38

290 13 5
                                        

Shira mengedipkan mata, bola mata itu menatap langit langit yang berwarna putih bersih, aroma rumah sakit yang sangat asing baginya. Ia menatap sekeliling hingga mendapati seseorang yang sedang berbaring diatas sofa, kekasihnya.

Shira tak dipasangi infus ia hanya beristirahat dan diberi suntikan penenang oleh perawat

"Sehun.."

Ia duduk disamping kekasihnya, lalu mengelus wajah sehun yang memancarkan aura lelahnya

Merasa ada sesuatu yang menyentuhnya, sehun membuka mata dengan perlahan, "shiraya.. Kau sudah bangun?"

Shira hanya mengangguk

"Kemari" titah sehun, Ia mendekap tubuh shira dan berbaring bersama diatas sofa

"Kenapa kita disini" tanya shira yang masih belum mengingat

Bagaimana menjelaskan pada shira perihal tuan dan nyonya park yang mati karena ulahnya

Shira berusaha mengingat kejadian beberapa jam lalu, ia merasa kepalanya sangat sakit, pelukan itu mengerat, ada sesuatu yang basah didada sehun

"Shiraya.." Lirih sehun

Tak ada suara, namun sehun merasa ujung bajunya dicengkram kuat oleh shira, tubuh kekasihnya bergetar

Appa.. Wae...

Appa..!

Hiks...

Hiks..

Ah..appa!

Anwae..

Yoora eomma...

"Appa meninggalkanku!"

Shira menangis didalam pelukan sehun, ia terbayang wajah ayahnya yang berlumur darah, begitu mengerikan

"Bag..gaimana.. I-ini sehunna?" Ucap shira terisak

"Apa yang ha-harus ku-"

"Ssh...berhenti menangis, tenangkan dirimu" bisik sehun

"Aku takut.." Ucapnya sambil menangis hebat

"Ssh.. Sayang, ada aku disini" ucap sehun

Shira menangis menjadi jadi, kenapa harus terjadi pada orang tuanya? Dulu hal yang mengerikan terjadi dirumahnya

Kini, tepat didepan matanya

"Maaf aku datang terlambat, sebaiknya kau tidur, kita akan mengurus pemakamannya" tukas Sehun

"Kumohon.. Jangan tinggalkan aku" jawab shira yang masih menangis

Sehun mengecup kening shira, menyembunyikan wajah kekasihnya kedalam dada bidangnya hingga akhirnya shira tertidur karena terlalu banyak menangis

"Aku takkan pernah meninggalkanmu"

***
07.07 a.m.

Pagi ini wonwoo sibuk mengurus keperluan Sehun, belum lagi ia ditanyai terus-menerus oleh bocah yang bernama Jisung itu

"Katakan dimana noona! Dimana jasad orang tua ku!" Bentak jisung didalam ruangan itu

Wonwoo yang mengutak-atik ponselnya karena sedang menghubungi Suho langsung melemparkannya kearah Jisung

Dug!

Tak peduli jika teleponnya rusak, ia sudah muak dengan bocah itu, wonwoo berjalan kearah Jisung lalu mencengkram kuat wajah itu dengan satu tangannya

Jisung meringis karena menahan sakit dan tatapan membunuh yang diberikan wonwoo

"Sudah kubilang dia bersama kekasihnya, kau ingin menguji kesabaran ku huh?" Ucap wonwoo dengan suara beratnya

Missing YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang