17. Feelings

1.6K 236 78
                                        

Minhee berlari dengan kencang, ketika suara tembakan berbunyi dia sempat menundukkan sedikit kepalanya. Namun tekadnya untuk terus berlari sangat kuat. Ia yakin bahwa Yunseong pasti bisa menyelamatkannya. Ia yakin bahwa Yunseong mampu melindunginya.

Di sisi lain Yunseong dan pamam Cho saling menodongkan pistol. Namun tembakan dari Yunseong lebih cepat. Sehingga mengenai paman Cho terlebih dahulu di bagian bahu. Setelahnya dia merasakan seseorang memeluknya yang sebenarnya tidak bisa memeluk dirinya dengan sempurna karena kedua tangannya terikat. Seseorang tersebut gemetar karena ketakutan.

"A-aku takut Yunseong-ah. Aku sungguh ketakutan hiks" Ucap Minhee tersengal karena menangis.

Yunseong terdiam sejenak untuk beberapa saat. Ia melihat bagaimana anak buah paman Cho yang dihabisi oleh Jae dan beberapa orang lainnya.
Lalu melepas pelukannya dan mengeluarkan pisau lipatnya dari saku dan membuka ikatan tali tersebut. Setelahnya Minhee memeluk leher Yunseong dengan kuat.

"Hiks! Aku percaya padamu! Aku percaya kalau kau akan menyelamatkan ku! Terimakasih Yunseong-ah. Hiks" Imbuhnya masih dengan isak tangis.

"Kau masih sanggup berjalan, kan?" Tanya Yunseong yang setia memeluk Minhee.

Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya.
Kemudian pelukan itu terlepas. Nampak wajah Minhee yang memerah dengan darah di dahi. Yunseong menatapnya dengan sendu. Sambil memegang kedua sisi wajah Minhee.

"Kita pergi sekarang"

Yunseong merangkul tubuh Minhee ke dekapannya dan berjalan bersama dengan perlahan menuju mobil. Di dalam mobil tubuh Minhee semakin lemas karena darah yang masih keluar dari kepalanya.

"Min? Kau baik-baik saja?"

Melihat kondisi Minhee yang mulai melemah Yunseong menjadi panik.

"Bertahanlah! Kita akan segera sampai" Ujar Yunseong yang mempercepat laju kendaraannya menuju rumah sakit.

Kendaraan itu berhenti di sebuah rumah sakit dan langsung saja Yunseong menggendong Minhee untuk masuk ke dalam. Sebelumnya ia sudah menelpon dokter di rumah sakit ini. Jadi begitu datang sudah ada dokter dan perawat yang bersiap siaga. Minhee langsung dibawa menuju ke ruangan untuk ditangani begitu pula dengan Yunseong yang mengalami luka-luka di tubuhnya. Setelah selesai ditangani pria itu bangkit dari duduknya dan pergi ke depan ruangan Minhee.

Keluarlah dokter yang ia kenal. "Bagaimana keadaannya?" Tanya Yunseong.

"Dia baik-baik saja sekarang. Kondisinya sudah mulai stabil. Jika ingin dia bisa menginap di sini dulu" Saran sang dokter.

"Terima kasih, Bomin"

"Sama-sama. Tapi dia siapa? Kau tidak pernah membawa siapapun ke sini kecuali dirimu dan Changwook"

"Dia Kang Minhee"

"Kang Minhee?" Wajahnya tampak berpikir sejenak.

Tak lama ia membulatkan matanya dan berkata. "Apa jangan-jangan dia adalah....."

"Ehm, kau benar" Balas Yunseong singkat.

"T-tapi, bagaimana bisa dia bersamamu?"

"Ceritanya sangat panjang, kau bisa tanya pada Changwook saja"

"Baiklah. Lalu, apa ada sesuatu yang terjadi hingga kau seperti ini?"

"Ya. Paman Cho sedang berusaha memburuku"

"Aku dengar memang paman Cho sudah bebas 2 bulan yang lalu"

"Aku juga mendengarnya"

"Kenapa dia mengincarmu? Apa karena kejadian dulu?"

Blind - HwangminiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang