34. First Love

768 134 111
                                        

Rumor terus beredar cepat di kalangan masyarakat. Mereka semua dijadikan perbincangan hangat di media sosial. Kegaduhan yang terjadi juga sampai kepada kantor. Banyak karyawan mendapat telepon karena menerima keluhan dan meminta kejelasan dari para investor. Jung Hani selaku pimpinan merasa terkejut dengan munculnya berita yang melibatkan dirinya tersebut. Tatapannya nampak menyalang dan garang, seakan sudah siap untuk memakan orang. Berita tentang dirinya yang menghabiskan waktu di luar negeri ketika sang suami sakit dan mengadakan pesta di rumah sehabis pemakaman suaminya terkuak di publik. Respon negatif dari para netizen memberikan dampak buruk bagi perusahaannya. Tak hanya itu, ia juga tertangkap basah berada di sebuah club casino dan bermain judi di sana.

"KANG MINHEE!" Ujarnya dengan marah.

"ARGH!" Hani berteriak sambil melempar gelas yang ada di tangan kirinya.

Nafasnya tersengal dan rambutnya yang tidak tertata rapi menambah kesan bahwa kondisinya sedang kacau.

"Aku akan membunuhmu!"

Di sisi lain Minhee tengah duduk santai menonton berita yang ada di depan tv sambil belajar merajut bersama Elena. Suasana hatinya terlihat bahagia, dilihat sedari tadi dirinya terus tersenyum puas.

"Anda ingin membuat syal ini untuk siapa?" Tanya Elena.

"Yunseong"

"Ah, begitu"

"Menurutmu apa Yunseong akan menyukainya?"

"Tentu saja!"

Minhee langsung terlihat senang kembali. Dia melihat jam yang ada di sudut ruangan. Otaknya berinisiatif melakukan sesuatu.

"Elena, aku tinggal dulu. Aku mau membuat makan siang untuk Yunseong"

"Baiklah"

Minhee bergegas menuju dapur dan mulai memasak sesuatu. Selang 2 jam berkutat di sana, ia kini memasuki mobil dengan pakaian yang amat rapi. Menyuruh si sopir untuk membawanya ke kantor Yunseong. Sesampainya di sana, banyak mata yang tertuju padanya. Karena Minhee terlihat begitu mempesona, auranya sangat kuat hingga mampu menghipnotis orang di sekitarnya.

"Permisi" Ucapnya pada sang resepsionis.

"Ya? Ada yang bisa saya bantu?"

"Hwang Yunseong, aku ingin bertemu dengannya"

"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?"

"Janji? Belum"

"Maaf, tapi anda tidak bisa menemuinya. Anda harus membuat janji terlebih dahulu"

Raut wajah Minhee terlihat menahan kesal. Tidak tahu saja mereka bahwa dia adalah pasangan Yunseong yang sudah menikah secara resmi di mata hukum.

"Menyebalkan!" Cibirnya.

"Kalau begitu katakan pada bosmu. Bahwa pasangannya sudah menunggu di lobi" Minhee menekankan pada kata 'pasangan'

"B-baik"

Tak perlu menunggu lama, Yunseong datang dengan terburu ke bawah. Dia melihat Minhee yang sudah menunggu di sana.

"Minhee!" Panggilnya.

Yang dipanggil menolehkan kepalanya dan tersenyum hangat padanya.

"Kenapa kau di sini?"

"Makan siang!" Minhee menunjukkan tempat makan yang dibawanya.

"Ah, kau tidak perlu mel—"

"Tch!" Dia berdecak tidak suka.

Secara tiba-tiba Minhee menggandeng lengan Yunseong. Membuat si empu terkejut.

Blind - HwangminiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang