Obat rindu buat minggu besok. Minggu besok ga bisa update keknya. Tapi.. doain aja ya:)
_________
Tak ada yang menyakitkan dari kehilangan. Cukup menyukuri apa yang masih ada dan meikhlaskan yang pergi, maka semua perlahan akan terperbaiki.
_________
****
Setelah lama menikmati senja hingga akhirnya adzan maghrib berkumandang. Nami dan Oma berjalan beriringan menuju mushola rumah. Mereka sholat berjamaah bersama dengan para pekerja di rumah Oma Nami, ibu, oma, Nami, abangnya, dan juga Shalsa sekretaris mama nya yang baru datang dan memiliki urusa sengan sang mama.
Dalam sujudnya Nami berdoa. Anggar ia dapat selalun bersama sang oma dan membahagiakan oma. Membuat oma tidak merasa di tinggalkan lagi.
Nami meneteskan air mata dalam doanya. Sungguh kejam ia selama ini. Yang mementingkan ego dan mengabaikan keluarga.
Ia menyesal. Ia tak ingin penyesalan ini tersia siakan. Harus ada setidaknya sedikit perubahan.
***
Pagi hari di sekolahnya terasa sangat menyebalkan. Tak ada satu pun tampak batang hidung dari kawan kawannya. Sebenarnya Nami memiliki teman baru di kelasnya yang baru ini. Namanya Ghina dan Fani.
Tapi sepagi ini, mereka sedang menambah hafalan al qurannya dan menulang materi kemarin. Teladan.
Nami memilih untuk beranjak dari kelas.
"Aku keluar dulu ya." Nami pamit pada Ghina yang sedang membaca buku dan Fani yang sedang membaca al quran. Keduanya menoleh serentak. Lalu tersenyum dan kembali ke kegiatan awal mereka. Nami tersenyum.
'Bu guru memang salah tulis nama aku di daftar murid kelas ini.'
***
Tujuan Nami adalah kantin. Ia membeli sebotol teh gelas. Eh? Sebotol.. tapi gelas? Gimana sih? Eh eh? Oke abaikan.
Ia memilih mencek hpnya. Dari pada bingung apa sebenarnya yang ia beli.
Ia memilih untuk menatap beranda instagram. Tak ada yang menarik. Lalu line. Biasa saja. Lalu ia teringat untuk menanyakan keadaan Lara.
Ia buka whatsupp lalu memilih untuk menchat Thomas.
To Thomas:
•gimana keadaan Lara pagi ini?Lama tak ada jawaban hingga bel masuk pun berbunyi.
Mungkin belum mandi? Atau hpnya ketinggalan dimana gitu? Atau sekolah? Santai aja dia kan ga on.
Karna bel berbunyi, Nami bergegas berjalan menuju kelasnya. Beruntung gurunya belum masuk ke dalam kelas.
Dengan gerakan cepat Nami mengirim chat pada Reza.
To Reza:
•gimana Lara? Mendingan?"Yah Reza juga lagi off. Kalau Rangga mah udah pasti ga di jawab soalnya di sekola dan ga bakal cek hp, nada nya juga pasti di matiin." Setelah menggerutu sendiri akhirnya kami menaru hpnya di karenakan gurunya sudah datang. Guru matematika. Sungguh pagi yang indah.
***
Tetimakasih sudah membaca.
Tinggalin jejak ya.
Kritik dan saran sangat di butuhkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nami✔
Teen FictionInti cerita ini adalah tentang Nami. Tentang perjalanan menemukan jati diri. Tentang melody menemukan impian hati. Nami si gadis baik hati, egois, labil, dan penyayang. Bersama sahabatnya akan menyajikan sebuah pertunjukan hebat yang diciptakan seme...