15. Save

1.9K 246 166
                                        

Siapkan tissue dan dengerin lagu yang sad Supaya makin kerasa feelnya.

(Warning! This chapter will full of emotional! Prepare urself)






























Semua orang terkejut dan menatap ke arahnya.

Ternyata orang yang ditembak adalah tuan Keiji. Yunseong sengaja menembak bagian lengan orang itu agar dapat melepas Minhee.

Minhee pun langsung jatuh seiring dengan dekapan tangan tersebut lepas darinya. Ia jatuh dengan lemas ke bawah sambil menangis. Tuan Keiji juga terjatuh dan meringis kesakitan karena tangannya tertembak dan mulai mengeluarkan darah. Para polisi langsung menodongkan pistolnya pada Yunseong. Anak buah Yunseong sebenarnya ingin menghajar polisi-polisi itu namun dia melarangnya.

"Drop the gun!" Ujar si polisi.

Yunseong langsung menjatuhkan pistolnya ke lantai. Dia juga menaikkan kedua tangannya.

"Anda harus ikut kami ke kantor polisi"

"Apa?" Tanya Yunseong.

"Karena anda telah menembak seseorang tanpa seizin kami"

"Tapi, aku yang membawa bajingan itu pada kalian"

"Tetap saja yang anda lakukan adalah salah. Kami juga ingin membawa anda untuk menjadi saksi atas perlakuan tuan Keiji. Bagaimanapun, anda adalah pemilik club ini. Sudah seharusnya anda bertanggungjawab. Jika, ternyata anda terlibat dalam transaksi ilegal ini maka, kami akan menangkap anda. Terpaksa juga kami akan menutup club anda" jelas salah satu polisi.

Yunseong menatap mereka dengan tak percaya.

"Bukankah seharusnya kalian membantuku? Seharusnya kalian berterimakasih karena aku telah melaporkannya dan sengaja menangkapnya. Untuk kuberikan pada kalian. Aku juga sudah memiliki izin untuk memiliki pistol" Yunseong mencari pembelaan.

"Anda dapat bicara saat sudah sampai di kantor polisi dan anda berhak mendapatkan pengacara"

Minhee terkejut mendengarnya.

Mengapa semua semakin runyam? Mengapa menjadi seperti ini? Apakah ini salah? - Minhee bertanya-tanya dalam hati.

Polisi itu langsung menuju Yunseong. Namun dengan cepat pria itu menghabisi mereka semua dan mengambil pistol miliknya yang berada di lantai. Yunseong juga menembak mereka satu-persatu hingga mati.

Minhee yang mendengar suara tembakan langsung menutup telinganya dan memejamkan mata dengan erat. Ia, menangis karena ketakutan. Berbeda dengan Yunseong yang menunjukkan wajah amarahnya. Matanya berubah menjadi tajam.

Anak buah tuan Keiji akan menembak Yunseong namun, kalah cepat. Kedua orang itu, tewas seketika di tempat karena Yunseong menembak tepat di kepala. Ruangan ini menjadi kacau dan benda-benda yang berserakan serta darah yang mengalir.

Minhee merangkak untuk pergi. Namun, tangannya tanpa sengaja memegang sebuah cairan yang tak diketahuinya. Yunseong hanya menatapnya dengan tatapan tajam. Changwook sudah akan menolong Minhee tapi, dicegah oleh bosnya.

Minhee terduduk dengan tangan yang kaku.

"I-ini apa?" Tanyanya kebingungan.

"Wae? Bukankah kau yang menginginkan ini semua?" Balik tanya Yunseong.

Minhee menggelengkan kepalanya kuat.

"Kau ingin tahu mengapa aku mengajakmu ke Las Vegas, bukan?"

Blind - HwangminiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang