Tak bisa dimaafkan.

397 43 4
                                        

Arthit beranjak dari duduknya berjalan cepat ke arah pintu kamar asrama, sementara itu. Dua orang yang berada di ruangan yang sama dengannya hanya saling pandang, tak mengerti kenapa tuan muda ini tiba-tiba meninggalkan mereka di tengah pembicaraan penting.

"Tuan Muda? Apa yang terjadi?" Historia bertanya pada pemuda yang sudah berada di depan pintu. Gadis itu beranjak dari duduknya.

Arthit yang hampir membuka pintu berhenti sesaat, menoleh ke belakang. Menatap pada maskulin female yang berdiri di belakang putri paradis. "Kau punya izin masuk ke sini sebagai militer?" Tanya Arthit pada wanita gagah di seberang sana.

Wanita yang Arthit tahu bernama Ymir itu berpikir sejenak. "Tidak, aku hanya pengawal putri Historia, yang izinnya militer adalah eren."

Arthit sedikit mengutuk, ia tak bisa masuk ke suatu tempat bermasalah seperti club malam yang dikelola oleh mafia tanpa pengawal militer yang terhubung dengan keluarga bawah, Ayahnya yang membuat aturan tak tertulis ini, dan semua menurutinya.

Menyebalkan.

Arthit keluar dari kamar asramanya sambil mengusap gelang idnya, saat cahaya biru berkedip, Arthit berkata dengan segera. "Panggil Kak Korn." Lalu cahaya biru berganti menjadi merah.

"Tuan muda mau ke nama!? Kita masih harus berbicarakan tugas kalian..." Historia harus berteriak karena saat ini Arthit sudah berada di pintu elevator sedangkan dirinya berada di depan pintu kamar Arthit.

Feminin male itu menoleh. "Kalian ikutlah. Kita berbicara sambil jalan." Hubungan vircall tersambung dengan seseorang yang Arthit inginkan. Arthit dapat melihat seorang lelaki maskulin dan tampang terproyeksi dengan baik di telapak tangannya. Pria itu tersenyum ramah.

"Tuan Muda, ada yang ingin anda lakukan dengan bantuanku?" Kata pria yang pasti bernama Korn.

Arthit memasuki elevator yang pintunya otomatis terbuka ketika didekati, Historia dan Ymir masuk beberapa saat setelahnya. Pintu tertutup.

"bisakah, kak Korn menemaniku ke suatu bar kecil di dekat universitasku?" Ucap Arthit, pria itu terdiam sesaat.

Korn menatap proyeksi Arthit yang ada di tangannya. "Apa ini urusan organisasi keluarga bawah?"

"Ya."

Korn menghela nafas. "Baiklah, tuanku. Aku akan menjemput anda sekarang dan berangkat bersama."

"Aku tunggu di lobi asrama ku." Kata Arthit, lalu ia mengusap gelang berwarna pink itu. Menekan tombol elevator untuk turun. "Apa kalian tahu mafia mana yang terlibat dalam pencurian obat penelitian kalian." Arthit bertanya pada Historia.

"Kami hanya tahu mereka mafia besar di Thai, dan tak memiliki hubungan dengan mafia manapun di dunia." Ucapan putri itu. Elevator sudah berada di lantai dasar yang mereka tuju dan pintu pun terbuka, Arthit keluar dari ruang kecil itu disusul Historia juga pengawalnya.

Hanya ada dua kelompok mafia yang tak punya induk di luar area thai. Ini cukup mudah menebak kelompok mana yang terlibat dalam kasus ini, snaks. Mereka adalah mafia baru di dunia bawa, jadi mereka tidak berkaitan dengan beberapa mafia tiongkok atau nihon.

Bisnis utama snaks, adalah prostitusi, ya. Tak masalah memang, itu tidak melanggar hukum jika saja mereka tidak membeli orang yang tak berdaya untuk jadi pelacur, ini masalahnya. Mereka tidak mempekerjakan orang untuk menjadi pelacur tapi memaksa mereka, meperkosa mereka, bahkan snaks menyediakan orang yang diambil sembarangan di jalanan untuk orang gila punya uang untuk memuaskan pestis aneh mereka.

Arthit ingin sekali menggantung orang-orang snaks, memotong anunya dan menjadikannya makanan kerak. Sekalian diperkosa kera, siapa tahu hamil anak kera dan bisa mempertahankan spesies itu.

Weak FeminineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang