Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Namjoon fokus membuat design rumah yang ditugaskan padanya. Hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak. Namjoon sedikit santai dalam bekerja. Dia juga masih menyempatkan diri untuk membuat kopi dan juga membawa cemilan dalam kantornya.
Jangan banyak minum kopi, Hyung!
Namjoon jadi mencoret designnya sendiri karena tertawa mengingat kalimat cerewet Jungkook yang ditunjukan padanya tadi pagi.
"Maaf ya, Hyung minum kopi kali ini"
Kopi itu bukan untuk menghalau rasa kantuk Namjoon. Memang pada dasarnya Namjoon itu pecinta kopi sekali. Dia juga senang ketika memiliki seorang adik barista seperti Jungkook. Dia jadi bisa menyuruh adiknya sesuka hati untuk membuat kopi.
Namjoon jadi ingat Jungkook harus menemui Taehyung sore ini. Namjoon harus memastikan adik nakalnya ingat.
Namjoon mengeluarkan ponsel dan mencari nomor adiknya. Dia tau Jungkook sedang melayani nona-nona cantik yang membeli kopi atau makanan di restoran Yoongi tapi Namjoon tidak bisa menahan ibu jarinya untuk tidak menekan tombol panggil.
"Kenapa Hyung? Sudah merindukanku?"
"Jangan alasan apapun hari ini. Kau harus menjalani pemeriksaan untuk operasimu minggu depan!"
"Iya aku tau, Hyung. Aku bekerja dan kuliah hari ini juga atas belas kasihan Hyung padaku 'kan?"
"Pintarnya~"
"Itu saja, Hyung?"
"Kenapa? Kau sibuk sekali?"
"Tidak. Aku masih bisa bicara lebih lama lagi"
"Sepertinya Hyung yang harus menutupnya"
"Baiklah. Selamat bekerja Hyung-ie!"
Namjoon mendehem pelan lalu menutup panggilan dengan senyuman. Tapi ada panggilan lainnya yang masuk dari telepon kantor yang tidak bisa dia abaikan.
"Selamat siang, ini dengan Namjoon"
"Ah iya, Joon. Kau bisa keruanganku sebentar?"
Pimpinan sudah memanggil tentu Namjoon tidak akan menolak atau dengan lancang mengatakan dia sibuk dan mungkin akan menemuinya nanti sore.
***
Bukan hanya Namjoon ada Hoseok juga yang diminta untuk menemui pimpinan mereka.
"Kalian bekerja dengan sangat baik. Aku ucapkan terima kasih dan juga sebagai penghargaan kalian akan mendapatkan promosi jabatan"
Hoseok dan Namjoon tersenyum seadanya. Mereka masih canggung dan juga agak bingung dengan panggilan mendadak yang seperti ini.
"Hoseok akan mendapatkan posisi arsitek utama di kantor cabang kita di Gwangju. Namjoon, kau aku percaya untuk memimpin perusahaan cabang di Australia"
Namjoon tersentak.
"Tapi, apa Tuan yakin? Saya pegawai baru dan.."
"Saya yakin, Namjoon. Kau sudah menunjukan dedikasi dan juga hasil pekerjaan yang baik. Kau pantas mendapatkannya. Aku juga tidak memutuskan ini dengan satu kali berfikir"
Namjoon tersenyum bangga dan menoleh pada Hoseok yang juga menatapnya sambil mengucapkan selamat tanpa suara.
"Kau akan berangkat minggu depan--"
Namjoon lebih tersentak dari pada reaksi sebelumnya.
"Tepatnya hari kamis dan juga menetap disana mungkin selama tiga tahun atau tergantung jika kau bagus maka kau bisa menetap disana selama mungkin"
"Minggu depan?"
Atasannya mengangguk dengan tersenyum. Rautnya menunjukan kepastian. Tidak ada yang berlebihan atau juga kebohongan.
Perlahan, Namjoon tidak berani menatapnya. Namjoon malah menunduk dan kedipan kelopaknya tidak secepat biasanya. Tatapan itu kosong, rautnya penuh kebingungan.