PLAK! Tamparan keras menghantam pipi sebelah kanan pemuda itu.
"Persediaan uang sudah mulai menipis, dan masih saja kau tak mau bekerja? Dasar anak durhaka!" Sebuah tamparan melayang untuk kedua kalinya.
Jaemin terdiam.
"Masuk! Besok kau harus mulai cari uang atau kau tidak boleh sekolah." Wanita itu berjalan mendahului anak lelakinya.
Jaemin mendesah pelan. Hidupnya terlalu keras.
Jaemin merebahkan tubuhnya diatas kasur di kamarnya yang sederhana. Pikirannya melayang tentang kejadian beberapa tahun silam.
Setelah ayahnya meninggal kehidupannya berubah silam. Ibunya hampir depresi, dan sekarang menjadi galak bahkan padanya, ia tak lagi punya hati. Setiap hari, ia akan mendekati beberapa pria hanya untuk mendapatkan uang. Hasil jerih payahnya bekerja terkadang harus ia relakan untuk ke-foyaan ibunya.
Yang jaemin lakukan hanya bisa diam. Tak bisa membalas.
Ia yakin, suatu hari nanti semua dapat terbalas.
Dan, ia menemukan malaikat pelindungnya. Yang dapat membantunya dalam segala hal, apapun itu. Ia terlalu baik, lebih baik dari siapapun yang pernah dikenalnya. Tapi terkadang jaemin memanfaatkannya, ya dan Renjun tak pernah sadar.
Dan kini jaemin menyukai seseorang, Jeno. Ia harus melakukan apapun untuk mendapatkan hatinya.
Tapi sayangnya, Renjun yang mendekatinya duluan.
Jaemin sempat kesal padanya.
'Tapi lihat saja siapa yang akan mendapatkannya.' batinnya sebelum terlelap.
To be continued.
Hola. Thanks for Reading.
Bosen sama ceritanya yah? Garing yah? Iya aku tau kok 🤧 maaf yaa
Makasih banget yang udah luangin waktu kalian buat mampir. Stay Tune ya 😉
Kritik dan saran kalian sangat dibutuhkan Kalau ada saran ide juga boleh, jangan sungkan
See you ❤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.