"Selamat ya sayang, bunda bangga sama kamu."
Renjun tersenyum lega menerima sebuket bunga dari sang bunda, disampingnya ayahnya pun tersenyum menepuk bahu renjun dengan bangga.
"Sukses terus nak." ucapnya.
Renjun mengangguk masih dengan senyum yang tercetak, meski sorot matanya meredup mengingat masih belum ada kabar dari shuhua.
Renjun yang sedang sibuk berpose didepan kamera bersama kedua orang tuanya menoleh saat jeno datang bersama haechan.
"Tante, om, apa kabar?" sapa keduanya seraya mencium tangan kedua orang tua renjun.
"Baik."
Orang tua renjun membalas sapaan haechan dan jeno dengan ramah, bahkan sang bunda tak segan-segan mengelus rambut haechan dan jeno seakan mereka anak nya sendiri.
"Tante saya boleh minjem renjun nya sebentar gak?" jeno meminta ijin.
Bunda renjun tersenyum kembali, "boleh kok, tante sama om juga udah mau pulang."
Haechan dan jeno tersenyum ramah kemudian segera menarik renjun menjauh.
"Ada apa emang?" tanya renjun ketika sudah jauh dari orang tuanya.
"Pokoknya ikut aja." ucap haechan.
Renjun memilih untuk diam mengikuti langkah kedua temannya yang entah akan membawanya kemana.
Renjun mengernyit saat haechan dan jeno membawanya menuju taman samping fakultasnya, keadaan disana cukup sepi meski ada beberapa orang yang sedang berselfie ria bersama teman-temannya mau pun pasangannya.
Renjun semakin kebingungan saat pandangannya menangkap jaemin yang tengah berdiri membelakanginya dan di hadapannya ada seseorang yang duduk dikursi roda.
Bola mata renjun kembali melirik doyoung disamping jaemin.
Perasaannya mulai tak tenang saat doyoung menoleh membuat jaemin ikut menoleh lantas membalikkan tubuhnya menatap renjun.
Jaemin menggeser tubuhnya membuat sosok yang sedang duduk dikursi roda terpampang jelas.
Renjun terdiam langkahnya memelan, dada renjun terasa sesak, matanya membulat sempurna menatap shuhua yang tengah tersenyum manis memandangnya dengan sebuket bunga ditangan.
Jeno dan haechan berdiri disamping jaemin membuat langkah renjun ikut terhenti tepat didepan shuhua.
Shuhua mendongak pada renjun dengan bibir masih melukis senyum manis.
"Happy Graduation Huang Renjun nya Shuhua." Katanya dengan riang seraya memberikan buket bunganya.
Renjun mengerjapkan matanya kemudian berlutut dihadapan shuhua menyamai tinggi badannya dengan shuhua.
"Apa apaan ini?" Seakan tak percaya dengan yang ia lihat.
Shuhua hanya tersenyum tak menjawab, doyoung, jaemin, jeno dan haechan yang merasa suasananya mulai berubah menjauh menepikan diri dari renjun dan shuhua, memberi mereka waktu untuk berdua.
"Sha kamu kenapa?" tanya renjun.
"Kenapa kamu duduk dikursi jelek kayak gini? kenapa tangan kamu ditusuk jarum? Siapa yang nyakitin kamu, coba bilang, siapa?" Tanya renjun bertubi-tubi dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Aku cuma sakit biasa kok, kamu gak usah khawatir."
"Sha aku baru aja wisuda, aku gak sebodoh itu buat kamu bohongin, gak ada orang sakit biasa pake kursi roda."
"Kamu kenapa?" tanya renjun parau.
Renjun meraih tangan shuhua, renjun mengelus tangan shuhua yang tertancap jarum infus.
