18. Forgive me

1.2K 209 122
                                        

Yunseong menatapnya tak percaya, "Apa maksudmu?" Tanyanya.

Minhee meremat kuat baju Yunseong dan matanya yang memerah menahan tangis, "A-ani, aku tidak apa-apa" Ucapan bibirnya terbata-bata. "M-mungkin, aku k-kurang istirahat"

Dengan sekuat tenaga Minhee berdiri dibantu oleh Yunseong. Setelahnya Minhee berlalu dari sana meninggalkan seseorang yang sedang berdiri termenung. Yunseong sendiri juga terkejut dengan perkataan yang dikeluarkan oleh Minhee. Rasanya seperti jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.
Karena yang ia tahu kalau penglihatan Minhee memang sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Minhee sendiri pun juga berkata hal yang sama. Jadi rasanya tidak mungkin tiba-tiba Minhee bisa melihat begitu saja.

: :
: :
: :
: :

Ayah Junho sekarang sedang duduk di ruangan nya sambil membaca beberapa berkas lalu, masuklah seorang wanita dan duduk di kursi yang ada.

"Bagaimana? Putramu sudah menyetujuinya?" Tanyanya tanpa basa-basi.

"Aku sudah memberinya tenggat waktu hingga hari ini"

Wanita tersebut masih nampak berpikir.

"Tapi tak hanya itu yang kita butuhkan sekarang. Kita juga harus memberikan bukti-bukti jika, Minhee memang tidak layak dijadikan sebagai pemimpin perusahaan ini"

"Apa saja yang dibutuhkan?"

"Semuanya. Kita harus meyakinkan para petinggi untuk menolak Minhee sebagai pemimpin. Setelah itu kita keluarkan surat wasiat Minhee"

"Tapi kau juga tahu kan kalau pemegang saham tertinggi saat ini adalah Minhee?"

"Tentu aku tahu! Maka dari itu aku membuat rencana untuk meyakinkan para petinggi menolak Minhee sebagai CEO selanjutnya. Lagipula, tidak ada yang tahu kan, jika Minhee menghilang?"

"Ya. Kau benar. Satu-satunya yang tahu selain kita adalah Junho"

"Aku harap putramu tidak berbuat hal yang aneh dan merusak rencana ini"

"Akan kupastikan dia tidak akan melakukannya"

"Bagus. Untuk sekarang biarkan saja Junho dulu. Biarkan dia, berpikir dengan matang. Kau siapkan rapat untuk minggu depan" Imbuhnya.

"Baik. Akan saya lakukan"

"Ya, sudah aku harus pergi karena ada wawancara hari ini" Obrolan itu pun berakhir.

: :
: :
: :
: :

Yunseong terduduk di kamarnya dengan termenung. Pria itu nampak berpikir dan dengan cepat menelepon seseorang.

"Halo Bomin?"

"Ya?"

"Apa kau sibuk?"

"Tidak aku baru saja selesai operasi. Ada apa?"

"Aku ingin bertanya sesuatu"

"Baiklah. Apa itu?"

"Apakah orang buta bisa melihat kembali?"

"Hhhmmmm......... Tergantung, karena jenis-jenis tunanetra itu banyak. Penyebab terjadinya kebutaan juga bisa menjadi faktor"

"Dia buta akibat kecelakaan"

"Biasanya jika kecelakaan atau akibat dari tabrakan bisa berakibat langsung pada saraf netra atau akibat dari rusaknya saraf tulang belakang yang berkaitan dengan fungsi saraf netra. Aku tidak bisa memastikannya tapi jika kerusakan tersebut belum parah maka masih bisa diobati dengan pengobatan saraf. Atau mungkin bisa operasi transplatasi mata"

Blind - HwangminiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang