PART 24
Malika menatap Arka yang saat ini tengah menggerutu di hadapannya.
Sifat Arka yang satu ini sudah mirip ibu-ibu yang di beri uang bulanan oleh suaminya tapi tak sesuai keinginan. Cerewet dan suka nyirnyir.
Dulu, saat hamil Arka, bunda itu ngidam apa 'sih? Kok bisa punya anak yang modelnya seperti Arka ini. Dalam hati, Malika bertanya sendiri tentang ngidam Alify saat hamil Arka.
"Serius deh, Ar. Gue bingung sama lo. Dari tadi itu mulut memang enggak capek nyirnyir terus?" tegur Malika seraya menghela napas. "Adaaa aja yang lo nyirnyir. Makanya mata lo itu enggak usah keliling deh, biar lo enggak ketemu bahan buat nyirnyir." Malika menatap Arka yang kini memelototinya.
"Mulut-mulut gue. Hati dan mata juga punya gue. Kenapa lo yang sibuk?" balas Arka yang sepertinya tengah PMS. Dari tadi semua selalu salah di matanya.
"Cowok kok doyan nyirnyir. Laki apa perempuan?" celetuk seorang gadis yang duduk di sebelah Malika.
Sebenarnya gadis bernama Sista Calista itu sudah duduk sejak awal di bangku yang mereka duduki. Hingga akhirnya Malika dan Arka tiba-tiba datang bergabung dengan Sista karena tidak menemukan meja yang kosong.
"Cewek kok mirip laki-laki. Situ asli laki tulen atau waria?" sahut Arka tak mau kalah.
"Cowok kok meditnya minta ampun. Rentenir atau ibu-ibu tukang kost?" Kali ini Sista tak mau kalah. Cewek itu sedari tadi sudah cukup bersabar mendengar nyirnyiran Arka yang tidak hanya membahas orang-orang sekitar tapi juga dirinya.
"Apa lo bilang?" Arka melotot tak terima. Namun, belum sempat ia beraksi untuk mencubit Sista, Malika sudah lebih dulu menepis tangan Arka.
"Udah deh lo berdua jangan pada ribut terus. Gue kawinin lo berdua tahu rasa," ancam Malika disambut pelototan keduanya.
"Enggak sudi gue punya bini kayak dia. Kayak udah enggak ada perempuan lain aja di dunia ini," tolak Arka seraya menatap Sista ngeri. Begitu juga dengan Sista yang kini justru menggelinjang jijik mendengar penuturan Malika.
"Gue bahkan enggak akan pernah bisa membayangkan kalau punya laki modelan kayak lo. Bakal tersiksa lahir bathin gue."
"Eh, yang mau jadi laki lo juga siapa, heh?"
"Yang mau jadi bini lo juga siapa?"
"Heh, tukang kredit, lo dengar dan catat baik-baik dalam otak kecil lo yang cuma ada duit doang, kalau gue Rajaarka Davis Jarec enggak akan sudi sebut nama lo di depan penghulu." Arka menekan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.
"Heh, si Raja medit, lo dengar baik-baik ya kalau gue Sista Calista binti Mahendra Putra juga enggak sudi duduk di pelaminan bareng sama cowok medit yang suka nyirnyir macam lo." Sista berucap dengan menggebu-gebu sehingga membuat Malika yang berada di antara keduanya hanya bisa menggerutu karena berada di antara kedua sejoli yang sedang mabuk asmara.
"Amin. Gue sebagai penengah hanya bisa berdoa semoga lo berdua bisa sampai ke pelaminan dengan selamat," ucap Malika yang disambut pekikan dari Arka dan Sista.
"Ogah!"
_______
Pukul satu siang Malika baru keluar dari kelasnya dengan di temani oleh Jelita, teman baru Malika yang entah mengapa baru akrab akhir-akhir ini.
Tadi setelah mendengar perdebatan unfaedah yang di lakukan Arka dengan gadis bernama Sista itu, Malika langsung menuju kelasnya karena kelas segera akan di mulai.
Malika tak tahu apa yang terjadi selanjutnya antara Arka dan Sista. Malika hanya berharap tidak ada properti kantin yang rusak karena ulah keduanya.
"Habis ini kita mau kemana lagi?" tanya Jelita menatap Malika. Tinggi mereka hampir sama sehingga tak membuat Jelita susah payah untuk mendongak.
"Gue enggak tahu. Gimana kalau kita ngecengin anak-anak kedokteran?" Malika tersenyum antusias.
Banyak pemuda tampan yang berasal dari fakultas kedokteran. Hal tersebut membuat Malika sering melangkah sendiri tanpa dikomando ke sana.
"Ih, enggak ah. Gue malu mau kesana. Iya kali gue ikutin lo yang memang centil," tolak Jelita disambut dengkusan Malika.
"Gue enggak centil ya. Tapi, ulat di dalam rahim gue suka gerak-gerak sendiri nyuruh gue kesana. Ya bukan salah gue dong," sahut Malika tak mau kalah. "Udah ah, ayo kesana." Malika menarik Jelita meninggalkan fakultas sastra menuju istana para bidadara versi Malika.
Sesampainya di FK, mereka disambut pemandangan dimana seorang gadis tengah menyatakan cinta pada seorang pemuda yang terlihat menatap gadis tersebut dengan tatapan datar.
"Gimana, Jay, lo mau 'kan jadi pacar gue?"
Gadis yang tengah mengenakan kemeja pink dan rok hitam selutut itu menatap penuh harap pada Jayden.
"Sorry, gue enggak bisa," tolak Jayden membuat gadis itu terbelalak shock.
"Kenapa?" tanya gadis itu terdengar kecewa. "Gue kurang apa? Gue cantik, gue seksi, gue tajir, dan yang pasti gue juga hits," cerca gadis itu menatap Jayden dengan tatapan menuntut.
"Apa karena gue bukan berasal dari FK juga kayak lo?" tanya gadis itu lagi setelah tak mendapat respon dari Jayden.
"Karena gue udah punya pacar."
Jawaban Jayden tak pelak membuat semua yang menonton drama gratis itu terbelalak tak percaya.
Jayden melangkah pelan menghampiri Malika kemudian menggengam tangan gadis itu.
Jayden memutar tubuhnya menghadap gadis yang tengah menyatakan cinta padanya.
"Ini pacar gue," aku Jayden mengejutkan semua orang termasuk Malika.
"Astaga!" .
"Jay, lo--"
Jayden tak menyahut lagi, pemuda itu memutar tubuhnya dan menarik Malika untuk pergi dari gadis yang sudah menyatakan perasaan padanya.
"Ish, Kak, kenapa lo ngaku-ngaku sebagai pacar gue? Gue 'kan udah punya pacar. Pacar gue itu Bang Bian salah satu dosen di kampus ini. Lo tahu sendiri 'kan?" cerca Malika menatap Jayden gemas. Malika takut gosip akan menyebar dengan cepat dan akan sampai di telinga Bian. Malika tak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan Bian hingga akhirnya Malika memutuskan untuk menyelesaikannya sendiri.
"Nanti antar gue ke kantor pacar lo. Gue akan jelasin semuanya ke pacar lo," ujar Jayden tenang.
"Nyeh, lo berani bilang langsung ke pacar gue?" sahut Malika tak percaya.
Jayden mengangguk mantap membuat Malika menghela napas dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Setidaknya nanti ia dan Jay akan menjelaskan pada Bian. Malika tak ingin Bian mendengar gosip murahan yang menyebar dari mulut ke mulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
OMG! MALIKA
General FictionMalika Tresia Jarec, cewek cantik yang baru menduduki bangku kuliah semester awal. Cewek biang onar yang selalu bikin ulah dimana pun kakinya berpijar. Cewek cantiknya yang sialnya adalah pacar dari Bian Baskara, seorang pengusaha sekaligus dosen ga...
