🐾Dapur pack

6.7K 378 3
                                        

Happy reading guys 🌫️

_____---_____

Sebuah kepala menyembul melalui celah pintu. Mengamati keadaan di luar ruang tersebut.

"Huhhh, akhirnya ia pergi." Gumam Acelin sembari menormalkan degup jantungnya.

Kruukkk

"Lapar sekali." Batin Acelin sembari mengusap perutnya yang baru saja berbunyi.

Acelin resah menahan laparnya, ia berulangkali mondar-mandir di dalam ruang tersebut.

"Akan ku bunuh ia. Bisa-bisanya ia membawaku secara paksa, menyiksaku, merebut ciuman pertamaku, dan sekarang tidak memberiku makan sama sekali. Walau kemarin ia memberiku makan tapi tetap saja. Uhhh lapar." Gerutu Acelin mendudukan dirinya di ranjang.

"Dia bilang akan mengirim maid pribadi tapi sampai sekarang belum tiba juga."

Acelin terdiam berpikir, sampai-sampai suatu rencana muncul di kepalanya.

"Lebih baik aku keluar, mencari dapur pack ini. Peduli apa aku dengan hukumannya lebih peduli perutku." Putus Acelin sembari berjalan keluar kamar mencari dimana dapur pack terletak.

Setelah lama menelusuri lorong lantai tersebut. Acelin sama sekali tidak berpapasan dengan maid atau warrior sama sekali.

"Ini Pack atau tempat pengasingan sepi sekali." Gumamnya.

"Heiii berhenti!" Suruhnya ketika melihat seorang berpakaian maid. Maid itu berbalik ketika mendengar seseorang memanggilnya. Lantas ia menunduk memberi hormat kepada Acelin.

Acelin yang melihat maid itu memberi hormat seketika ikut memberi hormat. Sedangkan maid tersebut kelimpungan melihat Queennya memberi hormat padanya lantas bersujud.

"Maafkan saya Queen jika saya melakukan kesalahan Queen" ucap maid itu menunduk takut.

"Heii bangunlah kenapa kau bersujud dihadapanku." Ucap Acelin sembari membantu maid itu kembali berdiri.

"Maafkan saya Queen." Ucapnya lagi masih menundukkan kepalanya.

"Sudahlah dan janganlah terus menunduk, dan jika bisa panggil Acelin saja?"

"Maaf Queen saya tidak bisa." Ucap maid tersebut.

"Huh sudahlah, aku ingin bertanya bisakah kau memberitahuku dimana letak dapurnya?" Tanya Acelin

"Mari saya antar Queen." Ucap maid.

"Aaaa terimakasih" pekik Acelin senang tanpa sadar memeluk maid itu dan mengenggam tangannya.

"Queen apa yang anda lakukan." Takut maid itu sembari berusaha melepaskan genggaman Acelin.

"Kenapa?" Tanya Acelin polos.

"Jangan melakukan itu lagi Queen. Saya tidak ingin membuat King marah." Ucap maid itu menunduk setelah berhasil melepaskan genggaman tangan Acelin.

"Baiklah." Jawab Acelin tidak ingin menambah masalah.

Acelin dan maid itu akhirnya berjalan menuju dapur pack sembari bercengkrama.

Dapur Pack

"Hormat kami Queen" ucap maid dan warrior yang berada di dapur pack.

"Eh, jangan menunduk hormat padaku." Ucap Acelin dengan raut wajah menunjukkan persahabatan.

Para maid dan warrior berdiri. Setelahnya seorang pria berjalan mendekatinya.

"Saya kepala koki disini Queen. Apa yang membawa Anda kesini Queen?" Tanya kepala koki tersebut sembari menunduk.

"Emm aku lapar apakah boleh aku memasak disini?" Tanya Acelin

Acelin (Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang