EXTRA CHAPTER (2)

2K 97 16
                                        

" Sasuke-kun!" Suara manja dan lembut yang terdengar di pagi hari membuat Sasuke terbangun dari tidurnya yang lumayan nyenyak.

Sambil menatap istrinya yang cantik jelita Sasuke tersenyum lebar menyambut pagi hari. " Ada apa?" Sasuke bertanya lembut mengingat istrinya yang begitu sensitive menjelang melahirkan anak pertama mereka.

" Kamu tahu sesuatu? Bayinya menendang-nendang, apakah mungkin ia bercita-cita menjadi pesepak bola?" Sasuke tak bisa menahan tawanya mendengar hal itu, pagi-pagi yang indah menjadi lebih indah ketika mendengar istrinya yang cantik dan menggemaskan.

" Apa yang kamu katakan? Dia harus menjadi seorang gadis cantik yang benar-benar mirip seperti Ibunya." Mendengar hal itu Sakura tersenyum lebar, ia menginginkan anak yang tampan juga cantik, tak hanya itu ia juga berharap bisa mendapatkan putra dan putri lebih banyak dari satu.

" Bagaimana jika anaknya laki-laki? Kamu tidak akan menyukainya?" Pertanyaan Sakura membuat Sasuke tampak berpikir, beberapa lama kemudian Sasuke menggeleng sambil mencium kening istrinya lembut.

Sambil berbisik, " Meskipun laki-laki ataupun perempuan aku tak akan menolaknya, bukankah Kami-sama menitipkannya kepada kita? Kita sebagai orang beruntung harus menjaga aset penting yang diberikan Tuhan."

Sakura begitu bahagia mendengar hal itu, kehamilannya selama 9 Bulan selalu indah dengan adanya Sasuke yang selalu menjaga dan merawatnya.

Juga, kata-kata manis yang ia katakan membuat Sakura semakin jatuh hati. Sakura tak bisa mengatakan betapa banyaknya keburukan suaminya, tapi Sakura bisa mengatakan seribu kata jika itu tentang kebaikannya.

.
.
.

Setelah makan siang Sakura ingin sekali berbelanja, dan apapun itu yang berkaitan dengan makanan dan sesuatu yang manis, Sakura sangat-sangat menginginkan hal-hal berbau manis.

" Sasuke-kun," Sakura menatap suaminya yang berjalan sambil menatap beberapa toko pakaian di sebelahnya, tak mendapatkan respon membuat Sakura menatapnya kecewa.

" Aku mulai merasakan sakit perut, sebentar lagi kita ke rumah sakit, Ya?" Sasuke langsung menoleh, menatap wajah kesakitan istrinya yang membuatnya khawatir.

" Bukankah sudah dari kemarin sakit. Dokter bilang menjelang persalinan memang begitu, ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang, apakah sangat sakit?" Sakura menggeleng pelan sambil memegang perutnya.

Rasanya sangat-sangat tak nyaman merasakan rasa sakit yang sama dalam beberapa hari menjelang persalinan. Sakura juga sangat menikmati masa-masa indah mengandung bayi selama 9 bulan dengan banyaknya kasih sayang suami yang ia dapat.

" Aku akan telepon, Kaasan. Aku beritahu jika kita akan ke rumah sakit, Kaasan sangat menantikan hati ini, dia akan sangat-sangat bahagia mendengarnya." Sakura tersenyum lebar sambil berjalan dengan memegang tangan Sasuke, dapat Sakura lihat bertapa senang dan khawatir pemuda itu disaat bersamaan.

" Aku ada satu pertanyaan, apakah aku boleh bertanya?" Sakura tampak serius, tiba-tiba saja pertanyaan tak nyaman ini muncul di benaknya.

" Ya, katakan saja." Sakura langsung menoleh, tatapannya berubah berkaca-kaca dengan pegangan tangan yang semakin erat.

" Ji- Jika misalkan saja, ada masalah denganku, tolong selamatkan bayiku. Jangan pikirkan aku, banyak sekali orang-orang yang menunggunya lebih dari diriku, aku yakin dia akan sangat-sangat disayangi oleh semua orang. Apalagi Ibu mertua." Sasuke tampak diam, pikirannya kacau seketika mendengar pemikiran istrinya yang tidak pernah ia dengar bahkan pikirkan.

" Sa- Sakura-chan, apa yang kamu katakan? menjelang melahirkan memang akan ada banyak masalah, tapi bukan berarti kejadian memilih satu diantara mereka juga akan menimpamu." Sakura mengangguk sambil meneteskan air mata, ia begitu khawatir tiba-tiba karena bayinya akan segera tiba di dunia.

TIDAK SENDIRI✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang