06. Unik

469 75 7
                                        


Shuhua menghela nafas untuk yang kesekian kalinya, sesekali ia melirik jeno yang masih anteng dengan ponselnya. sedangkan jisung, chenle dan haechan  tengah tidur siang dikamarnya masing-masing sejak beberapa menit yang lalu.

Shuhua benar-benar kesepian, tak ada yang mengajaknya bicara. Yang ada hanya suara tv dan suara renjun dari ruang tengah utama.

Shuhua mendongak saat jaemin datang sambil memakai jaketnya "mau kemana kak?" tanya shuhua.

"Mau kemini market nih, isi kulkas udah pada kosong. Sekalian beli cemilan buat muridnya renjun " jawabnya.

"mau nitip gak?" tanya jaemin

"Boleh deh. Titip es krim sama cemilan juga, cemilannya apa aja terserah" sahut jeno bikin shuhua menganga tanpa suara.

"Bukan elo, ogah gue mah dititipin lo" sahut jaemin.

"Kalo aku ikut boleh gak?" Shuhua rasa ia daripada ia mati kesepian mending ikut jaemin, sekalian jajan juga.

"Boleh lah, sekalian temenin gue "

Shuhua segera beranjak mengikuti jaemin. ketika keduanya melewati ruang tengah, renjun nampak fokus menjelaskan materi, sesekali cowok itu membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot. Dan bagi shuhua hal itu membuat renjun kian mempesona.

Atensi shuhua beralih pada cewek yang duduk paling depan, ketika semua orang mencatat penjelasan renjun cewek itu malah diam memandangi renjun dengan mata berbinar. Bibirnya pun terus tersenyum.

Sekali lihat pun shuhua tau cewek itu menaruh rasa pada pacarnya.

Shuhua berdeham pelan "Jun, aku mau ke minimarket dulu ya sama kak nana" ijinnya, renjun hanya ngangguk mempersilahkan.

"Mau nitip gak?" tanya shuhua sesekali melirik cewek yang menatapnya tak suka secara terang-terangan.

"titip ke jaemin aja" ucap renjun bikin jaemin menoleh bingung.

"apaan?" tanya jaemin sambil masukkan ponselnya kedalam saku celana.

"Titip shuhua" ucapnya kembali fokus mengajar.

Shuhua tersenyum malu, sedangkan jaemin cuma memberi tanda oke sambil sedikit menggoda shuhua karena pipi cewek mendadak merona.

Murid-murid renjun menoleh pada shuhua yang tersenyum malu-malu, mereka menebak cewek berseragam sma itu adalah pacar guru les privatenya. Berbeda dari yang lain cewek tadi masih menatap shuhua sinis, sampai shuhua melenggang pergi dengan jaemin.



•••





Shuhua setia mengikuti jaemin kesana kemari, sesekali ia membantu jaemin mengambil barang-barang yang cowok itu butuhkan "belanja nya banyak banget kak" ucap shuhua basa-basi.

"Iya nih, abis dari sini gue mau masak buat makan malem. Lo jangan pulang dulu ya kita makan malem bareng" katanya.

"gak usah kak. Takut ngerepotin " ucap shuhua sungkan.

"Apasih lo, kek sama siapa aja. Malahan gue tuh seneng masakan gue banyak yang makan" ucap jaemin.

"yaudah deh, tapi abis makan aku langsung pulang"

"Oke, kalem"

Setelah beberapa menit memutari isi minimarket, shuhua dan jaemin keluar dari dengan beberapa kantong besar berisi berbagai macam bahan masakan dan kebutuhan rumah seperti sabun, tissue, pewangi ruangan hingga racun tikus.

Jangan tanya buat apa, jelas buat tikus.

Dikarena jaraknya tak begitu jauh dari koastan, maka keduanya memilih untuk jalan kaki. Selain untuk hemat bensin juga jalan kaki itu sehat.

"Capek gak? Biar gue aja yang bawa" jaemin hendak meraih kantong dengan ukuran sedang yang shuhua bawa, namun si empunya langsung menjauhkan benda itu dari jangkauan jaemin.

"Enggak kok kak, gak berat juga"

"Bener ya? Awas kalo nanti nyampe rumah lo ngadu sama renjun "

shuhua tertawa kecil "nggaklah. Emangnya aku bocah apa"

Jaemin hanya menanggapinya dengan senyum tipis. untungnya cuaca hari ini berawan tapi meski begitu udaranya tetep panas, sampai jalan sebentar saja sudah bikin jaemin dan shuhua keringetan. Padahal mataharinya gak kelihatan.

Shuhua mengusap keringatnya gelisah, matanya berkedip-kedip beberapa kali. Hal itu membuat jaemin menoleh.

"Lo kenapa?" tanyanya.

"Ah gak papa kok kak. Cuma gerah aja"

Jaemin mengangguk kemudian melirik rambut panjang shuhua yang terurai "lo bawa iket rambut gak?" tanya cowok itu tiba-tiba.

"Ada sih. Buat apa emang kak?" tanya shuhua bingung.

"coba minjem" pinta jaemin.

Shuhua merogoh kantong roknya, mengambil iket rambut berwarna biru "ini kak"

Jaemin menaruh kantong plastiknya diatas trotoar, cowok itu berjalan kebelakang shuhua bikin shuhua makin kebingungan.

"Mau ngapain ka-"

Ucapan shuhua terpotong saat jaemin meraih rambut panjangnya, merapikannya sesaat sebelum mengikatnya dengan hati-hati.

"Kalo gerah tuh diiket rambutnya" ucap jaemin, kembali melangkah disamping shuhua setelah meraih kantong belanjaannya.

Shuhua masih tertegun, sebelah tangannya meraba rambutnya sambil menatap punggung jaemin.

Jaemin yang sadar shuhua masih diam ditempat pun menoleh "buruan sha, udah ujan nih" ucap jaemin yang memang sudah mulai gerimis.

Shuhua tersadar kemudian mengangguk kaku, berlari kecil mengejar langkah jaemin.

"Pacaran sama renjun gimana sha?" tanya jaemin tiba-tiba.

Shuhua melirik "gimana apanya?"

"Ya kalian, gimana rasanya punya pacar kayak dia"

Shuhua diam sesaat sebelum tersenyum tipis "seru, menantang" ucapnya bikin jaemin menoleh sambil mengerutkan dahi.

"Menantang?"

"Iya, kak nana tau kan kalo renjun orangnya cuekan, datar-datar aja kadang ngomongnya aja suka pedes kayak bon cabe. Suka ngegas juga—"

"Tapi kadang dia itu suka bikin jantung aku dugeman" katanya, bercerita dengan antusias.

Seakan segala sesuatu tentang renjun memang seru untuk dibicarakan.

Jaemin diam saja menyimak, apa lagi saat senyum shuhua makin terkembang "pacaran sama renjun itu kayak naik roller coaster, kadang bikin bete karna dia suka cuek. Kadang bikin jantung deg degan karna suka bertindak manis tiba-tiba, kadang juga bikin sedih karna waktu dia banyak kesita sama kuliahnya"

Senyum manis shuhua memudar berganti dengan senyum miris " tapi justru itu yang menantang, perasaan aku kayak lagi diuji" katanya.

"Sesayang apa aku sama renjun, sekuat apa aku sama sikap renjun. Itu yang bikin aku tahan sama segala sifat dia"

"Itu juga yang bikin aku makin sayang sama dia, karna bagi aku renjun itu unik"

Mendengar hal tersebut jaemin tersenyum tipis "seru banget ya kayaknya?"

Shuhua cuma senyum sambil mengangguk kecil "jadi pengen juga punya pacar kayak lo"

Shuhua refleks menoleh "eh?"

Jaemin tertawa kecil "maksud gue, pengen punya pacar yang sabar, pengertian juga perhatian. Kayak lo gini, meskipun kelakuan renjun suka mancing emosi orang lain, tapi lo malah suka dan mengangguk sifat judes renjun itu unik" jelasnya.

"oh hehe.. karena menurut aku renjun emang unik. Orang lain bisa menilai dia semaunya, tapi mereka gak tau aslinya renjun itu kayak gimana. Mereka cuma tau luarnya aja" ceritanya.

Jaemin tersenyum simpul, menepuk puncak kepala shuhua tiba-tiba membuat si empunya mengerjap serta terdiam kaku "renjun beruntung punya lo. Semoga gue juga bisa seberuntung renjun ya?"

Apology✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang