Bagian 25

1.5K 78 1
                                        

Perlahan kedua mata terpejam itu terbuka dengan lelah, mendengar suara burung-burung di pagi hari dan sinar matahari yang cerah membuatnya pusing.

'Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku tak ingat apa-apa? Apakah terjadi masalah di pesta  membahagiakan Ino?'

Sakura benar-benar tak mengerti apa-apa, bagaimana ia bisa di kasur? Ia ingat ia sedang berpesta tadi malam, oh.. Sakura sangat-sangat kebingungan, semoga Hinata masih ada di dalam apartemennya.

Sakura membuka selimut merah muda miliknya yang tertata rapi, Sakura berjalan menuju ruang tamu, terlihat Hinata yang sedang sarapan dengan tv menyala di sana.

" Hinata-chan?" Sakura berjalan sambil duduk di sebelah Hinata, gadis itu sangat-sangat kebingungan hingga pikirannya tak bisa berhenti bekerja sejenak.

" Selamat pagi, apakah tidurmu nyenyak? Kau baik-baik saja?" Baru saja Sakura ingin bertanya, Hinata langsung menanyainya dengan pertanyaan.

" Ya. Aku baik-baik saja, kepalaku hanya pusing sedikit, kenapa kau tidur di ruang tamu? Dan bukankah aku sedang berpesta semalam? Kenapa aku ada di kasur pagi ini sementara aku tak ingat kapan aku tidur?" Hinata langsung terdiam, dia ingin menceritakan segalanya, namun tak ingin Sakura marah.

Mendengar nama Gaara Sakura pasti akan murka, bagaimana ini? Apa yang harus Hinata lakukan untuk menghindari ini semua? Hinata adalah sahabat terbaik Sakura, apakah dia harus menyembunyikan ini semua dari Sakura?

" Eum... Sebenarnya~~"

" Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku tak ingat apa-apa?" Hinata tersedak, dia langsung terbatuk-batuk mendengar berita pagi hari ini yang dimulai dengan banyak pertanyaan mengenai pesta mengerikan itu.

" Yaaa.. intinya, Gaara membawamu pulang ketika Tayuya mencampurkan alkohol kedalam jus jeruk milikmu, kau mabuk dan membongkar sedikit kejahatan yang Tayuya lakukan kepadamu dulu ketika sekolah. Itu saja." Sakura menampar pipinya sendiri dengan keras.

" What!!?" Hinata menutup telinganya tak kuat mendengar teriakan kencang sahabatnya yang sudah stress. " Aku mabuk? Alkohol yang Tayuya berikan padaku? Apa yang kau bicarakan?!!" Sakura loncat dari kursinya, dia terlihat sangat terkejut, dia sangat-sangat binggung mendengar semua itu.

" Kau pikir aku bohong? Aku? Sahabatmu?" Sakura tak mampu berkata-kata, " Dan, kenapa bisa Gaara ada di sana?" Sakura hanya diam, dia kembali duduk di kursinya setelah berteriak-teriak.

" Ya.. begitulah, mau bilang apa lagi? Tenang saja, aku tidak biarkan dia melakukan apapun tanpa persetujuanku. Dia juga tidak mengetahui kode apartemen ini kok." Sakura mengangguk sambil meneguk teh hangat yang dibuat oleh Hinata.

" Dan, apa yang terjadi kepada pesta Ino? Apakah dia marah?" Hinata menghela nafas mendengarnya, " Tentu saja, itu pesta hari anniversary miliknya, pasti dia kesal. Aku sudah mengabari Ino pagi tadi, dia bilang semuanya baik-baik saja, tapi aku yakin dia sangat kesal kepada Neesan-mu itu!" Sakura mengangguk.

" Aku akan minta maaf padanya, Mau temani aku?" Hinata menggeleng-gelengkan kepalanya cepat, " Tidak! Kau yang buat salah, kenapa aku ikut tanggung?" Sakura menggerutu dalam hatinya, Hyuuga satu ini sangat menyebalkan baginya.

" Kau menyebalkan sekali! Kau masih berhutang kepadaku, ingat tidak?" Hinata langsung memicingkan matanya kesal mendengarnya.

'Kalau hutang ia akan ingat! Kalau masalah mabuk ia tak ingat! Bodoh!!' Batin Hinata yang betul-betul marah.

" Kau harus datang sebelum pukul 20.00, aku ingin berbelanja!" Sakura mengangguk sambil tersenyum miring, kemudian melangkah pergi.

.
.
.

TIDAK SENDIRI✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang