23 - Sandiwara Hati

66 17 34
                                        

-oOo-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-oOo-

"Lo ngapain?" tanya Alleta dingin.

Senyum cowok itu mengembang ketika mendengar ucapan Alleta. Kemudian cowok itu mengulurkan tangannya. "Kita belum kenalan tadi di kelas," ucapnya memberi tahu. "Gue Ares Cakra Wirasena. Panggil aja Ares," ucapnya memperkenalkan diri.

Sedangkan Alleta hanya menatap uluran tangan dan wajah pemilik tangan itu bergantian. "Gue Alleta Maheswari. Salam kenal," ucapnya singkat, segera melangkah meninggalkan Ares.

Ares melirik tangannya yang masih mengapung di udara, kemudian memasukkannya kedalam saku celana. Ia tersenyum menatap punggung Alleta yang menjauh. "Dingin, dan semakin menarik," gumamnya pelan lalu melangkah menuju kelasnya.

Alleta sudah tiba di kelasnya lebih dulu. Ia tidak menyangka kalau kelasnya masih saja kosong. Tidak ada siapapun di sana. Padahal jam istirahat sebentar lagi habis. Alleta pun memilih mendudukkan diri di tempat duduknya dan merogoh ponsel ketika ponselnya bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk.

Azeanc_: Aku di depan. Cepet keluar, mumpung belum bel.

Tanpa sadar, senyum Alleta terbit ketika membaca pesan itu. Alleta kemudian bangkit dan beranjak dari bangkunya menuju depan kelas. Dengan segera ia berusaha menetralkan ekspresi wajahnya.

"Sejak kapan pakai sapaan aku kamu?" tanya Alleta datar pada Zean yang tengah tersenyum menatapnya.

"Emangnya gak boleh?"

"Aku tanya, bukan bilang gak boleh."

"Itu kamu juga pakai."

Alleta terkejut karena tidak sadar. Refleks ia menutup mulutnya sendiri. Kenapa malah pake aku segala sih! Omelnya dalam hati dengan kepala tertunduk.

Zean terkekeh pelan di tempatnya. Kemudian menatap lekat Alleta di hadapannya. "Kamu emang gak ngomong. Tapi tingkah kamu udah memperjelas semuanya."

Alleta mendongak mendengar ucapan Zean. Matanya mengerjap-ngerjap karena merasa salah tingkah. Ia kemudian menyelipkan anak rambutnya untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Kesini mau ngapain?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Cuman mau liat kamu aja," ucapnya enteng mengundang degupan jantung yang bekerja dua kali lebih cepat pada diri Alleta.

Suara bel tanda istirahat berakhir menyudahi pertemuan singkat mereka. Zean pamit pergi ke kelasnya, dan Alleta juga masuk ke dalam kelasnya.

Alleta duduk di kursinya dan jadi menatap pintu kelas ketika teman-temannya berlarian dan duduk di bangku masing-masing. Begitu pula Ambar dan Nadin yang baru saja tiba.

"Kenapa lari-lari sih?" tanya Alleta risih dengan nafas Ambar yang tersenggal-senggal. Mungkin nafasnya berantakan karena habis berlari barusan.

"Ada Bu Asih. Makanya kita langsung pada lari ke kelas."

MarshmellowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang