6 : Puzzle

90 14 4
                                    

Kematian adalah satu hal yang pasti tetapi jadwalnya belum pasti. Itu adalah sebuah kepastian. Mengapa harus ada kematian? Jawabannya mungkin karena sebagai pengingat akan keterbatasan kita sebagai manusia. Menurutku kematian ada karena tidak semua ingin hidup sehingga kematian menjadi suatu keharusan keberadaannya. Lagian jika tidak ada kematian maka harus ada bumi kedua, ketiga, keempat bahkan kesekian juta karena manusia semakin hari semakin bertambah jika tidak memakai pengaman tentunya. Ini juga merupakan ketimpangan. Ada yang ingin berumur panjang dan ada juga ingin segera bertemu dengan ajal. Dunia penuh dengan hal-hal lucu, bukan?

Sudah seminggu berlalu kejadian di kamar tidurku. Ini adalah awal minggu kedua di bulan ketiga pada tahun ini dan itu artinya hanya tersisa beberapa minggu lagi di fase putih abu-abu. Badan kokohku masih remuk sebab ayahku mencambukku ganas. Aku roboh dan terbaring di kamar tidur 3 hari lamanya. Selama 4 hari setelah insiden itu, kupaksakan sekolah walau tak memperoleh pengetahuan apapun selain kembali berkelahi di atap sekolah dengan 5 berandal sialan karena kejahilanku. Aku melemparkan ular mainan kearah mereka. Hari itu aku kekurangan rasa sakit sehingga tak henti menganggu kegiatan merokok mereka. Garis-garis yang terbentuk di punggungku semakin memprihatinkan sejak perkelahianku saat itu. Mereka memberikan sepakan yang kuat layaknya seorang pesepak bola yang sedang marah ke belakangku.

Lain harinya aku juga membuang spermaku dengan gadis di bar baru yang kudatangi. Ada seorang perawan yang telah kurenggut dengan godaan beralaskan minuman laknat. Bar baru menawarkan goyangan panas, kemilau lampu seperti warna-warni dunia, air duniawi yang membawa ke langit ketujuh serta musik panggilan ke nereka. Kala itu sang perawan mendatangi bar dengan gerak-gerik kaku ditemani rasa penat yang dialami. Dia mabuk berat saat kutawari anggur tahun 70-an, sehingga setiap sentuhan yang kuberikan bisa merangsangnya cepat tanpa perlawanan. Sangat jarang menemukan gadis yang masih belum pernah ditiduri saat ini. Aku sendiri baru beberapa kali, masih bisa dihitung tapi aku tak mau mengingat.

Tenaga habis terkuras baik luar dan dalam membawaku dalam keadaan lemah tak berdaya di atas ranjang ukuran jumbo. Barangkali aku akan mati detik ini. Suara-suara neraka dan surga samar bisa kudengar.

"Aku tak tahu kau harus tidur gimana. Kondisi perutmu tak baik tapi punggungmu lebih parah lagi. Kusarankan untuk tidur tengkurap saja selama beberapa waktu" Perawat datang ke kamarku. Dia memeriksa keadaanku. Dua hari belakangan aku tidur seperti biasa dan membuat garis merah di punggungku mengeluarkan darah lagi.

"Ah iya. Temanmu datang untuk menjengukmu" perawat wanita ini berbicara entah pada siapa. Aku tak melihatnya karena sudah berbalik posisi. Perawat dengan seragam biru ini rutin merawatku di mansion.

"Namanya Grace" dia berbicara sendiri. Aku tak tahu dia melihat siapa sekarang tapi tetap tak ada suara yang menjawabnya.

"Bentar, biar aku suruh dia masuk" lanjut perawat pergi meninggalkanku.

Tak berselang lama pintu kamar terbuka lagi. Seseorang datang menuju tempat tidur.

"Hai" itu bukan suara perawat lagi .

Diam. Tak ada balasan yang keluar di dalam ruangan.

"Apa kau tuli? Kau tak pernah langsung menjawab" itu pertanyaan khas ketua UKS. Gadis yang datang ke kamar ini berarti ketua UKS yang telah memberiku perawatan 2 kali. Siswi yang telah berani mengunci 2 kali juga.

"Kau tak akan bisa mengobatiku sekarang. Kali ini lebih parah dari hari-hari yang lalu. Pergilah! Aku mau tidur" suara parau dari pria menyambar pertanyaannya. Sudah terlalu jauh ketua UKS ini mengenaliku sampai tau alamatku.

Padahal sudah berapa kali pria ini mengaiskan dia dari kehidupannya seperti menghempaskan kotoran dari pakaian tapi nampaknya gadis dengan ukuran yang lebih pendek dari pria itu gigih mendekatinya. Mungkin dia merencanakan sesuatu pada pria ini, pria yang memang dicap sebagian orang sialan. Dunia memang tempat yang aneh. Ada yang ingin sendiri tetapi banyak hal yang justru melibatkannya dengan banyak orang. Ada juga mau bersosial tetapi sulit untuk menemukan teman walau hanya sekadar untuk bercakap-cakap. Inilah memang variasi hidup.

Dear Atheism, I am (A) ChristianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang