27. Thanks And Good Bye

1.4K 88 27
                                        

Renjun menatap kosong shuhua yang tersenyum dibalik bingkai yang disimpan diatas kuburannya. Renjun terduduk lemas saat orang tua shuhua menjauh memberi ruang untuk sekedar mengucap selamat tinggal pada shuhua yang mungkin sudah tenang dialam sana.

Mata renjun kembali berair dengan dada sesak dan terasa sakit, tenggorokannya tercekat seakan tak ada udara yang masuk.

Renjun meremas tanah didepannya yang bertabur bunga diiringi isak tangis tertahan.

Disamping itu, jeno, jaemin, haechan, chenle dan jisung hanya diam terpaku menatap sahabatnya yang menangis tersedu-sedu.

Jeno dan jaemin memalingkan wajah ingin bersikap kuat namun gagal karena ia tetap mengeluarkan air mata seiring dadanya yang terasa semakin sesak.

Apa lagi saat mendengar isak pilu renjun.

Disebelah kanan, yuta menatap lurus foto shuhua. Beberapa kali menghela napas berat yang terasa sangat amat sesak, ia belum sempat mengungkapkan isi hatinya, tapi shuhua sudah pergi lebih dulu. Kemudian yuta melirik renjun, disampingnya orang tua shuhua masih menangis dengan doyoung yang mencoba menenangkan keduanya.

Doyoung melirik sekitar yang mulai sepi, satu persatu berlalu pulang menuju rumah masing-masing setelah berdoa untuk adiknya.

"Ma, pa, kita pulang ya? Udah mau sore." bujuk doyoung.

Meski awalnya orang tua nya menolak namun akhirnya tetap memilih pulang setelah doyoung membujuknya dengan beribu alasan.

Toh diam disini pun percuma, shuhua tak akan pernah kembali.

Sebelum pergi, doyoung menyempatkan menepuk pundak renjun meremasnya pelan seakan memberi kekuatan yang sama sekali tak digubris renjun karena masih menangis.

"Lo pulang aja bang renjun biar kita yang jagain." ucap jaemin seakan mengerti bahwa doyoung mengkhawatirkan pacar adiknya tersebut.

Meskipun doyoung masih marah dengan renjun, tapi tetap saja saat melihat renjun sehancur ini doyoung tak tega.

Doyoung mengangguk, berpamitan sebelum menuntun kedua orang tua nya menjauh dari area pemakaman.

Ten dan jungwoo pun berpamitan, menarik yuta menjauh.

"Jun kita pulang yuk, udah mau sore." bujuk jaemin.

"Iya jun, gak baik tau maghrib-maghrib dikuburan, ntar digondol wewegombel." celetuk haechan.

"Chaann!" peringat jeno membuat haechan mengatupkan bibir diam, karena becanda diwaktu yang salah.

"Kalian duluan aja, gue masih mau disini." ucap renjun parau.

"Jun jangan gini, gue yakin shuhua gak suka liat lo kayak gini, jangan bikin dia sedih." jeno mendekat.

"Iya, lagian yang sedih bukan cuma lo doang. Kita juga sedih, semua orang yang kenal shasha sedih, tapi kita harus kuat biar shuhua tenang, gak terbebani karena kita terutama lo." ucap chenle.

"Bener tuh, menurut film yang pernah gue tonton kalo orang yang mati sedih atau khawatir sama yang masih hidup. Ntar masuk surganya susah." ucap haechan.

"Chan jangan bikin tangan gue beneran nabok pala lo ya." Sahut jeno kesal.

"Apa sih, gue cuma ngasih tau doang, kalo lo emang sayang sama shasha jangan kayak gini. Lo harus kuat lo harus capai cita-cita lo buktiin kalo selama ini waktu lo gak sia-sia, gue yakin shuhua pasti bangga sama lo." cerocos haechan.

"Percuma gue lanjutin hidup, kalo shuhua aja ninggalin gue."

"heh!! Kalo ngomong jangan sembarangan gak baik tau, ntar shasha marah." Sentak jaemin.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 08, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Apology✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang