dititipkan kepadanya.
Dia juga tidak berhak untuk menyembunyikan pesan Raffa untuk Arza. Karena bagaimanapun juga Arza berhak tahu. Mungkin Raffa memiliki maksud lain dari pesannya tadi siang bukan?
Hani tidak mau berpikiran buruk tentang Raffa dan wanita cantik yang datang ke rumahnya. Wanita itu sepertinya bukan wanita yang jahat. Buktinya saja wanita itu mengenal Raffa. Wanita itu juga ramah, dan mudah tersenyum.
Akhirnya, Hani memutuskan untuk menyampaikan pesan Raffa kepada suaminya. Semoga saja Arza tidak marah karena Hani terlambat menyampaikan pesan Raffa. Semoga saja pesan Raffa itu tidak terlalu penting, kalau pesan Raffa itu penting bisa-bisa Hani terkena omelan Arza.
"Kak..."
Arza menoleh ketika istrinya menarik-narik ujung coatnya. "Butuh sesuatu yang lain?"
Hani menggeleng. "Raffa udah ngasih tahu kakak belum kalau tadi dia datang ke rumah?"
Arza mengerutkan keningnya, kemudian menggeleng. "Belum. Memangnya ada apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Korean
RomancePerjodohan? Gak like! ---- "Saya mengajak kamu untuk menemui orang tua saya." "Untuk apa?" "Melamar kamu." "Kenapa mau melamar saya? Anda bukan pacar saya." "Kalau begitu saya akan menjadikan kamu pacar saya. Kamu mau menjadi pacar saya?" ----- "J...
