Semua sedang berkumpul di ruang tamu, suasananya hening sekali membuat Hinata jengkel, dirinya pun memikirkan hal menarik untuk di bicarakan hingga...
" Apakah ada seseorang yang menempati kamar 8 ?" Tanya Hinata sambil melipat tangannya dan menatap semua orang.
" Tak ada." semua menjawab begitu, apalagi melihat jika semua sudah dapat kamar membuat mereka yakin tak ada orang.
" Memang tidak ada kan, Hinata-chan ?" Tenten dengan suara imutnya berbicara pada Hinata, dirinya yakin tak ada orang di kamar besar itu.
" Oh ya, kakaknya sakura. Um.. Tayuya, dia ingin ikut kemari dengan kekasihnya Gaara, boleh ?" Tanya Naruto dengan menatap semua orang, firasatnya pasti semua orang akan menolak.
Naruto tau semuanya tentang apa yang sakura alami, sejak pacaran dengan Gaara dan apapun yang sakura alami karena Tayuya, dirinya adalah sahabat dekat sakura dan ia pernah berjanji akan melindunginya jika ada masalah.
" Tidak. Aku benci gadis merah itu, tolong jangan panggil gadis itu kemari atau akan terjadi kekacauan." ucap tenten yang awalnya imut menjadi sangat kesal dengan raut wajah ingin mencaci.
" Tenten benar, jangan libatkan gadis itu kedalam liburan asik kita." Temari beranjak dari dapur dan melangkah ke arah sofa empuk tempat tenten.
" Memangnya ada apa sih ?" Tanya Sasuke yang tak mengerti kenapa semua gadis sepertinya sangat membenci wanita bernama Tayuya itu.
" Jika kau bertemu dengannya maka kau akan tau, uchiha." Ino berucap dengan anda kesal, mengingat Tayuya adalah kakak kelasnya yang sering mem bully dirinya sewaktu SMA dulu.
" Terima saja." Semua melihat asal sumber suara, sakura dengan santai mengatakannya tanpa wajah yang kesal malahan ia tersenyum.
" Apa kau bilang, gadis itu di terima ? No, no and no. Aku tidak setuju !" Ucap Hinata dengan mengebrak meja di depannya sambil berkata tak ingin di bantah.
" Lagipula akan semakin ramai kan? Terima saja Hinata." Ucap sakura sambil tersenyum, dirinya tau apa yang akan di lakukan oleh Tayuya jika bertemu dengannya, tapi ia juga ingin bersenang-senang dengan keluarganya.
" Benar sih ramai, ramai nya dalam arti keributan." ucap Hinata dengan nada penekanan yang pastinya menggambarkan bahwa ia sangat kesal.
Cling..
" Dia kirim pesan." Ucap Naruto yang tiba-tiba saja mengeluarkan ponselnya dan memeriksa.
" Siapa ?"
Raut wajah Hinata makin lama makin kesal, apalagi yang mengirim pesan adalah Tayuya, membuatnya sengat kesal.
" Dia bilang apa ?" Tanya sakura sambil melangkah ke arah Naruto, Naruto memberikan ponselnya kepada sakura, Hinata dan sakura melihatnya.
***
" Apa mereka setuju ?"
" Aku dan Gaara akan datang."
" Berikan alamatnya padaku."
***
Hinata rasanya ingin melempar ponsel itu dan meremukkannya. Mengingat jika ponsel itu bukan miliknya membuatnya mengurungkan niatnya.
" Bagaimana ? Kita berikan alamatnya ?" Tanya Naruto dengan nada binggung, dirinya takut Hinata akan marah padanya. Tapi apakah harus ia abaikan pesan dari wanita merah itu ( Tayuya ).
" Baiklah, berikan saja alamatnya. Taruh dia di kamar nomor delapan." Ucap Hinata dengan nada kesal dan melangkah mengambil sebuah kunci yang menempati kamar nomor delapan.
" Terima kasih." Ucap sakura dengan nada lega, dirinya tau bahwa Hinata bisa melakukan apapun hanya demi dirinya dan kali ini sakura merasa sangat bahagia berkat apa yang Hinata lakukan demi dirinya.
" Aku melakukannya bukan demi dirimu."
Hinata yang masih kesal pun hanya bicara apa yang ada di benaknya, sakura memeluknya dari belakang, Hinata menatap sakura dengan tatapan tajam yang membuat sakura merasa terganggu.
" Jangan tatap aku seperti itu, Hinata." Sakura dengan tersenyum manis menarik wajah Hinata dan Kembali memeluk gadis lavender itu.
" Kau berhutang padaku, ingat !" Ucap Hinata sambil melampiaskan amarahnya dengan memeluk sakura erat, Sangat-sangat erat.
" Baiklah, hutangku padamu sangat banyak, ya ? Aku harus melunasinya satu persatu setiap hari ?" Tanya sakura yang di balas tawa pelan dari Hinata.
" Ok, ok. Lupakan."
Hinata tertawa dengan pelan, memeluk sakura dengan kencang, hilang sudah amarahnya tadi, sekarang hanya tawa dan senyum yang menempel pada wajah cantiknya.
" Oh.. baiklah. Naruto, kapan gadis merah itu datang ?" Tanya Hinata sambil melangkah ke arah dapur.
" Dia bilang setengah jam lagi "
Naruto berucap dengan nada tenang, mengumpulkan energi yang banyak untuk di gunakan dalam acara tempur nanti. Bisa saja Tayuya datang dan langsung buat masalah, energi sangat di butuhkan untuk bertengkar jika di perlukan nanti.
Sakura duduk di sebelah sumire, mengobrol sambil menunggu waktu di mana kakaknya datang, kembali bertemu dengan Tayuya adalah sebuah masalah yang menurut sakura tak akan pernah selesai.
Mungkin suatu hari nanti Tayuya benar-benar menerima dirinya bahkan mengakuinya sebagai adik ? Sakura tak tau kalau itu sepertinya mungkin.
Sakura membantu Hinata, Ino dan tenten yang menyiapkan camilan di dapur, baunya sangat lezat, membuat sakura penasaran apa yang sebenarnya mereka buat.
" Apa yang kalian buat?" Tanya sakura dengan penasaran, dirinya mendatangi Hinata yang sedang mengaduk adonan tepung.
" Kami membuat kue." ucap tenten dengan semangat mengukus beberapa kue. Dirinya semangat karena dirinya jarang sekali membuat masakan dan kali ini dia yakin rasanya enak.
" Baiklah.. bantu aku sakura " Ino dengan nada lembut memberikan sakura sarung tangan dan meminta tolong pada sakura untuk mengaduk adonan.
" Begini ? Tidak terlalu keras tanganku mengaduknya ? Apa harus lebih keras ?" Sakura yang memang jarang memasak terus saja bertanya pada adik kelasnya itu.
" Ya Tuhan.. memang ya, kalau sudah tenaga monster yang beraksi memang beda. Lihat saja, hey... Semuanya, lihat apa yang sakura lakukan pada adonan yang aku buat, kenapa bisa terlihat seperti monyet begini ?"
Sakura langsung seketika merona, Ino benar-benar tau dengan baik bagaimana caranya mempermalukan seorang Haruno sakura disini.
Ino tau jika sakura tidak bisa mengaduk adonan pun menyuruhnya, dirinya benar-benar hebat !.
Apalagi membuat yang lain melihatnya benar-benar sukses membuat Ino tertawa lebar. Sangat lebar.
" A- Ano.. a.."
" Kau gugup sakura. Malu ?"
" Hahahahahahaha...."
TBC.
VOTE N COMMENT NYA DITUNGGU.
GUYS.. NUNGGU KELANJUTANNYA ?
COMMENT YA !.
KAMU SEDANG MEMBACA
TIDAK SENDIRI✓
Novela JuvenilJudul awal : Muzai Judul selanjutnya : Hitorijanai [Muzai] Judul sekarang : [TIDAK SENDIRI] Setelah merasakan patah hati dari Gaara, Sakura tak ingin mengenal yang namanya pria. Mempunyai seorang kakak perempuan yang jahat membuat sakura juga merasa...
