O9 - Manjalankan Strategi

101 22 74
                                        

-oOo-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-oOo-

Azean sudah berdiri di lobby sekolah pagi-pagi sekali. Dia akan menjalankan strategi konyol yang diusulkan ketiga sahabatnya kemarin malam. Sebenarnya, Zean sudah menolak. Hanya saja, ketiga sahabatnya itu malah mendo'akan yang tidak-tidak jika Zean tidak melakukannya. Jadi, Zean dengan terpaksa melakukan strategi ini.

"Lagi jadi patung selamat datang lo, Ze?" tanya Rio, teman satu eskul Zean.

Zean langsung melotot, memperingati cowok berpipi bolong itu agar diam saja.

"WOY ZEAN AMBIL POSISI!" teriak Vano yang bersembunyi di belakang pilar.

Zean yang mendengar teriakan Vano refleks menegak sambil mengambil pose identik seorang Azean, yaitu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana abu-abunya. Tepat pada saat itu juga, Zean melihat sosok yang ditunggu-tunggunya sejak tadi tengah berjalan menuju tempatnya berdiri.

Yang pertama, lo hadang jalannya dan kasih senyum limited edition lo buat dia.

Zean menghela nafas lelah. Strategi apa itu? Tapi semalam Vano mendesaknya untuk melakukan strategi konyol itu.

Zean segera menyusul saat Alleta malah melewatinya. Tak menyerah, Zean lalu berjalan ke samping Alleta untuk mengimbangi langkah cewek itu menyusuri lorong koridor.

Alleta yang menyadari dirinya sedang diikuti jadi menoleh dan menghembuskan nafasnya kasar saat ia melihat siapa yang tengah mengikutinya. Alleta menoleh lagi ke depan, melanjutkan langkahnya yang tersendat.

Alleta mempercepat lagi jalannya agar cowok itu berhenti mengikutinya. Tapi tetap saja langkah besar cowok itu bisa mengimbangi langkah Alleta lagi. Alleta yang sudah merasa sangat kesal akhirnya berhenti dan menoleh ke kiri. Dimana cowok itu tengah berdiri. "Ngapain lo ngikutin gue?!" sewot Alleta.

"Sama senior tuh manggilnya kakak," peringat Zean.

Alleta tidak menanggapi. Dia melanjutkan jalannya cepat ingin segera sampai di kelasnya. Dia sudah merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Banyak sekali orang yang tengah memperhatikannya yang sedang dibuntuti oleh Zean.

Dan parahnya lagi, semua orang yang ada di lorong koridor malah menepi ke pinggir. Seperti sedang melihat seorang artis yang tengah berjalan di red carpet. Alleta merutuk dalam hati. Pada saat-saat seperti ini, kenapa rasanya lorong koridor SMA Nirwana seperti berkali-kali lipat lebih jauh.

"WAW COUPLE OF THE YEAR!" teriak Vano yang berjalan dari arah berlawanan bersama Rasya dan Gavin. Berniat mengompori keadaan di lorong agar banyak yang mendukung mereka.

Benar saja. Teriakan toak dari seorang Revano Albidi berhasil mendatangkan sorakan riuh dari para murid yang sedang ada di lorong.

Tidak heran diantara mereka ada yang mendukung Zean dan Alleta karena merasa keduanya sangat cocok dan serasi, ada juga yang mencibir tidak terima dan menghujat Alleta secara terang-terangan.

MarshmellowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang