Yoongi sedang mengerjakan tugas kuliahnya, ia sedikit tertarik dengan tugas ini. Tentang sebuah penyakit mematikan yang belum ada obatnya hingga sekarang.
Ia bergidik ngeri saat mengetahui begitu banyaknya korban akibat penyakit ini. Tiba-tiba..
"Eonni! Sedang apa?"
"Kya!! Aish, Jungkook! Mengejutkan ku saja."
Jungkook terkekeh, "eonni sedang melamun?" Jungkook duduk disamping Yoongi.
Yoongi menggeleng, "tidak, eonni sedang mengerjakan tugas. Ngomong- ngomong, sedang apa disini? Mengapa belum pulang?"
"Ah, aku baru saja selesai kelas sore, dan kebetulan melihatmu disini, jadi aku menghampiri mu."
Mulut Yoongi membulat, "apa kabarmu?"
"Aku baik eonni.." Jungkook tersenyum meyakinkan.
"Syukurlah, lalu bagaimana kelas mu?"
"Tidak ada yang spesial, eonni. Biasa saja."
Yoongi mengangguk, "pelajaranmu? Apa ada yang membuatmu kesulitan?"
Jungkook menggeleng, "aniyaa~, eonni perhatian sekali padaku."
"Tentu saja, eonni sedang sibuk akhir akhir ini, dan jika kau ada masalah dengan tugasmu eonni tidak akan membantumu, makanya eonni bertanya."
Wajah Jungkook mendadak cemberut, "tega sekali kau eonni.. tapi tak apa, aku paham, eonni juga pasti punya kesibukan. Sebisa mungkin aku tidak akan merepotkanmu, hehe.."
Yoongi membalasnya dengan senyuman.
"Ah, eonni, a-aku pergi duluan ya, Tae oppa sudah menungguku di gerbang, sampai jumpa lagi eonni!"
"Oh, baiklah, hati-hati dijalan!"
Jungkook berbohong, ia berlari ke arah toilet kampusnya.
"Akhh.. k-kenapa kepalaku sakit sekali.."
Jungkook memegangi kepalanya, rasanya seperti ada yang memukul kepalanya dengan keras.
Setelah beberapa lama, sakit di kepalanya mulai mereda. Jungkook terduduk dan bersandar di dinding toilet itu. Kakinya terasa lemas.
"Jungkook-ah? Kau kenapa??"
Jungkook terkejut karena tiba-tiba ia dihampiri oleh Yerin, teman satu jurusannya.
"Tidak apa-apa, kakiku pegal, jadi aku duduk sebentar disini." Jawabnya sembari tersenyum.
"Benarkah? Wajahmu sedikit pucat. Kau mau aku antar pulang?"
"Tidak, aku tidak apa-apa Yerin-ah, tapi berjanjilah, jangan memberitahu siapapun kalau kau menemuiku seperti ini ya, aku mohon.."
"Tapi kenapa?"
"Aku tidak suka membuat orang lain khawatir, tolong, bantu aku Yerin-ah.."
Yerin terdiam sesaat, "baiklah, aku berjanji. Ayo, aku bantu kau keluar, kau harus pulang dan beristirahat, ya?"
Jungkook mengangguk, "terimakasih."
Yerin pun membantu Jungkook berdiri dan menemani Jungkook sampai ia dijemput.
Begitu sampai di rumah, Jungkook langsung melesat ke kamarnya, membersihkan badannya, lalu merias tipis wajahnya agar tidak terlihat pucat.
Saat sedang berbaring, telepon Jungkook berbunyi.
"Yeoboseyo oppa.."
"Kau sudah pulang kan? Kau sudah dirumah?"
"Nee, aku dirumah. Oppa kau sedang apa?"
"Oppa sedang memikirkanmu.."
"Ish, oppa, kau selalu saja menggombal."
"Aku tidak menggombal! Kau tahu? Walau kau jauh, aku bisa merasakan kehadiranmu disini."
"Hahaha, hentikan oppa, itu menggelikan!" Suara Jungkook sedikit serak.
"Kookie? Ada apa dengan suaramu? Kau sakit??"
"Suaraku hanya sedikit serak, oppa, aku akan baik-baik saja setelah banyak minum."
"Ya, minumlah air hangat banyak- banyak ya, oppa tidak ingin kau sakit. Oppa menyayangimu, Kookie."
