"Kang Minhee?" tanya Changwook dengan heran.
"Ya. Urus juga semua keperluannya, seperti paspor dan visa. Ah! Satu lagi! Aku ingin, sekretarisnya itu tak mengetahui hal ini" perintah si bos.
"Baik, akan saya laksanakan"
Setelahnya, sambungan terputus.
Yunseong menatap lurus ke depan dengan tatapan yang tajam. Sepertinya dia, memiliki rencana yang tak diketahui oleh siapapun.
: :
: :
: :
: :
: :
: :
Sebuah benda terjatuh ke pangkuan Minhee yang saat ini duduk di kursi pinggir taman rumah Yunseong.
"Itu adalah visa dan paspor mu. Jangan sampai hilang, karena lusa kita berangkat ke Las Vegas" ujarnya dengan dingin seperti biasa.
Seseorang yang sedang duduk itu, mengerutkan sedikit dahinya tanda bahwa, ia tak mengerti.
"Maksudmu?" tanya nya.
"Tidak usah banyak tanya. Cukup ikuti saja" balas Yunseong.
"Katakan padaku. Untuk apa aku harus pergi ke sana?"
"Sudah kubilang jangan banyak bertanya...."
"Jika, kau tidak ingin memberitahuku. Aku tidak akan ikut" potong Minhee.
Yunseong langsung menghela nafasnya berat.
"Aku hanya ingin mengajakmu saja. Apa salahnya dengan itu?!" Nada bicaranya mulai meninggi.
Minhee hanya mengerjapkan matanya.
"Siapkan semua bajumu untuk lusa. Aku akan menyuruh pelayanku membantumu"
"Satu lagi! Aku sudah memastikan sekretaris Cha tidak mengetahui hal ini"
Setelahnya Yunseong meninggalkan Minhee sendirian dengan tatapan kosongnya.
Keesokannya Minhee duduk di kamarnya sambil menyiapkan pakaian yang akan dibawa, dibantu dengan dua pelayan.
"Sudah semua tuan. Apa ada lagi yang ingin anda bawa?" tanya si pelayan.
"Tidak ada. Terimakasih sudah membantu" balas Minhee.
"Baiklah, tuan. Kalau begitu saya keluar dulu"
Minhee hanya mengangguk sebagai balasan.
Sejak tadi ia, terbingung dan masih belum memahami situasi.
Mengapa tiba-tiba Yunseong mengakanya pergi ke Las Vegas?
Apa untuk mengurusi permasalahan kemarin?
Tapi rasanya itu, tidak mungkin. Dia, yakin bahwa Yunseong tak akan mendengar nasihatnya.
'Hah!'
Minhee menghela nafasnya berat. Tinggal bersama Yunseong memang benar-benar penuh dengan kejutan. Ada saja yang dilakukan olehnya.
Tapi, Minhee sendiri tak bisa menolak. Dia, tetap saja mengikuti perkataan pria itu.
Akhirnya Minhee bersiap untuk tidur karena besok harus berangkat pagi.
'Tok' 'Tok'
Suara ketukan pintu dari kamarnya terdengar.
Si pemilik kamar mendudukkan badannya di kasur.
"Masuk" ujarnya.
Terlihat seorang pria memasuki kamarnya dengan mengenakan kaos biru tua dan celana panjang hitam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind - Hwangmini
RomanceKang Minhee adalah seorang anak pemilik perusahaan ternama di Korea Selatan. Dia anak yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, selama itu dia tidak pernah hidup bahagia. Minhee memiliki sifat yang dingin. Dia kehilangan penglihatannya sejak umurn...
