"Kamu yakin mau sekolah hari ini?"
Shuhua mengangguk kukuh, "aku udah sembuh kok, udah gak papa." Shuhua memutar tubuhnya guna menunjukkan meyakinkan renjun kalau dirinya sudah benar-benar sembuh.
Renjun menghela napas samar, "baru kemarin lho kamu pulang dari rumah sakit, masa langsung sekolah." ucapnya.
"Istirahat dulu aja ya?" bujuk renjun membuat shuhua mengerucutkan bibir.
"Mau sekolah sekarang. Dirumah bosen, aku kesepian." rengeknya.
Renjun menggigit bibir dalamnya menahan untuk tidak mencubit pipi shuhua karena tingkah menggemaskannya.
"Kan nanti pulang kuliah aku kesini." bujuk renjun lagi.
"Gak mau. Mau sekarang, takutnya aku gak bisa sekolah lagi." cicitnya pelan.
"Yaudah oke, kamu sekolah." Finalnya, membuat shuhua tersenyum sumringah.
"Tapi janji ya jangan telat makan. Obat nya juga diminum." shuhua mengangguk kemudian memeluk lengan renjun manja.
"Janji kok gak akan telat. Kan biar bisa lebih lama lagi sama kamu."
Renjun terkekeh, "apa sih? Mulai deh ngelanturnya." ucapnya kemudian mencubit ujung hidung shuhua gemas.
"Udah bisa gombal ya sekarang? belajar dari mana hm?" Sambungnya.
"Dari huang renjun dong" ucap shuhua membuat renjun tertawa.
Renjun memandangi shuhua yang tengah memakai topi kupluk dengan alasan
shuhua gak boleh kena panas, padahal alasan sebenarnya karena rambut shuhua yang semakin menipis.
"Cantik gak?" tanya shuhua iseng, setelah kepalanya tertutup kupluk.
Renjun mengangguk, "kamu itu gak pernah jelek." ucapnya sungguh-sungguh.
Shuhua terkekeh sebelum duduk dibelakang renjun yang sudah lebih duduk duduk diatas motornya, "peluk dong, aku kedinginan nih." Katanya.
Shuhua tersipu seraya melingkarkan kedua tangannya diperut renjun cukup erat, renjun tersenyum tipis kemudian segera melajukan motornya.
Diperjalanan mereka saling diam, shuhua diam karena Menikmati hembusan angin pagi yang menyejukkan, sementara renjun diam karena tengah memikirkan kejadian kemarin saat shuhua memuntahkan cairan aneh itu, dan saat ditanya shuhua berkata itu efek obat tipes.
Renjun jelas ragu karena setau renjun obat tipes gak pernah berefek seperti itu tapi ia mencoba untuk percaya kalau pacarnya memang hanya sakit tipes bukan yang lain.
•••
"Shuhuaaa... anjir, gue kangen banget sama lo!"
Shuhua tertawa, tubuhnya termundur saat jungwoo menerjangnya dan memeluknya erat, ten yang ada dibelakang jungwoo menggeplak kepala jungwoo membuat jungwoo kesakitan dan segera melepas pelukannya.
"Shuhua baru sembuh! jangan bikin dia sakit lagi." omel ten.
Shuhua hanya tersenyum melangkah menuju mejanya diikuti jungwoo dan ten.
"Sha kemaren lo sakit apa? kok gak bilang-bilang." tanya jungwoo.
Shuhua tersenyum tipis, "cuma tipes kok."
"Serius? Tipes doang?" ucap ten memastikan.
Shuhua mengangguk, "iya tipes, kenapa emang?" Shuhua balik bertanya ketika dua sahabatnya seakan tak percaya pada jawabannya.
Keduanya saling lirik sebelum tertawa kaku, "kan gue bilang juga apa, pasti tipes. Gak papa kok sha kita cuma mastiin aja, takutnya lo kena penyakit lain soalnya dipikir-pikir lo sering banget ijin sakit. ucap jungwoo.
