💜

10.3K 564 9
                                    

Happy reading guys 🌫️

-----'''-----

Seorang gadis terusik tidurnya saat merasakan kecupan bertubi-tubi diwajahnya serta hembusan nafas disekitar lehernya. Mata itu perlahan terbuka mencoba mencari penyebab tidurnya terusik.

Acelin POV

Nyaman sekali tidurku kali ini tidak seperti biasanya. Ku eratkan kembali pelukanku pada guling yang selalu menemani tidurku. Sebenarnya ada yang aneh dengan gulingku, terlalu besar dan keras.

Memilih mengabaikannya aku hanya ingin tidur lagi. Belum juga masuk ke dalam mimpiku. Kurasakan kecupan bertubi-tubi di wajahku serta hembusan nafas di sekitar leherku.

Huh!! Ini sangatlah menggangu. Ku coba membuka perlahan kedua mataku. Nafasku tercekat dan langsung mendorong seseorang yang tepat berada di sampingku yang tengah tersenyum manis.

Bugh

Tubuh itu terpental. Apakah mungkin tenagaku terlalu besar atau memang orang itu yang lemah.

"K-kamu siapa?" tanya ku padanya karena wajahnya menunduk.

Tunggu! Bukankah pheromon ini milik King Kenzie.

"Cih, tak ku sangka tenagamu kuat sekali." ucap pria itu diiringi pheromen yang semakin menggelap.

Tamatlah riwayat ku...

"Arghhhh"

"Apa...ya.ng kamu...laku...kan?" tanya ku saat tiba-tiba ia melesat ke arahku dan mencengkram erat rahangku.

"Menghukum mu" ucapnya dengan smirk. Kurasakan tubuhku terangkat dan menabrak dinding kamar. Seketika itu pula darah keluar dari mulutku.

"Arghhhh"

Punggung ku sakit sekali. Belum juga aku berdiri dia telah melesat kembali di hadapanku.

Plakk...

Krekk....

Arghhhh

"Hikss...hiks..." tak kusangka isakan yang sudah aku tahan sedari tadi keluar. Sungguh ini sangatlah sakit. Tanganku patah karna cengkramanya yang terlalu keras. Tubuhku luruh kelantai tepat dihadapannya.

Bugh

Pukulannya tepat di samping wajahku. Sungguh aku sangatlah takut dan benci dengan keadaanku yang tidak bisa melawan. Namun ketakutan ku perlahan menghilang saat tiba-tiba ia merengkuhku ke dalam pelukannya.

"Maaf....maafkan aku" gumamnya lirih sembari mengusap suraiku. Baru saja tanganku hendak membalas pelukan hangat itu, kesadara ku tiba-tiba menghilang bersamaan dengan tubuhku yang luruh di dekapan hangatnya.

Acelin POV end

Kenzie panik sesaat setelah merasakan tubuh mungil dalam dekapannya terkulai lemas. Kenzie membawa tubuh Acelin kedalam gendongannya dan meletakkannya ke kasur serta memindlink Jack untuk memanggil tabib untuk memeriksa Acelin.

Kenzie menjauh ketika mendengar ketukan pintu di kamarnya. Ia menyuruh tabib untuk segera memeriksa Acelin.

Kenzie meninggalkan kamarnya dan melesat menuju ruang bawah tanah. Kenzie mengamuk memukuli para penghianat yang berada di penjara bawah tanah.

Kenzie meruntuki kebodohannya yang sangat mudah tersulut emosi. Kenzie sangat membenci dirinya yang telah menyakiti gadisnya.

"Arghhhh....maaf.... maafkan aku mine." Gumamnya setelah melampiaskan kebodohannya.

"King, Para tabib telah selesai memeriksa keadaan Queen." Mindlink Jack kepada Kenzie.

"Aku segera ke sana." Mindlink Kenzie.

Kenzie melesat seketika berada tepat di depan para tabib.
"Bagaimana keadaannya?" Tanyanya dingin sembari mencengkram erat rahang tabib yang menangani Acelin.

"King hentikan Anda bisa membunuhnya." cegah Jack saat melihat kelakuan Kenzie yang sedikit keterlaluan. Kenzie pun melepaskan cengkramannya dan menatap datar tabib yang berada dihadapannya tengah ketakutan.

"CEPAT KATAKAN!"

"Begini King, Queen sedang dalam keadaan tidak baik. Tangan Queen patah serta Queen mungkin akan sedikit syok dan itu bisa membuat Queen memiliki trauma kecil. Apalagi umur Queen yang masih remaja." jelas tabib itu sembari menunduk takut merasakan aura Kenzie yang terus menekan mereka yang berada disana.

"Kapan dia sadar?" tanya Kenzie sembari menatap tajam tabir dihadapannya.

"Queen akan segera sadar King, bisa jadi nanti malam keadaan Queen akan lebih baik tapi kemungkinan Queen akan sedikit syok syok." Jelasnya lagi.

"Pergilah!"

"Kami undur diri." ucap para tabib dan meninggalkan kamar kingnya.

"Jack!"

"Apakah Anda memerlukan sesuatu King?" tanya Jack

"Mintalah pada tabib sialan itu untuk menyiapkan ramuan untuk Gadisku dan lagi urus semua urusan pack. Jangan biarkan seorang mengganggu waktuku dengan gadisku. Sebelum aku sendiri yang memerintah." suruhnya.

"Baik King"

Jack pun menunduk memberi hormat kemudian meninggalkan kamar Kenzie. Sesaat pintu tertutup, terdengar suara pintu yang terkunci dengan sendirinya.

Kenzie menatap ke arah ranjang dimana gadis mungilnya tergeletak dengan bibir yang dulunya merah alami sekarang berubah menjadi pucat. Melangkahkan kakinya mendekat dan ikut berbaring disamping Acelin. Memeluk Acelin dengan sangat hati-hati seakan tubuh Acelin adalah berlian yang harus dijaga.

"Maafkan aku....cepatlah sadar...hikss" lirih Kenzie tanpa sadar terisak sembari mencium lembut kening Acelin dan menyusulnya tidur tanpa melepaskan pelukannya.

🐾🐾🐾

Gimana, bagaimana

Qiqiqiqiqi

Dahh

Acelin (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang