Jungkook sudah selesai kuliah hari ini, dan sekarang ia sedang menunggu appanya menjemput.
Tapi, appanya tak kunjung datang. Jungkook sudah mulai bosan menunggu, karena kebetulan jarak kampus dan rumah sakit tempat appanya bekerja tidak terlalu jauh, ia pun memutuskan untuk menyusul appanya di rumah sakit.
Ia langsung menuju ruangan appanya begitu sampai dirumah sakit.
"Apa appaku ada?" Tanya Jungkook pada asisten appanya.
"Tuan Park? Beliau sedang ada pasien, anda bisa menunggu disini."
"Ah, ne, terimakasih."
Asisten itupun keluar dari ruangan itu.
Jungkook kemudian duduk di sofa milik appanya sambil memainkan smartphone nya.
Sudah 20 menit Jungkook menunggu,
"Aish, appa lama sekali."
Jungkook berdiri untuk pergi ke toilet,
"Akh! Ssh," Jungkook memegang kepalanya yang sakit, penglihatannya menjadi buram dan berputar putar, ia mengerjapkan matanya berkali-kali namun tetap saja buram.
Jungkook menahan badannya pada meja kerja appanya. Darah mulai menetes dari hidungnya, mengotori meja kerja itu.
Jungkook mencoba melihat ke arah pintu yang terbuka, tapi yang ia lihat hanya samar samar.
"Jungkook?"
"Appa? Ahh.."
Ternyata, yang masuk bukanlah appanya, melainkan Ga Ram, appanya Yoongi. "Jungkook-ah!" Ga Ram segera menghampiri Jungkook.
"T-tolong-" Jungkook pingsan sebelum ia menyelesaikan kata katanya.
"Appa? Apa yang terjadi?" Yoongi yang menyusul appanya membelalakan matanya melihat Jungkook yang sudah terbaring di lantai dengan darah yang mengucur.
Ga Ram segera membawa Jungkook menggunakan ranjang rumah sakit diikuti oleh Yoongi.
"Yoongi, telepon Namjoon, bilang Jungkook ada di IGD, cepat!"
Yoongi bergegas menelepon Namjoon.
"Halo, saya asisten Dokter Park, ada yang bisa saya bantu?"
"H-halo, tolong bilang pada Dokter Park anaknya, Jungkook, berada di IGD, cepat!"
"Baiklah, akan saya sampaikan."
Yoongi mematikan sambungan teleponnya dan berniat masuk ke ruang IGD namun ia ditahan oleh suster disana.
"Nona tunggu disini saja ya."
Ia menangis didepan pintu IGD, ia sangat khawatir pada Jungkook. Ia sudah mengira ada yang tidak beres dengannya.
Kemudian Yoongi melihat Namjoon yang berlari masuk ke ruangan itu.
Semoga Jungkook baik baik saja, apapun yang terjadi, tolong selamatkan Jungkook, Tuhan, kumohon..
Tak lama dari itu, appanya dan suster keluar membawa ranjang dengan Jungkook yang terbaring disana.
"Appa! Appa, Jungkook akan dibawa kemana?"
"ICU. Yoongi, tunggu saja diruangan appa, jangan memberitahu siapapun kecuali eommanya Jungkook, ya?"
Yoongi mengangguk lalu appanya pergi menyusul dokter dan suster yang lainnya.
Ia kemudian pergi menuju ruangan appanya lalu menelepon Seokjin.
Yoongi hanya diam diruangan itu, pikirannya entah kemana, ia mulai berpikir yang tidak-tidak.
Setengah jam kemudian, appanya masuk keruangan itu.
"Appa, bagaimana keadaan Jungkook? Apa yang terjadi padanya?"
Ga Ram menghela nafasnya, "Jungkook, dia.." Ga Ram benar benar tidak tahu harus bagaimana mengatakan hal ini pada Yoongi, "dia, terkena kanker otak."
"Huh? A-apa yang appa katakan? Appa tolong jangan bercanda denganku. Jungkook baik baik saja kan?"
Air itu sudah memenuhi mata sipit Yoongi.
"Appa tahu ini sulit untukmu, tapi appa serius. Jungkook terkena kanker otak, sudah stadium tiga, ia baru melewati masa kritisnya, sekarang ia belum sadar."
Tidak ada respon dari Yoongi, ia hanya terdiam dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Sekarang ia sadar, malam itu saat dirinya tiba tiba mengingat Jungkook lalu menangis, Tuhan sedang memberitahunya bahwa Jungkook sedang sakit, ia merasa sangat bodoh sebagai sahabat Jungkook. Mengapa ia tidak menyadarinya sejak awal? Mengapa ia malah menurutinya untuk tidak memberitahu siapapun saat Jungkook mimisan di hari itu? Ia hanya bisa menyesalinya sekarang setelah ia tahu kebenarannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Would You? (BTS GS) END
FanficJungkook adalah gadis kuliahan, dia cantik, tetapi tidak banyak memiliki teman. Ia selalu sendirian, sampai akhirnya, ia bertemu seseorang yang mengubah hidupnya. Sebagian kisahnya terinspirasi dari drakor Andante, termasuk nama cast. Ingin tau kela...
