Dihari weekend ini shuhua berniat main ke kostannya renjun, soalnya renjun bilang dia gak bisa main kerumah shuhua karena banyak tugas.
Jadi daripada shuhua gabut sendiri, lebih baik shuhua yang main ke kostan renjun. lagi pula disana gak cuma ada renjun, Ada temen-temen renjun juga jadi gak bakal digosipin yang aneh-aneh sama tetangga sana.
Tapi sebelum shuhua pergi, shuhua mau bikin sesuatu dulu buat dibawa kesana.
Biar gak datang dengan tangan kosong doang.
Dengan riang shuhua berjalan menuju dapur, membuka kulkas yang isinya lumayan banyak. tapi sebelum mulai memasak shuhua minta ijin mama dulu. Kan gak baik asal ngambil bahan makanan gitu aja.
"Ma bahan makanan yang dikulkas boleh aku pake gak?" tanya shuhua pada mama yang lagi anteng nonton gosip pagi.
Mama menoleh sedikit mengerutkan dahi "boleh, tapi kok tumben?" karena meskipun shuhua cukup pinter masak, dia orangnya mageran. Jadi mama cukup terheran-heran waktu si bungsu tiba-tiba mau masak.
"Aku mau main ke kostan renjun ma" ucap shuhua malu-malu.
mama tersenyum "yaudah boleh, pake aja semua" shuhua makin tersenyum lebar, tak lupa bilang terima kasih sebelum balik lagi kedapur.
Shuhua mengeluarkan semua bahan-bahan yang sekiranya bakal dia butuhkan, rencananya shuhua mau bikin makanan yang sederhana saja.
Semacam omelet mie, ayam teriyaki, Roti isi sama nasi goreng. Untungnya renjun tuh orangnya gak muluk-muluk, apa pun yang shuhua kasih pasti renjun makan.
Setelah makanannya jadi, shuhua segera menata makanannya didalam rantang bergambar stitch kesayangannya, shuhua balik kekamar buat ganti baju dan mengambil beberapa barang yang dia perlu bawa.
"Ma aku pergi dulu ya?" pamitnya.
"iya hati-hati dijalan. Nanti pulangnya harus dianter renjun kalo nggak, gak boleh pulang" ucap mama.
Shuhua ketawa sambil mengangguk, diraihnya tangan mama untuk ia cium. Sebuah kebiasaan sebelum pergi.
•••
Setelah 30 menit naik ojol akhirnya shuhua sampai didepan kostan renjun yang lumayan sepi, shuhua sempat berpikir kalau renjun masih tidur karena suasana diluar benar-benar sepi kayak gak ada penghuninya.
"Jun!!" ucap shuhua agak teriak.
"Bentar!" Balas seseorang dari dalam yang langsung shuhua kenali suaranya.
Beberapa detik kemudian pintu terbuka menampilkan renjun yang masih memakai baju tidur warna biru dengan gambar doraemon bertebaran, ditambah muka kucel khas serta rambut acak-acakan.
Bagi shuhua penampilan renjun yang seperti membuat kegantengannya bertambah berkali-kali lipat. Renjun tuh mau dia baru bangun tidur kek, mau abis kuli bangunan kek kegantengannya gak bakal luntur. Berani taruhan deh.
"Kamu ngapain pagi-pagi kesini?" ucap renjun sambil mengucek sebelah matanya.
Dengan senyum yang merekah dibibirnya shuhua mengangkat rantang "mau sarapan bareng"
Renjun tersenyum tipis, meraih rantang ditangan shuhua "sini biar aku yang bawa. Masuk yuk" renjun menarik tangan shuhua lembut.
"Kamu baru bangun tidur?" Tanya shuhua.
"Iya, tadi lagi ngumpulin nyawa pas kamu teriak didepan"
Shuhua terkekeh "aku ganggu ya?"
"Nggak, aku malah seneng kamu main kesini"
