" Hmm.. dia adalah adikku, jangan memaksanya untuk melakukan apapun." Ucapnya yang membuat semua mata menatapnya tajam, " Jangan buat ulah karena aku sedang kesal, aku akan mematahkan tanganmu sekarang juga jika kau membawa Sakura pergi."
Terlihat tangan Tayuya yang memegang tangan Sakura terdiam, " Oh, jadi sekarang kau akan mengajarkan diriku cara mengurus adikku sendiri?" Hinata tersenyum lebar.
" Adik? Kau bahkan yang mengusirnya dari rumahnya, kan?" Tatapan tajam Tayuya benar-benar tidak bisa dia sembunyikan. Wajahnya yang mengeras membuat Hinata tersenyum miring.
" Kau ingin tau, aku tau dari mana?" Tayuya tersenyum tipis, " Tidak! Aku tidak ingin tau, karena kau seorang penguntit!" Ucapnya dengan tatapan tajam yang sukses membuat Hinata sangat-sangat marah.
" Kau tidak pernah mengatakan dia adikmu, apakah karena kau akan surga, kau mengatakannya tanpa sadar?" Hinata terus saja terlihat tanda tanda, dia tidak habis pikir melihat Tayuya yang selalu ada ide jahat, dimana pun dia berada pasti ada kekacauan.
" Hinata, jangan menggangguku. Aku ingin Sakura menikmati pesta, dan kau tidak bisa mencegahku, kau tau kenapa? Karena aku sangat-sangat ingin membuatnya bahagia." Tayuya tersenyum manis, sekali lagi tangannya bergerak untuk mengambil tangan Sakura.
" Astaga.. Tayuya!!" Tamparan keras Hinata mendarat indah di tangannya, terdengar suara yang membuat semua orang terdiam. Bahkan Tayuya pun mulai menyadari sesuatu, tangannya terlihat mengenaskan.
Krak!!
Terdengarlah erangan Tayuya yang semakin menjadi. Tangan Tayuya benar-benar patah saat ini, Dan itu membuatnya menjadi tatapan fokus semua orang.
" Oh.. my.. God.." Semua mata terkejut melihat Hinata, dia tidak bisa disalahkan karena saat ini dia terbawa emosi, namun yang terjadi benar-benar di luar dugaan.
Mereka semua berpikir mungkin Hinata hanya akan menamparnya, namun? Yang terjadi sangat-sangat mengejutkan, dia mematahkan tangan Tayuya tanpa berpikir. Sungguh Hyuuga yang keren.
" Hi- Hinata, kau mematahkan tangannya!!" Ino kaget luar biasa, dia sangat-sangat terkejut melihat tangan bengkok Tayuya yang terlihat sangat-sangat menyedihkan.
" Ya, dia pantas mendapatkannya!" Ucap Hinata enteng, tak memedulikan Tayuya yang berteriak memilukan dengan memegang tangannya yang bengkok.
" Ino, tolong panggilkan ambulans. Kita akan mengurus agar dia segera masuk ke dalam surga." Ucap Hinata yang tersenyum puas, sementara itu Tayuya hanya terdiam. Memandang Hinata dengan tatapan murka dan terlihat sekali dia ingin membunuhnya.
" Tentu saja, bukankah berbuat baik akan mendapatkan pahala? Maka dari itu aku harus membantu seseorang untuk masuk ke surga dengan mudah!" Balas Ino cepat sambil mengetik banyak tombol.
" Buahahhahahahha, hahahahahhaha." Tawa tenten dan Temari pecah, mereka berdua tidak bisa menghentikan kebahagiaan mereka yang datang begitu saja karena Tayuya. Mereka ingat betul apa saja yang dilakukan Tayuya kepada mereka dulu, dan sekarang mereka akan membalasnya secara perlahan-lahan.
" Hen- hentikan, cukup! Su- sudah!" Bagaimana bisa mereka melupakan Sakura yang berada di belakang Tayuya? Tatapan mereka kini kembali fokus menatap gadis berusia 20 tahun itu yang sempoyongan karena pusing.
" Sakura, kita pulang, ya?" Hinata khawatir, melihat Sakura yang tidak kuat minum, dia pasti akan demam besok jika ia tidak tidur dan dijaga. Namun dia tidak ingin pergi dari saja. Apa yang harus Hinata lakukan?
" Hinata-chan, bawa dia pulang saja. Bukankah waktu itu dia demam karena tidak tidur semalaman?" Naruto membawa Sakura pergi, namun sebelum ia berhasil menggendong Sakura, gadis itu langsung minta turun.
" A- aku mau minum, jangan halangi aku!" Sakura berjalan menuju meja dan langsung memesan bir. Alkohol yang dia minum memiliki kadar tinggi, Hinata yang melihatnya langsung mencegah.
" Jangan, Sakura. Kau bisa demam, hentikan!" Hinata tidak didengar oleh Sakura, gadis itu tetap saja memaksa. Dan itu membuat semua teman-temannya khawatir.
" Apa yang akan kita lakukan? Dia selalu saja keras kepala jika sedang mabuk!" Tenten merasa kesal, dalam lubuk hatinya dia sangat-sangat menghawatirkan Sakura, tapi gadis itu tidak mau menurut dan tetap saja memaksa untuk minum alkohol.
" Siapapun yang sengaja mencampurkan alkohol ke jus jeruk itu, aku Hyuuga Hinata tidak akan mengampuninya." Hinata sangat emosi, dalam pikirannya sudah jelas sekali jika Tayuya ingin menghancurkan pesta Ino. Dan Hinata harus membuatnya merasa sangat menyesal telah melakukan hal itu.
Dia main curang, dan Hinata terpikirkan ide keren untuk membalasnya. Dari jauh Hinata melihat Tayuya yang sedang menangis tersedu-sedu menahan sakitnya tangannya yang parah. Dan Hinata dengan liciknya sudah merencanakan hal bagus.
" Tayuya. Aku menyesal, maafkan aku, apakah sangat-sangat sakit?" Hinata tersenyum licik, kemudian menjalankan aksinya yang akan berhasil beberapa menit lagi.
" Ja- jangan sentuh aku, kau akan membuatnya semakin parah nanti!" Balasnya murka sambil menatap benci ke arah Hinata.
" Aku minta maaf, aku sangat-sangat menyesal. Sekarang aku sudah mengerti, apapun yang kau lakukan adalah benar. Maafkan aku." Tayuya terlihat binggung, dan dia tidak menyadari kejahilan Hinata yang akan datang kepadanya.
Ino dan semua kawan-kawan terkejut, sangat-sangat terkejut. " Apa yang kau bicarakan? Hinata, dia adalah wanita yang licik, kenapa kau bisa kembali percaya ke dalam perangkapnya? Apa kau~~" Hinata mengedipkan sebelah matanya dengan senyum tipis. Ino seketika faham segalanya dan berhenti bicara, tatapannya tertuju kepada drama yang sedang berjalan dengan sangat-sangat baik.
" Setelah dipikir-pikir, kau memang benar, Hinata-chan. Aku yang salah telah selama ini berbuat tidak baik kepada Tayuya-chan." Ino membalas kode yang Hinata berikan, senyum tipis yang dia lontarkan membuat Hinata mengangguk pelan.
" Hmm.. licik! Kau pikir aku tidak tau? Kau dan rencana busukmu tidak mempan!" Ucap Tayuya sambil mengusap-usap tangannya yang terasa nyeri dan amat sakit.
" Tidak kok, Tayuya-chan, tidak ada rencana buruk atau apapun yang kau maksud itu. Aku minta maaf." Hinata mengambil tangan patah Tayuya dengan lembut, Tayuya sangat-sangat ketakutan melihatnya, dan ketika itu juga dia langsung berteriak ala perempuan feminim.
" Lepas! Lepas!"
Tak ada respon dari Hinata, dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ketakutan Tayuya yang tidak pernah terlihat. Tatapan tajam Sakura dari jauh membuat Hinata tersenyum tipis dan menyeret Tayuya agar mendekati Sakura.
" Tayuya-chan, jangan marah-marah. Itu tidak baik untuk kesehatan, duduklah. Nikmati bir dan jus jeruknya." Usapan lembut yang diberikan oleh Hinata membuat Tayuya sangat-sangat ketakutan.
" Apa yang, Nee-san lakukan? Disini? Mau apa lagi? Buat masalah?" Perkataan Sakura yang terbilang sangat-sangat keras dan kasar membuat Tayuya merasa di permalukan.
" Oh ya.. aku masih ingat banyak sekali kejadian mengerikan sewaktu dulu aku masih tinggal bersama kalian dengan rumah tua yang mewah itu." Sakura berbicara dengan tatapan yang siap menerkam mangsanya.
" A- apa yang kau bicarakan? Masa bodoh!" Tayuya tak mau mengambil pusing percakapan Sakura, tatapan tajam dari semua teman-teman Sakura membuat Tayuya merasa tak enak.
" Kau sudah ceritakan segalanya kepada mereka semua, ya?" Sakura mengangguk, dengan senyum tipis Sakura berjalan mendekati Tayuya.
" Aku ingat semua rahasia bodoh yang kau miliki, jangan macam-macam denganku." Hinata tersenyum miring, kemudian berbisik-bisik dengan Ino, " Perkataannya tajam ketika mabuk, aku menyukainya."
Ino tersenyum manis mendengarnya, sementara itu Sakura memandang Tayuya dari atas sampai bawah.
" Aku akan bongkar semuanya, lihat saja."
" Kau akan menyesal, telah mempermalukan diriku saat masa-masa sekolah dulu."
" Lihat saja."
TBC
VOTE N COMMENT NYA JANGAN LUPA
KAMU SEDANG MEMBACA
TIDAK SENDIRI✓
Teen FictionJudul awal : Muzai Judul selanjutnya : Hitorijanai [Muzai] Judul sekarang : [TIDAK SENDIRI] Setelah merasakan patah hati dari Gaara, Sakura tak ingin mengenal yang namanya pria. Mempunyai seorang kakak perempuan yang jahat membuat sakura juga merasa...
