Alleta Maheswari, gadis dingin pecinta marshmellow, dan penanti pelangi.
Kepribadiannya yang sulit di tebak, dan kemampuan bersosialisasinya yang buruk membuat gadis itu sulit untuk di dekati orang lain.
Alleta tidak suka keramaian, dan tak sudi me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-oOo-
"Seriusan Kak Zean bilang gitu sama lo?" tanya Nadin penuh minat sambil mengunyah keripik kentang yang disuguhkan Alleta.
Malam ini, Ambar dan Nadin menginap di rumah Alleta. Katanya ingin menonton film bareng. Tapi karena besok hari Senin, jadinya mereka hanya mengobrol saja membicarakan tentang kedekatan Alleta dan Zean akhir-akhir ini.
Alleta mengangguk mendengar pertanyaan Nadin. "Gue nggak ngerti kenapa dia peduli sama gue. Padahal kan, gue kenal dia aja enggak."
"Ya kan elo mah baru tau Kak Zean juga semenjak tragedi topi upacara kali," ucap Ambar mengingatkan.
"Ya makanya gue bingung. Gue baru kenal dia sejak sekitar dua minggu kemarin. Tapi kok sikap dia kayak udah ngenal gue sejak lama gitu?" ucap Alleta masih merasa heran.
"Elo sih, kelamaan hidup di goa," sahut Nadin mengejek Alleta. "Cuek lo keterlaluan banget tau gak sih."
"Bodo amat," sahut Alleta malas yang mengundang helaan nafas panjang dari kedua temannya.
"Lo nggak seneng apa Le?" tanya Ambar.
"Seneng karena apa?"
"Lo ngerti nggak apa arti Kak Zean ngomong gitu sama lo?" lanjut Ambar.
"Enggak lah."
"Biar gue kasih tau ya! Itu artinya, Kak Zean suka sama lo!" jelas Nadin geram setengah berteriak berusaha memberitahu motif Zean mendekati Alleta.
"Ah, nggak mungkin!" sahut Alleta pendek tidak pikir banyak.
"Tentu aja mungkin Le. Kak Zean tuh nggak pernah deket sama cewek. Kalau ada pun, ceweknya yang gas duluan. Tapi ini? Lo adalah cewek pertama yang di deketin sama Kak Zean!" teriak Ambar sudah merasa gemas.
"Terus?" tanya Alleta polos.
Ambar menghela nafas lelah. Tidak mengerti setinggi apa tingkat keacuhan yang dimiliki oleh Alleta. Kenapa dia punya teman sedatar Alleta sih? Masa di notice cowok idola aja Alleta biasa aja. Mungkin kalau cewek lain udah umbar sana-sini. Tapi Alleta malah tetap acuh kayak gini.
"Udah udah, anter gue ke toilet aja yuk. Gue kan baru pertama kali ke rumah lo Le," ajak Nadin yang sudah merasakan kepalanya hampir pecah.
Memang ya, menasehati orang yang keras kepala, polos tidak peka, dan super acuh itu sangat menguras energi dan amarah. Itu sebabnya Nadin segera mengalihkan perbincangan mereka. Karena Nadin tidak ingin pusing kepala saat berusaha meluluhkan hati Alleta yang tetap beku.
Keluar dari toilet, Nadin menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri seraya berkata. "Lo nggak takut apa tinggal sendirian di rumah ini?" Nadin bertanya pada Alleta yang menunggunya di samping pintu toilet.
"Enggak, biasa aja."
"Kalo gue mah mending tinggal di rumah temen aja deh daripada tinggal sendirian," kata Nadin sambil bergidik ngeri.