"Ne oppa, hihihi, aku bahkan sangat sangat saaangat menyayangimu."
.
.
.
Jimin merasa geli mendengar percakapan Taehyung yang menggombali Jungkook di telepon, dasar bucin! Batin Jimin.
Jimin berjalan melewati ruang kerja milik ayahnya yang kebetulan memanggil Jimin.
"Ada apa appa?"
"Appa hanya ingin mengobrol denganmu. Bagaimana perusahaan?"
"Baik appa, semakin banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama, saham pun meningkat beberapa persen, appa tidak perlu khawatir." Jongin mengangguk,
"Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Yoongi?"
Jimin terkejut, "ah, baik juga appa, hehe, Yoongi sangat menggemaskan." Wajahnya memerah saat mengatakan itu,
"Hahaha, kau, sama bucinnya dengan adikmu."
"Siapa dulu dong appa nya," jawab Jimin dengan menyeringai.
"Aish! Kau ini!"
Mereka tertawa terbahak-bahak.
"Ada apa ini? Tertawa tidak mengajakku."
"Memangnya perlu ya, mengajak alien seperti mu?"
"Hyung! Kau menyebutku alien sama saja kau menyebut dirimu dan appa alien!!"
"Tidak! Kau saja yang alien, jangan membawaku dan appa!"
"Yak! Ada apa denganmu hyung?!"
Jongin menggeleng-gelengkan kepalanya, astaga.. anak siapa ini, Tuhan? Batin Jongin.
.
.
.
Namjoon pulang dengan wajah pucat dan terlihat sangat lelah. Kakinya terasa sangat lemas sampai tidak bisa menopang tubuhnya, ia terduduk di lantai dengan pandangan kosong.
Seokjin yang khawatir pun langsung menghampiri nya.
"Chagi, kau kenapa??" Seokjin memeriksa suhu tubuh Namjoon, normal, pikirnya.
Namjoon tiba-tiba memeluk Seokjin erat.
"Aku.. gagal."
"Gagal? Apa yang gagal?"
Namjoon sudah membasahi bahu Seokjin dengan air matanya.
"Dia, anak muda itu, gagal aku selamatkan,"
Seokjin terkejut, ini kali pertama suaminya gagal menolong seseorang.
Seokjin mengusap punggungnya mencoba menenangkan.
"Tidak apa, kau sudah berusaha sebaik mungkin,"
Namjoon semakin terisak, "aku g-gagal, aku tidak bisa menyelamatkan dia, aku payah.."
"Tidak, jangan berpikir begitu, Tuhan lebih menyayangi anak itu, kau hebat sudah mempertahankannya sampai hari ini." Seokjin mengeratkan dekapannya pada Namjoon yang masih menangis.
"Kuatkan dirimu, sayang."
Seokjin berusaha sekuat tenaganya agar tidak ikut menangis, ia tidak ingin memperburuk suasana hati suaminya.
"Ayo, ke kamar, aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi."
Namjoon mengangguk, dengan di bantu istrinya ia pergi ke kamarnya.
Malam tiba, saatnya untuk Jungkook makan malam. Ia turun dari kamarnya dan mendapati hanya ada eommanya di meja makan.
"Eomma, dimana appa?" Jungkook duduk disebelah Seokjin dan mulai mengambil makanan.
"Appa mu sudah tidur, dia tadi pulang sambil menangis dan wajahnya pucat."
Jungkook terkejut, "appa sakit??"
"Tidak," Seokjin menghela nafasnya, "ini pertama kalinya ia gagal menyelamatkan seorang anak di rumah sakit, anak itu sudah sakit parah cukup lama, appamu sudah merawatnya sejak awal, ia sekarang meninggal karena penyakitnya dan appamu merasa gagal, appamu sangat terpukul."
"Ah, kasihan appa, ia pasti sangat sedih. Ngomong-ngomong, anak itu sakit apa, eomma?" Tanya Jungkook penasaran.
"Kalau tidak salah, dia terkena kanker otak."
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Would You? (BTS GS) END
FanfictionJungkook adalah gadis kuliahan, dia cantik, tetapi tidak banyak memiliki teman. Ia selalu sendirian, sampai akhirnya, ia bertemu seseorang yang mengubah hidupnya. Sebagian kisahnya terinspirasi dari drakor Andante, termasuk nama cast. Ingin tau kela...
