Renjun segera merapikan ruang tengah dibantu beberapa muridnya sebelum mereka pulang, setelah selesai renjun mengantar muridnya sampai ke pintu lalu satu persatu dari mereka berpamitan pulang.
"Besok gak usah belajar. Saya kasih kalian libur selama dua hari" ucap renjun sambil senyum tipis.
Mereka mengulas senyum lebar lalu berterima kasih pada renjun seraya membungkukkan badan sebelum mempercepat langkah keluar dari pelatara rumah. Saking senangnya, beberapa dari mereka ada yang melompat-lompat bahkan mengepalkan tangan keudara.
Kebahagiaan itu tertular sempurna pada renjun. Ia memang sengaja memberi mereka waktu untuk beristirahat, renjun tau bagaimana penatnya belajar setiap hari. Terlebih beberapa dari mereka kalangan menengah kebawah yang mana mereka harus mati-matian belajar untuk mempertahankan beasiswanya. Sedangkan dari kalangan menengah atas, mereka hanya dipaksa dan ditekan oleh keluarganya agar setara dengan orang lain.
Renjun hanya ingin mereka istirahat dan memanjakan dirinya sendiri dengan cara masing-masing sebelum kembali berperang hingga menang.
Berbeda dari yang lain, lina justru merasa tak senang dengan kabar ini. Yang mana artinya ia tak akan melihat renjun selama dua hari kedepan, dan itu kabar buruk.
"kok libur?" ucapnya yang mengundang delikan dari murid yang tengah memakai sepatunya dihadapan lina.
"Soalnya gue banyak tugas, lupa gue masih mahasiswa?" jawab renjun, merubah intonasi suaranya menjadi lebih santai.
Lina sudah akan menjawab namun ucapannya hanya tergantung diudara saat jia menyela lebih dulu. Dan fyi saja jia ini salah satu fansnya renjun, yang benar-benar fans bukan seperti lina yang mulai terobsesi untuk memiliki renjun.
"Makasih kak udah ngasih libur, saya janji akan belajar lebih giat lagi," katanya.
Renjun mengangguk kembali senyum "Hati-hati dijalan ya jia, manfaatin waktu liburnya dengan baik."
"Siap kak! Pamit ya. Lin lo gak pulang?" Tanyanya.
"Entar, lo pergi aja sono. Ganggu." Decak lina berbuah cibiran tanpa suara dari jia sebelum melenggang pergi.
"Lo kenapa?" tanya renjun, karena lina terus menatapnya dengan tatapan sendu.
"Aku gak mau libur."
"Lah kenapa?"
"karna aku... Pengen terus ngeliat kak renjun tiap hari. Kalo libur kan pasti gak ketemu kak renjun."
"Kan kita satu kampus."
"Tapi beda fakultas kak.. Aku fk sedangkan kak renjun farmasi." ucapnya setengah merengek.
Renjun menatap lina bingung,"trus kenapa emang? Harus banget lo ketemu gue tiap hari."
"Harus."
"Kenapa?"
Lina diam sesaat, menatap renjun dengan mata sedikit bergetar tangannya terkepal dan perlahan pipinya mulai memanas.
"Karna aku suka kak renjun."
Renjun melotot menatap lina tak percaya bahkan mulutnya pun sedikit terbuka. Harusnya renjun gak sekaget itu kan?
Ya harusnya gitu, tapi yang renjun tau lina tengah dekat dengan anak seni. Renjun lupa namanya tapi renjun tau karena renjun sering main-main kefakultas seni untuk melihat-lihat lukisan yang dipajang digalery khusus anak-anak seni, untuk dilihat banyak orang.
"Tunggu, bukannya lo lagi deket sama anak seni ya?" terkanya.
Raut wajah lina sedikit berubah, samar lina menarik nafas menguasai ekspresi wajah nya agar tetap terlihat tenang.
