PART 21
Malika menatap heran rumahnya yang terlihat ramai. Seingatnya tadi saat ia berangkat pergi, rumahnya dalam keadaan sepi karena semua anggota keluarga sudah berangkat menjalani aktivitas masing-masing di luar rumah.
"Bang, ini kenapa rumah kok ramai, ya?" tanya Malika pada Bian yang mendorong kursi rodanya. Sementara Sofie yang berjalan di sisi kanan Malika juga tak kalah heran.
Tadi usai makan di restoran, Malika dan Bian membawa Sofire ke dufan untuk mengobati kesedihan Sofie. Mereka baru saja tiba saat menjelang sore.
"Abang juga enggak tahu, Sayang. Mungkin lagi ada acara kumpul-kumpul," sahut Bian ragu.
"Masa? Tapi mama enggak ada bilang apa-apa sama aku." Malika mengernyit ragu.
"Ya sudah, kita masuk dulu."
Ketiganya memasuki rumah yang sudah ramai dengan anak-anak Alify dan Naya yang memencar di beberapa tempat.
Rombongan keluarga mereka jika dijadikan satu sudah cukup untuk memenuhi sebuah kelas.
Banyak dan berisik.
"Ma!" panggil Malika keras.
Malika bukan mau bersikap tak sopan, tapi ruangan ini sangat ramai hingga jika suara Malika mengecil maka tidak akan terdengar.
"Eh, anak mama sudah datang. Sofie pasti lagi capek banget, ya?" sapa Prissy menghampiri Sofie dan memeluk hangat putrinya itu.
"Ma, aku yang manggil mama, ih." Malika mengerucut bibirnya menatap mamanya sebal.
"Oh, hai sayang. Sehat hari ini? Kantong kamu enggak jebol 'kan?" Kali ini Prissy tersenyum menyapa Bian membuat Malika memelototi mamanya.
"Mama, ih!"
Prissy terkekeh begitu juga dengan Bian. Malika memang terkadang bersikap manja dan lebih banyak bersikap menyebalkan. Jadi, tak heran jika Prissy terkadang bersikap sama menyebalkan seperti Malika.
"Ini kenapa ramai-ramai, Ma?" tanya Malika penasaran.
Prissy tersenyum lebar. Tangannya mengusap perutnya yang datar membuat Malika semakin tak mengerti.
"Mama lapar?"
"Bukan dong, Malik." Prissy tersenyum lebar. "Semua anggota keluarga kita kumpul di sini karena mau kasih selamat ke mama," ujarnya semangat.
"Selamat untuk?" Kening Bian, Malika, dan Sofie kontan mengerut tak mengerti.
"Mama hamil. Sebentar lagi Malik, Dika dan Sofie bakal dapat adik baru."
Seketika itu Malika membeku mendengar ucapan mamanya.
Mamanya hamil?
Hamil?
Bayi dalam perut?
Perut besar?
"Argh! Mama kenapa hamil lagi di saat aku sudah besar?" Malika histeris mendengar mamanya hamil lagi.
Adiknya berusia 5 tahun, Malika sudah memasuki angka 23 tahun. Kalau jalan berdua dengan sang adik kecil, bisa-bisa Malika di kira ibunya lagi.
"Ya mau gimana lagi hadirnya tiba-tiba. Ugh, mama dan papa bahagia lho mau punya dedek bayi lagi di dalam rumah."
Senangnya dalam hati
Kalau punya anak lagi
Seperti dunia
Ada yang punya.
Prissy melantunkan sebuah lagu dari band terkenal pada masanya dengan menggantikan lirik lagunya.
Kepada Malika
Mama sayang padamu.
Kepada Treandika
Mama juga sayang padamu.
Kepada Sofie sayang
Mama i love you
KAMU SEDANG MEMBACA
OMG! MALIKA
General FictionMalika Tresia Jarec, cewek cantik yang baru menduduki bangku kuliah semester awal. Cewek biang onar yang selalu bikin ulah dimana pun kakinya berpijar. Cewek cantiknya yang sialnya adalah pacar dari Bian Baskara, seorang pengusaha sekaligus dosen ga...
