TAP... TAP.... TAP....
" Tunggu.." Hinata menoleh, melihat seorang gadis yang memasuki pesta, tentu saja wajah itu tidak asing, dan Hinata benar-benar berharap agar wajah itu asing, agar dia bisa menahan emosi ketika melihatnya kapanpun.
" Itu..." Sakura menyadari sesuatu, wajah menjengkelkan itu tidak asing di matanya.
" Apa yang dia lakukan disini?" Tenten langsung berdiri, matanya tertuju kepada gadis anggun yang memasuki pesta, astaga.. jantung tenten terasa mau copot.
" What happened?" Temari merasa sangat-sangat terkejut, dia sangat-sangat terkejut melihat wajah yang tidak asing lagi dimatanya.
" Siapa yang mengundang macan betina itu?!! Apakah kau, Yamanaka Ino?" Amarah Hinata sudah meluap-luap seperti panci panas, dia sangat-sangat marah.. baru saja dia membicarakan sepupunya yang kurang ajar, dan sekarang? Berani-beraninya wanita gila itu datang, pasti kekacauan akan tiba..
" A- aku bersumpah, bu- bukan aku yang mengundang wanita gila itu!!" Ino bangkit, dia terkejut melihat gadis itu yang melambaikan tangannya kepada mereka.
" Lalu?"
" Siapa??!!!"
Teriakan menggelegar Hinata membuat dentuman musik berhenti, semua tatapan tertuju kepada para gadis itu, mereka menjadi pusat perhatian sekarang, hoho.. kalian harus lihat amarah Hinata yang tidak bisa ia tahan, dia sangat-sangat kesal sampai-sampai wajahnya memerah.
" Apa yang terjadi di pesta ini, Ino? Kepada kau mengundang dirinya?!!" Hinata terus menerus berteriak frustasi, sementara Sakura? Gadis itu meneteskan air mata terkejut, wanita yang selama ini dia hindari terus saja datang, wanita yang selama ini ingin ia jauhi juga tidak ingin jauh, dia selalu berada di dekat Sakura.
Tayuya.. ya, bisa kalian bayangkan betapa terkejutnya para gadis di sana? Mereka berteriak frustasi dan marah, Tayuya seperti hantu yang dapat memata-matai mereka, kapanpun mereka ingin bersenang-senang pasti ada yang menggangu.
" Hi- Hinata, tenang." Naruto datang, dia melihat air mata yang menetes dari mata indah tunangannya membuatnya kesal, tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia hanya diam karena tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Tayuya, dia tidak bisa melarang Tayuya untuk berbuat apapun.
" Sudah, cukup."
" Tayuya, lebih baik kau pergi, banyak sekali orang yang bersedih saat kau datang, kau itu membawa bencana." Sakura harus bertindak, ini adalah pesta bahagia Ino, jangan sampai wanita itu mengganggu, Sakura sangat kesal dan ingin ini semua berakhir.
" Pergi? Untuk apa? Aku juga ingin merayakan pesta ini bersama kalian, apakah tidak boleh?" Dengan santainya dia berjalan mendekati Sakura, membelai rambut panjang merah mudanya lembut serta berbisik, " Aku akan selalu menjadi hantu yang mengikuti dirimu, jangan kesal, honey.." Betapa kesalnya Sakura saat ini. Ingin sekali dia mengumpat.
" Ya, kau adalah hantu, arwah yang belum tenang, dan sebentar lagi akan ke surga, amin." Sakura membuat kakaknya mengumpat tanpa sadar, kata-katanya langsung membuat Hinata tertawa lepas, dia tidak menangis lagi, malahan tertawa terbahak-bahak.
" Wkwkwkwkk, ya, Sakura kau cerdas, arwah yang belum tenang ini akan tenang sebentar lagi, aku janji akan berdoa agar kau mendapatkan madu dan susu yang bagus di surga nanti, makan yang banyak dan jangan menganggu orang, ya?" Hinata menepuk pundak Tayuya, wanita itu tersenyum miring dan menepis tangan Hinata kasar.
" Jangan lupa, kita harus kirimkan kau baju-baju bermerek mahal, anak kaya raya seperti dirimu harus mendapatkannya, kan?" Sakura dan Hinata tertawa mengejek, sementara Ino dan tenten bertepuk tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TIDAK SENDIRI✓
Teen FictionJudul awal : Muzai Judul selanjutnya : Hitorijanai [Muzai] Judul sekarang : [TIDAK SENDIRI] Setelah merasakan patah hati dari Gaara, Sakura tak ingin mengenal yang namanya pria. Mempunyai seorang kakak perempuan yang jahat membuat sakura juga merasa...
