Shuhua hanya mampu tersenyum, kepalanya menunduk saat renjun mengikat tali sepatunya dengan telaten. Adegan seperti ini mengingatkan shuhua pada drama korea yang kerap kali ia tonton, shuhua tak pernah membayangkan kalau ia akan merasakan adegan yang selalu berhasil membuat gadis-gadis jejeritan, terlebih yang mengikat tali sepatunya adalah renjun.
Cowok ganteng incaran para kaum hawa dari fakultas farmasi.
"Lain kali ngiket tali sepatunya yang bener, kalo sampe tali sepatunya lepas lagi terus kamu kesandung gimana?" Cowok itu mulai mengomel ketika berdiri berhadapan dengan shuhua.
"Ya... Jatoh" ucap shuhua pelan.
Renjun berdecak "kalo dibilangin tuh nurut"
"Iyaaa" shuhua mengerucutkan bibirnya sebal, sembari membuang pandang tak menatap sang pacar.
Renjun memang ganteng, tapi kadang mulutnya itu suka ngomel tiba-tiba. Mana kadang kata-katanya nggak difilter yang bikin perasaan shuhua tergores. Tapi shuhua selalu memaklumi kalau yang renjun lakukan itu demi kebaikannya, meski caranya ngeselin.
"Gak usah ngambek, aku ngomelin kamu juga demi kebaikan kamu" katanya, seakan paham isi kepala shuhua.
Shuhua cuma mengangguk namun bibirnya masih mengerucut membuat renjun menghela nafas, kalau sudah begini renjun harus mengeluarkan jurus andalannya.
Yaitu mendekap shuhua.
Tak menduga renjun akan memeluknya didepan umum seperti ini— terlebih mereka berada didepan gerbang sekolah— kedua mata shuhua membulat seraya melepas dekapan renjun dan sedikit menjaga jarak dengan cowok itu.
Renjun menatap tenang seakan apa yang telah ia lakukan tak berdampak apa-apa bagi sekitar terutama jantung shuhua yang udah dugem gak karuan "masih ngambek gak?" tanyanya.
Shuhua segera menggeleng sembari tersenyum kaku, sebab kalau ia mengangguk dengan wajah kusut besar kemungkinan renjun akan memeluknya lagi, atau bahkan lebih.
Cowok itu selalu berani melakukan apapun, dimanapun dan kapanpun. Tak peduli posisi mereka bagaimana dan ada siapa. Resiko punya pacar mahasiswa.
Ya sebenernya sih shuhua seneng-seneng aja dipeluk renjun, cuma ini tuh didepan gerbang sekolah gitu. Kalau semisal ada guru yang lihat kan berabe, mana kebanyakan murid disini kang gibah lagi.
Yakin deh setelah ini nama shuhua akan terdengar dimana-mana.
"Aku masuk dulu, udah mau bel" ucap shuhua.
renjun mengangguk dan dengan kecepatan kilat yang tak mampu shuhua hindari, renjun berhasil mengecup keningnya. Sontak saja tubuh shuhua membeku disertai bisikan-bisikan disekitarnya.
Aduh please deh ini shuhua beneran bakal jadi trending gosip nomor satu disekolahnya.
"Jun!!" rengek shuhua.
"Kenapa" tanyanya tanpa dosa.
"Aku kan udah bilang, jangan cium-cium kalo lagi didepan umum" bisiknya.
"Jadi kalo gak didepan umum gak papa gitu?" tanya renjun jahil.
"ihhh gak gituuuu" shuhua gemes sendiri
"Trus gimana?" renjun makin gencar menggoda, apa lagi saat pipi shuhua mulai merah.
"Tau ah"
Renjun terkekeh bikin shuhua tertegun dengan pipi yang sudah merah sepenuhnya, soalnya ya renjun tuh jarang senyum makanya sekalinya senyum bisa bikin jantung shuhua hampir lompat dari tempatnya.
"Yaudah sana masuk, udah mau bel kan? Aku juga harus kuliah" shuhua mengangguk lemas.
Renjun mengernyit "kenapa mendadak lesu gitu?" Tanyanya.
