Sudah tiga hari Jungkook terbaring dengan Taehyung yang setia menemaninya.
Namjoon bilang, Jungkook masih dalam kondisi kritisnya.
Taehyung menatap Jungkook, sekarang ia tahu apa saja yang sudah ia lewatkan selama ini. Bagaimana Jungkook yang berbohong saat melakukan tes, bagaimana saat ia mimisan, kejang, mengapa ia mendadak tidak kuliah dan membatalkan janji kencan mereka, ia sudah tahu.
Matanya menerawang ke langit-langit ruangan berwarna putih itu, mencoba menahan air mata yang selalu keluar selama tiga hari ini.
"Kook, kapan kau akan bangun?"
"Bukankah seharusnya kita sedang kencan sekarang?"
"Mengapa kau malah tertidur disini?"
"Kau lupa dengan janji kita?"
"Kau bahkan tidak kuliah.."
"Bangunlah, Jungkook."
"Aku merindukanmu."
Begitulah monolog Taehyung selama tiga hari ini, berusaha mengajak bicara Jungkook, berusaha membangunkannya, tetapi Jungkook masih asyik memejamkan matanya.
Taehyung menggenggam tangan Jungkook yang sedikit dingin, mengelusnya, sesekali mencubitnya agar Jungkook bangun. Taehyung menoleh karena ada seseorang yang menepuk pundaknya.
"Pulanglah dulu, kau belum pulang sejak Jungkook disini."
"Tidak appa, Tae ingin menunggu Jungkook sampai siuman."
"Yasudah, kalau begitu appa keluar dulu." Taehyung hanya mengangguk lalu kembali fokus pada Jungkook.
Beberapa menit kemudian, Namjoon datang sambil membawa nampan berisi dua porsi makanan lalu duduk di sofa.
"Tae, ayo makan dulu."
"Untuk appa saja.." ucapnya pelan tapi masih terdengar oleh Namjoon.
"Taehyung, appa tahu kau sedih, appa juga sama, tapi kita harus tetap melanjutkan hidup. Kau belum makan sejak semalam, appa tidak ingin kau sakit, Jungkook juga sama, ia akan sedih nanti. Ayo cepat makan, Taehyung."
Suara Namjoon yang tegas membuat Taehyung sedikit takut, tanpa banyak bicara ia pun langsung menghampiri Namjoon dan duduk disebelahnya.
Setelah makan siang selesai, mereka hanya melamun, hanyut dalam pikiran masing-masing.
"Appa, kapan Jungkook akan siuman?" Taehyung bertanya dengan tatapan yang kosong, entah melihat kemana.
"Appa juga tidak tahu, Jungkook tidak menjukkan reaksi akan siuman, ia seperti masih betah tertidur."
Namjoon jelas sedih dengan kondisi Jungkook, tapi ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.
Namjoon berdiri, membawa nampan dan dua piring kosong itu.
"Istirahatlah, Tae. Jangan sampai sakit."
Taehyung ikut berdiri, lalu membungkuk pada Namjoon.
"Ne, appa. Terimakasih makanannya."
Namjoon mengangguk lalu melangkah keluar ruangan.
Taehyung kembali duduk di kursi disamping ranjang Jungkook, menggenggam tangan dingin itu. Tak lama, Taehyung sudah pergi ke alam mimpi.
Dua jam kemudian Taehyung terbangun, saat melihat Jungkook masih dalam keadaan yang sama, ia kembali lesu.
Dilihatnya, di sofa sudah ada Seokjin eomma, eomma appa nya, orang tua Yoongi noona, dan Jimin hyung.
Taehyung kembali merebahkan kepalanya di ranjang Jungkook dengan tangannya yang tak lepas dari tangan Jungkook.
"Tae, tidurlah disini, nanti lehermu sakit." Itu suara eommanya.
"Tidak eomma.." ucapnya.
"Tae, hyung bawa makanan kesukaanmu, ambil dan makanlah!" Jimin bersemangat.
"Tidak mau hyung.."
Mendengar jawaban Taehyung membuat Jimin kembali lesu.
"Tae, orang-orang diperusahaan kehilangan dirimu setelah selesai pelatihan, mereka berharap kau bisa berkunjung ke-"
"Aku tidak peduli, appa." Taehyung memotong kata-kata appanya.
"Aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin Jungkook siuman sekarang. Jadi berhentilah membujuk."
Mendengar itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti kata-kata Taehyung.
Beberapa lama setelah itu, Taehyung merasakan genggaman di tangannya. Dengan cepat ia melihat mata Jungkook yang ternyata sedang berusaha untuk membuka.
"Jungkook-ah? Jungkook, ini aku, Taehyung." Ia langsung bertanya begitu melihat mata Jungkook yang sudah hampir terbuka. Yang sedang duduk di sofa beranjak mendekati Jungkook.
Jungkook berhasil membuka matanya, ia mengerjapkan mata bulatnya berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk.
Wajah pertama yang ia lihat adalah Taehyung.
"Taehyung oppa?"
"Iya sayang, ini oppa." Taehyung hampir menangis, sebelumnya ia takut Jungkook akan lupa padanya.
Kemudian Jungkook beralih melihat orang yang mengerumuninya.
"Sayang, ini eomma, kau ingat?"
Jungkook tersenyum kecil, "ne eomma, kookie ingat kalian semua."
KAMU SEDANG MEMBACA
Would You? (BTS GS) END
FanfictionJungkook adalah gadis kuliahan, dia cantik, tetapi tidak banyak memiliki teman. Ia selalu sendirian, sampai akhirnya, ia bertemu seseorang yang mengubah hidupnya. Sebagian kisahnya terinspirasi dari drakor Andante, termasuk nama cast. Ingin tau kela...
