09. Jealousy

573 75 9
                                        


Jaemin menatap shuhua yang tengah tertawa mendengarkan candaan haechan dengan serius. Jaemin masih penasaran soal dirinya yang melihat shuhua bertemu sama dr. Suho, tak mungkin kalau shuhua sakit, soalnya selama ini shuhua ceria-ceria saja dan wajahnya pun selalu segar bugar.

Atau kalau sakit pun cuma sakit biasa. atau jangan-jangan abangnya yang sakit?

Jaemin sesekali membuka mulutnya hendak bertanya, tapi jaemin meragu. Ia takut dikira kepo dan sok ikut campur urusan orang lain.

Jaemin hanya bisa berpikir positif, bahwa bisa saja dr. Suho adalah om nya, atau siapapun lah. Ditambah marganya sama dengan marga abangnya.

Jaemin menoleh waktu seseorang muncul dari balik sekat ruang tengah satu dan ruang tengah dua. Sosok itu tersenyum pada seluruh penghuni rumah "siang kak" sapa lina.

Wajah ceria lina berubah datar saat menemukan shuhua diantara cowok-cowok tampan penghuni rumah.

"Eh lin. Udah dateng aja" sahut haechan.

Tawa shuhua lenyap saat bertemu pandang dengan lina yang masih berdiri disamping jaemin yang duduk disofa single.

"Iya kak, soalnya abang aku ada urusan makanya aku datengnya cepet" ucapnya.

"Oh iya lo masih dianter abang lo ya? masih belum bisa bawa mobil atau motor sendiri" lina mengangguk.

"iya kak. Aku susah ngerti soalnya"

"Oh, padahal dulu lo lumayan lama ya belajar mobil sama si hendery" sindir haechan tiba-tiba.

Raut wajah lina berubah kemudian tersenyum kikuk "chan" tegur jaemin sambil menatap haechan datar.

Haechan melengos pura-pura menonton tv "duduk lin. Kaki lo pegel ntar" ujar jeno diangguki lina lalu duduk disamping jisung.

Jisung melirik lina, lalu mendengus kecil pindah duduk kesamping shuhua, shuhua menatap bingung cowok jangkung itu kenapa ia tiba-tiba pindah kesampingnya. Tapi yang jisung lakukan hanya tersenyum tipis kembali fokus bermain game.

"Kak aku mau bikin minum ya" ijin shuhua.

"lah ini minum sha" tunjuk chenle, deretan gelas berisi minuman bersoda.

Shuhua melirik lina lalu tersenyum kikuk mencoba ramah tapi malah dibalas tatapan sinis "buat kak lina" ucapnya.

"Oh" ucap mereka serempak seolah tak peduli.

Shuhua kembali melirik lina yang masih menatapnya tajam sebelum bergumam "dasar cewek tukang nyari perhatian"

Shuhua mengacuhkannya karena ia tak mendengar gumaman lina, shuhua hanya melihat bibir lina bergerak tapi tak tau yang lina ucapkan.



•••



Shuhua mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja pantry, menunggu blender selesai menghancurkan buahnya hingga halus. Ditengah antengnya ia melamun renjun muncul dari balik punggungnya diam-diam.

"Lagi ngapain?"

Shuhua tersentak, sedikit termundur membuat punggungnya langsung tertubrukan dengan dada renjun "ngagetin aja sih!" Pekiknya.

Renjun tersenyum tipis "aku mandinya lama ya?" tanyanya.

"Nggak kok. Cuma 15 menit mah gak lama" shuhua segera mematikan blender setelah dirasa jus buatannya sudah jadi.

Renjun meraih gelas tersebut dan meminumnya dengan wajah tenang, shuhua melotot refleks memukul pundak renjun pelan membuat si empunya tersedak.

"Eh maaf. Gak sengaja" panik shuhua.

Apology✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang