Dari bangun tidur sampai duduk dibangku sekolah, senyum tertahan milik shuhua nggak pernah luntur dari bibirnya. Ia terus teringat bagaimana semalam renjun bertingkah sangat manis. Sangat berbeda dari renjun yang biasanya.
Selain itu, pagi harinya kamar shuhua dipenuhi oleh aroma renjun, terutama kasurnya. Sampai shuhua tak berani membuka jendela, takut aroma renjun hilang terbawa angin.
Jungwoo dan ten saling lirik melihat tingkah aneh shuhua yang senyam senyum sendiri, bahkan sesekali shuhua menutup wajahnya sambil tertawa kecil. Yah mereka memang sudah biasa dengan tingkah aneh shuhua, tapi kali ini tingkahnya kelewat aneh dan bikin jungwoo merinding.
"Temen lo sinting noh, bawa ke rumah sakit jiwa gih. Takut nular" celetuk ten.
"Sorry ya gue gak punya temen yang gak normal kayak gitu" balas jungwoo.
"Emang lo normal?" Sahut yuta yang duduk disebrang meja jungwoo dan ten.
"Normal lah" ucap keduanya.
Jungwoo mendelik kembali memerhatikan shuhua yang sekarang lagi menatap keluar jendela.
"Abis dikasih vitamin kali sama pacarnya" ucap yuta sok sibuk membaca buku.
"Pengen juga gue dikasih vitamin, biar bisa senyum setiap saat kayak rexona" celetuk ten.
"Sha" panggil jungwoo.
Shuhua menoleh sambil tersenyum ceria "ada apa zeyenk kuhhh?" Tingkahnya itu membuat jungwoo dan ten kompak bergidik jijik.
Sedangkan yuta cuma ketawa ketiwi saja "obat lo abis ya?" tanya jungwoo.
"Nggak kok masih banyak, napa emang?" Sahut shuhua enteng.
"Lo dari tadi senyam senyum mulu anjir, obat lo abis ya? Belum check up ke rumah sakit jiwa ya?" Sarkas jungwoo.
Shuhua tersenyum tapi bukannya kelihatan manis malah terlihat menyeramkan, diam-diam shuhua mengambil pulpen dan melemparnya ke arah jungwoo.
Tapi dengan gesit jungwoo menunduk yang bikin pulpen tersebut mendarat di dahi ten.
"Anjing!" umpat ten sambil mengusap dahinya.
Yuta dan shuhua kompak tertawa ngakak, gak berapa lama jungwoo ikutan ketawa "TAWA AJA LO YANG PUAS" teriak ten yang malah bikin teman-teman nya makin tertawa.
"Makanya kalo ngebacot tuh pake otak, sembarangan banget ngatain gue sinting. Elo tuh yang sinting" shuhua berdecih sebal.
Jungwoo dan ten malah mencibirnya tanpa shuhua, berbuah delikan sinis dari shuhua.
"Eh sha, ntar pulang bareng yok. Anterin gue beli buku" ajak yuta.
Shuhua meringis "sorry ya gue gak bisa. Gue udah ada janji sama renjun" tolaknya.
Yuta tersenyum tipis "oh yaudah gak papa" cowok kembali sibuk dengan buku-bukunya, mengabaikan shuhua yang memandangnya merasa tak enak.
Tapi yah mau bagaimana, janjinya dengan renjun jauh lebih penting daripada menemani yuta membeli buku. Toh yuta bisa mengajak yang lain.
•••
Lonjin❤ : jaemin otw jemput
Shuhua tersenyum menatap layar ponselnya, ia duduk diwarung yang tak jauh dari gerbang sekolah. Menunggu jaemin yang akan menjemputnya.
Renjun sendiri tak bisa menjemput shuhua karena ia tengah menyiapkan kelas privatenya dikostan. Karena itu shuhua ingin main kesana untuk melihat sang pacar mengajar rekan sekelas atau adek tingkat yang ingin menambah ilmu bersama renjun.
