A 11

7K 848 152
                                        

Fact


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
















Enjoy :)


Renjun duduk tenang di mobil mark. Selama beberapa menit tak ada yang membuka satupun suaranya, hanya deru mesin mobil dan suara air conditioner yang terdengar memenuhi gendang telinga cucu adam tersebut.

"Ehm, kau ingin bicara apa Mark?" Renjun memberanikan diri untuk membuka suara

"Maaf menyinggung privasimu" Mark menjeda kalimatnya, Renjun menoleh kearahnya yang sedang mengemudi, "Jadi apakah benar kau dan Jeno bertunangan?"

Pemuda mungil tersebut menghembuskan nafasnya "Yah begitulah, jadi kau sudah tau ya padahal ini belum resmi loh." Renjun sempat tersenyum tipis, "Memangnya kenapa?"

"Aku hanya takut kalau Jeno menyakitimu renjun."

"Hm? Maksudmu bagaimana Mark?" Renjun mengernyit heran

"Apakah kau menyukai Jeno?" Mark menoleh kearah Renjun yang memasang muka bingungnya

"Entahlah mark, aku juga tidak tahu. Sekarang mungkin tidak." Renjun memandang ke depan, kearah jalanan. Pikirannya mengatakan kalau ia tak boleh jatuh dalam pesona Lee Jeno, tapi hatinya seperti berontak.

"Entahlah aku harus memberitahumu atau tidak, tapi Jeno itu selalu menceritakan sesuatu padaku." Mark terdiam sebentar, tujuan ke rumah renjun tak lama lagi akan sampai. "Sedari dulu Jeno menyukainya, kau tau kan siapa."

Renjun mengeriyitkan alisnya lagi dan menggeleng.

"Jaemin. Jeno menyukai jaemin sedari dulu. Yah kau tau sendiri kalau jeno tak baik dalam mengekspresikan hatinya." Mark meremas kemudi nya

Mobilnya berhenti tepat dihadapan rumah Renjun.

"Yah wajar bukan? Aku tak berhak melarangnya untuk menyukai siapapun itu." Ucap Renjun pelan dan lirih. "Lagipula Jaemin juga sangat menyukai Jeno."

"Yah aku tau, tapi bolehkan aku egois?" Perkataan mark sangat pelan

"Apa mark?" Renjun sebenarnya mendengarnya, tapi hanya saja ia ingin memastikannya

"Tidak ada. Masuklah lalu beristirahat. Sampai jumpa." Mark melesatkan senyumnya

"Hati hati dijalan."


Abonded  ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang