part 62

1.1K 65 12
                                    

setelah beberapa menit dokterpun keluar dari ruangan rara

"dok bagaimana keadaan anak saya sekarang dok?" tanya mami diiringi isakan tangisan

"anak ibu mengalami benturan yang cukup keras sehingga membuat anak ibu Koma" jawab dokter

mami pun menangis cukup kencang setelah mendengar perkataan dari dokter

"tapi dok anak saya baik baik saja kan dok. dia pasti baik baik saja kan dok? jawab dok?" tanya mami sembari menggoyang goyangkan bahu dokter tersebut.

"mi mami sabar dulu biarkan dokter menjelaskan semuanya" ridwan menenangkan mami

" maaf bu kalo itu kami belum bisa memastikannya. hanya doa dan takdirlah yang bisa membuatnya sadar kembali" jawab dokter

Tiba-tiba mami pun pingsan dokter dan papi langsung membawa mami keruangan lain.

" bang rara bang rara, selfi kasihan bang sama rara. selfi selalu melihat rara kesakitan terus bang, kalo bisa takdir dirubah selfi minta agar selfi saja yang merasakan apa yang dirasakan rara sekarang bang" ucap selfi sambil duduk didepan ruangan rara ditemani ridwan

"udah dek kamu ga boleh ngomong kayak gitu, ini semua udah takdir Allah. dan kita semua ga bisa ngaturnya kecuali Allah dek" ucap ridwan yang berusaha menenangkan selfi

" yaudah kita masuk aja kedalam ruangan rara sekarang" ajak ridwan kepada selfi sambil membantu selfi berjalan, karena dari rara terbentur keadaan selfi mulai melemah dan wajahnya sedikit pucat.

Didalam ruangan rara tercium bau bau obat yang sangat menyengat alat alat bantu terpasang ditubuh rara, terdapat bekas benturan tadi di kepalanya sehingga harus ditutupkan oleh perban.

Selfi yang melihat kondisi rara, kembali menangis dan tak lama selfi pun pingsan dan langsung diperiksa oleh dokter.

Ruangan mami
mami sudah sadarkan diri tetapi mami dari tadi hanya bisa menangis mengingat kejadian yang menimpah putrinya. dan karena kondisinya melemah jadi mami belum diboleh kan oleh dokter untuk turun dari brankarnya dan keluar ruangan.
Tetapi mami memohon kepada dokter untuk melihat kondisi anaknya.

" dok saya mohon izin kan saya untuk menjenguk anak saya sekarang dok saya mohon" permintaan mohon yang diucapkan mami kepada dokter sambil menangis sehingga membuat dokter tak enak hati jika melarang orang tua untuk melihat anak nya yang sedang sakit.

" baiklah ibu boleh keruangan anak ibu tapi ibu harus tetap berada dikursi roda dan infusan harus tetap dipasang, bagaiman ibu setuju?" tanya dokter pada mami

" baikah dok saya akan menuruti semuanya asalkan saya diperboleh kan untuk melihat anak saya" jawab mami dengan senyumannya

Papi dan suster wanita mengangkat tubuh mami dan menaruhnya dikursi roda dengan infusan yang masih terpasang.

Sesampainya diruangan rara mami terkejut! dimana anak perempuan satunya?

" ridwan selfi dimana nak?" tanya mami yang mulai khawatir

"selfi ada diruangan sebelah mi, dia tadi pingsan tapi kata dokter selfi ga apa apa mi" jawab ridwan

" mami mau ketempat selfi dulu ya mami mau liat keadaan selfi dulu" ucap mami sambil keluar dari ruangan rara

MY BROTHER AND MY SISTER (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang