(14) : Penghibur Penghapus Luka

100 18 2
                                    

Enjoy the story🦄

_________

Hapus air mata. Cukup sedihnya. Jangan sampai semesta mengolok olok mu karna gagal menghadapi getaran yang semesta hadiahkan!

***

Dengan muka yang sudah kembali segar dan mata yang tak lagi sembab. Nami keluar dari kamar menuju ruang makan.

Mata Nami memicing melihat banyaknya orang di ruang makan. Tunggu.. itu kan para manusia tengil!

Dengan tergesa akhirnya Nami tiba di ruang makan.

"Kok kalian..??" Nami menunjuk enam orang teman sekolahnya telah duduk manis di kursi meja makan.

"Oma yang ngundang." Oma datang dari arah dapur bersama mama.

"Oma sama mama udah makan, kalian makan aja sama sama. Mama pergi ke ruang tv dulu." Ucap mama sambil berjalan meninggalkan ruang makan.

"Ayo mak." Oma mengangguk dan mengambil toples berisi kerupuk rendang telor (oleh oleh khas Sumatra Barat).

"Oma culik ya hahaha." Lalu oma dan mama berlalu dari ruang makan.

"Oma lu gaul mi." Ucap Citra saat oma telah hilang dari pandangan.

Ya.. disini sudah ada teman teman dekat Nami di sekolah.

"Sumpah gue baru sekali kesini, tapi kayanya gue bakal terus main ke sini." Dilla yang berucap sambil menyanduk nasi.

"Udah jangan diliatin aja. Yuk makan!" Lanjut Dilla.

"Ini rumah lo atau Nami sih?" Reva berkata sewot. Dilla malah nyengir kuda. Nami tertawa lalu ikut duduk dan antri untuk mengambil nasi.

Ah.. sebelumnya belum author jelaskan bagaimana sifat sifat dari teman Nami yang di Padang ini. Sebenarnya mereka merupakan tokoh nyata di sekolah author dan jadi sahabat paling author sayang dan ngeselin wkwk. Jadi curhat. Ok deh lanjut.

Jadi, disini ada..

Reva, manusia tinggi yang memiliki mulut pedas membaraa. Manusia halu yang udah ga bisa di tolong! Didunia nyata dia dekat sama ketua osis sekolah dan insyaallah disini juga bakal author buat gitu juga:v hobinya nyewotin orang. Bucin akud!!!!!

Dilla, manusia yang paling ga suka kalau namanya ga di buat doble "L". Dia merupakan anak yang sangat sangat gaje. Retchehh!! Suka gangguin hidup orang (apalagi hidup aa' Rangga), suka seenaknya oke?! Ya kek tadi di meja makan. Kalau lagi tomboyy ya tomboy kek laki bangetttt. Kalau lagi feminimnya ya centilnya bikin istigfar ga henti henti.

Aji, paling lola! Paling polos! Paling dramatisssssss. Dia paling baik si kalau untuk nemenin cari wc:v setia aja nemenin. Beda ama Reva yang ga sabaran.

Dinda, paling pendiam, ya walau kalau bangkit jiwa kaga warasnya sama aja kaya yang lain. Dan kadang dia lola juga. Mata sipit segariss ya gaisss.

Citra, REMPONG!!! Hampir samalah ama Reva. Tapi dia kaya lebih emosian gitu. Suka banget ngegas kek ga punya rem. Wkwk soriii. Ngatain orang jomblo.. lah situ? Kalau Reva dekat ama ketos di ketawain dan ngaku ngaku kalau dia masih lugu. Tapi!!!!! Diantara mereka Citra lah yang mempunya kontak cowok dengan nama "Bos qu emoji lop hitam" lugu itu namanya?! Yang telponan! Chattingan!! Yaallah tabahkan hamba. Wkwkwk sorriiii

Naila, manusiaaaaa tinggiii menjulangg bak tower telko*sel. Mending ngehasilin sinyal.. lah ini? Lolanya sebelas dua belas ama Aji! Salah satu yang gaje tapi ga separah Dilla! Halu tinggal dewaaa!

Oke sip sekian perkenalannya kembali ke laptop.. eh! Kembali ke meja makan maksudnya.

"Alhamdulillah. Eeekkkqq." Aji mengucap syukur dan bersendawa. Sepertinya kita terlalu lama mengghibahkan mereka, ternyata mereka sudah selesai makan.

"Eh Mi! Nonton yuk." Citra mengajak sembari membereskan meja makan.

"Ga usah non biar bibi aja." Tiba tiba pembantu Nami datang. Citra mengangguk. Bibi tersenyum.

"Ayuk." Ucap Nami dengan senyum.

"Eh btw lu kenapa nangis?" Tanya Reva. Kepala Nami tertunduk. Ia menggeleng.

Oke. Sepertinya mereka tak bisa memaksa Nami agar cerita. Cukup Nami yang sudah kembali baik baik saja dapat membuat mereka bernapas lega. Karna itulah tugas mereka sampai di undang ke rumah yang besar ini.

"Yaudah kalau ga bisa cerita ke kita. Yang penting lo harua cerita ke siapapun itu. Oma, mama, atau abang lu.. eh btw abang lu mana? Tadi, di ruang depan ada foto keluarga lu, dan disitu ada abang ganteng?" Ucap Dilla.

"Yaallah Dilla." Ujar Dinda geleng geleng dan tertawa. Nami juga ikut tertawa.

"Tanpa aku kasi tau pun, mereka pasti sudah tau." Ucap Nami. "Abang aku lagi pergi. Nitip salam?" Lanjutnya.

"Ga usah! Minta no wa dia aja."

"DILLA!!"

***

Nami sudah memasuki studio bioskop. Ia dan teman teman menonton film "starwars: the rise of skywalker". Yang merupakan film dari lama ingin Nami tonton.

Saat iklan iklan dilayar tengah di putar, Nami mendapat sebuah pesan dari sang papa.

Papa:
Dia udah baik baik saja.
Jangan khawatir sayang.
Papa bakal terus pantau dan jagain dia.

Nami:
Alhamdulillah.
Makasih papa❤

***

Nahhhh!! Kira kira apa ya maksud papa Nami?
Terimakasih sudah membaca dan setia nunggu lanjutan cerita ini.
Kritik dan saran sangat dibutuhkan.
Tinggalin jejak ya kak:)


See yaa❤

Salam manis tecamut
Amikanda

Nami✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang