Shira disambut oleh Lee ahjumma dikediamannya, tak lupa Jisung yang masih setia merangkul kakaknya itu
Mereka masih bingung dengan penjelasan yang akan dikatakan pada Chanyeol
Pria jangkung keluar dari bilik kamarnya dengan sebuah alkitab, wajah pucat dan matanya terlihat sembab kemerah-merahan
"Kalian sudah tiba?"
"Hyung.."
Shira langsung memeluk tubuh Chanyeol yang terlihat lemas, juga panas
"Oppa.." Lirih shira
"Oppa sudah mengetahuinya, jangan pikirkan, berdoa saja agar mereka bahagia disana" ucap chanyeol memeluk shira
"Hyung, bagaimana dengan pernikahanmu?"
"Jangan pikirkan aku, pikirkan kesehatan kalian, arasho?"
Chanyeol hanya bisa menghela nafas, pikirannya terlalu kalut saat ini, ia baru saja merasakan kehangatan keluarga barunya namun itu semua hanya tersisa kenangan, hanya sebatas kebahagiaan sesaat yang ia rasakan.
"aku harus pergi"
***
Pesawat pribadi keluarga kim tengah mendarat dikota ginseng malam ini, mengantarkan delapan bersaudara yang tengah sibuk mempersiapkan diri bertemu sang tuannya.
"Ku harap kita memiliki umur yang panjang" sela Jongdae sambil tersenyum membawa kopernya
"Tuhan, pasti mengabulkannya" sahut minseok
"Tentu saja" jawab yang lainnya
"Aku tidak percaya tuhan" gumam sehun.
Dilain tempat, sebilah rokok sedang diisap oleh kepala keluarga Kim, disuguhkan dengan hidangan lengkap didepannya, buah-buah segar siap santap juga tersaji disana. Tuan Kim berkali-kali menatap jam tangannya untuk menunggu kedatangan delapan putra asuhnya.
"Tuan, mereka sudah tiba" bisik seorang pelayan
Kim bersaudara tiba didepan tuan kim, mereka menarik nafas karena tidak dapat memprediksi apa yang akan dilakukan tuan Kim setelah menyuruh mereka untuk pulang
"Duduk" titahnya, delapan orang itu segera duduk sesuai dengan urutan umur mereka
"Bagaimana pekerjan kalian?"
"Kami telah menyelesaikannya abeoji" jawab Suho
"Selesai?"
"Ne abeoji" jawab mereka bersamaaan
"Lalu mengapa kalian tidak menuntaskan seluruh keluarga Park?!" teriak tuan Kim sambil menghentakkan tangannya diatas meja, pria paruh baya itu benar-benar memiliki tempramen buruk.
"Maaf abeoji, itu karena peluruku yang meleset" jawab kyungsoo dengan gugup
"Kau tau abeoji, kyungsoo baru saja menjalani operasi" sela Kai dengan hati-hati
"Sepertinya kalian perlu diberi pelajaran untuk mengerti" Jawab tuan Kim yang mematikan rokok dengan genggamannya
"Beri kami waktu abeoji" pinta minseok
"Banyak alasan!" tuan Kim melayangkan tamparannya pada wajah putra Tertua, Minseok
"Ehm.. Apakah ini waktunya makan malam?" Tanya seorang wanita cantik dengan penampilan yang elegan, Kim Hae Soo.
Kalimat itu menyela percakapan panas mereka, hingga raut wajah tuan Kim jelas menunjukkan ketidaksukaannya
"Cihh, untuk apa kau kemari? merepotkan" balas tuan Kim sinis, ia meninggalkan wanita yang baru saja datang itu, ia sama sekali tidak mengharapkan kedatangan wanita tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Missing You
Fiksi Penggemar[FOLLOW SEBELUM BACA!] 🔞🔞🔞 "Honey, what are you doing here? Just waiting five minutes okay?" "No i don't, we can play here" "Here? Seriously?" "Yeah, You don't worry about me" "waw.. My sassy girl? Let's play together" ⚠⚠⚠ Cerita ini mengandun...
