Shuhua keluar dari kamarnya dengan seragam sma membaluti tubuhnya rapi, ditambah tas mungil yang ia gendong membuat siapa pun pasti akan gemas melihatnya, apa lagi didukung oleh wajah innocentnya.
"Pagi ma!" Sapanya.
Si bungsu duduk disamping doyoung yang tengah menyantap roti isi selai coklat kacang "pagi sayang" jawab mama.
Mama duduk disebrang shuhua menaruh segelas teh manis didepan anak bontotnya itu, shuhua hanya tersenyum dan berterima kasih sebelum meminumnya.
"Hari ini jadwal kamu ya?"
Shuhua yang sibuk mengoleskan selai diatas rotinya menoleh, pandangnnya sedikit berubah tapi masih mampu tersenyum manis.
"Iya"
Doyoung diam-diam melirik saudara seibu beda ayah itu. Meskipun shuhua termasuk adik tirinya, ia tetap menganggap shuhua selayaknya adik kandung, ia tak pernah membedakan, doyoung juga tak pernah iri atau protes saat mama lebih perhatian pada si bungsu.
Sama dengan dirinya menerima kehadiran shuhua, doyoung juga menerima kehadiran papa barunya setelah papa kandungnya meninggal saat ia masih kecil. Karena doyoung sudah merawat shuhua sejak kecil, makanya ia tak pernah menganggap shuhua adik tiri hanya karena ayah mereka berbeda.
Dan sama halnya dengan mama atau papa, doyoung sangat menyayangi shuhua. Sosok doyoung bagaikan tameng pelindung ketika papa tak ada dirumah.
"Nanti dianter abang aja ya? Mama mau beres-beres rumah, papa mau pulang soalnya" ucap mama.
Shuhua mengangguk saja "iya ma gak papa, Kan biasanya juga sama abang. Kalo pun shuhua harus pergi sendiri juga shuhua bisa" katanya.
"Apa gunanya abang kalo kemana-mana kamu sendirian" celetuk doyoung berbuah cengiran shuhua.
"Lagian pacar kesayangan kamu itu kemana? Biasanya kan jam segini udah nangkring didepan" ucapnya.
"renjun gak bisa jemput, dia ada kelas pagi"
"Yaudah kalo gitu biar abang yang anterin kamu kesekolah" doyoung beranjak untuk siap-siap sekalian berangkat kekampusnya juga.
Shuhua mengangguk segera melahap habis sisa roti ditangannya kemudian berpamitan pada mama.
•••
"Nanti abang jemput, kita langsung berangkat aja gak usah pulang dulu" ucap doyoung setelah sampai didepan gerbang sekolah shuhua.
"Eh tapi kan kartunya gak aku bawa"
"Biar nanti abang ambil dulu" si bungsu mengangguk pasrah.
"Yaudah deh. Aku masuk dulu ya bang" pamit shuhua diangguki doyoung.
Doyoung menyempatkan merapikan rambut si adik yang agak berantakan sebelum shuhua keluar dari mobil. doyoung menatap punggung sempit itu yang perlahan menjauh dari pandangannya.
Doyoung menghela nafas kembali melajukan mobilnya.
•••
Shuhua sibuk mengaduk makanannya sambil melamun, sesekali ia menyuap makanannya tapi hanya sedikit seperti dirinya tak berselera menyantap makanan favoritnya itu.
Jungwoo yang duduk dihadapan cewek itu memusatkan atensinya sejenak, memerhatikan shuhua yang melamun dengan tatapam kosong. Hal itu jungwoo jadikan kesempatan untuk mengambil potongan daging dipiring shuhua.
Tapi aksi mencurinya langsung di tepis oleh yuta seraya memelototinya, jungwoo hanya bisa mengerucutkan bibir sambil misuh tanpa suara, sementara ten ia selalu tak peduli pada sekitar ketika dihadapannya ada makanan.
