Jung Hani tergesa memasuki rumahnya dan memasuki ruangan cctv. Ia bertemu dengan dua penjaga di sana, nafasnya terdengar memburu. "Cepat katakan! Apa kalian berdua yang menyebarkan bukti-bukti itu?!" Marahnya.
"Bukti apa nyonya?"
"Jangan berpura-pura bodoh!"
"Tapi kami berdua benar-benar tidak mengerti apa yang anda maksud"
"Rekaman cctv saat aku mengadakan pesta bersama teman-temanku!"
"Kapan kejadiannya? Biar saya cek terlebih dahulu"
"Beberapa hari setelah meninggalnya Kang Minho!"
"T-tapi, itu sudah lama nyonya. Kami sudah menghapus semua rekaman yang melebihi 1 bulan"
Hani menyerngit bingung. "Ini nyonya, rekaman bulan kemarin saja sudah kami hapus. Tidak ada lagi, karena kami rutin melakukan itu"
Hani menatap layar monitor dengan seksama. Benar sekali, sudah tidak ada file apapun lagi terhitung dari bulan kemarin. Otomatis rekaman itu juga seharusnya telah hilang. Lalu media mendapatkannya darimana? Setelah sibuk dengan pemikirannya sendiri, Jung Hani meninggalkan tempat begitu saja. Ia berpapasan dengan Cha Junhui beserta putranya di ruang tamu.
"Ada apa?" Tanya ayah Junho.
"Aku mencoba mendatangi ruangan cctv, tapi mereka sudah menghapus rekaman itu sejak lama. Lalu darimana para awak media mendapatkannya?"
"Saya sudah mengeceknya sebelum anda, tetapi memang rekaman cctv telah dihapus. Saya juga sedang berusaha menghubungi perusahaan yang menyebar berita itu pertama kali" Kata Junho.
"Apa kata mereka?"
"Mereka tidak mau mengatakannya, karena itu informasi rahasia dari sumber yang tidak boleh disebar"
"Sial! Kalau begitu, beli berita itu sebelum menyebar semakin luas!"
"Saya sudah mencobanya juga, tetap mereka tidak mau menjualnya pada saya"
Jung Hani menggigit bibirnya, dia berjalan mondar-mandir sambil memikirkan sesuatu.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, anda harus melakukan konferensi pers"
"Junho, apa tidak cara lain?"
"Tidak ada appa, satu-satunya yang bisa kita lakukan dalam waktu dekat adalah melakukan klarifikasi untuk meredakan tanggapan dari masyarakat. Saya sudah menyiapkan beberapa kalimat yang perlu anda katakan di depan awak media"
"Kau yakin bahwa cara ini tepat?"
"Iya, saya bisa jamin" Jawabnya mantap.
Akhirnya mereka bertiga berdiskusi tentang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk konferensi pers yang akan diadakan. Junho memberikan arahan-arahan pada ibu tiri sahabatnya. Ketiganya tampak serius hingga malam menjelang. Dia bagaikan otak dari semua rencana ini, sedangkan keduanya hanya menjalankan perintahnya saja.
Hingga sampailah pada hari yang ditunggu, acara konferensi pers akhirnya diadakan oleh perusahaan Kang yang sedang diterpa masalah tentang rumor buruk dari sang pemilik Jung Hani. Wanita berusia 50 tahun tersebut dikabarkan melakukan perjudian di sebuah club casino dan mengadakan pesta setelah mendiang suaminya meninggal.
Respon negatif terus bermunculan, bahkan sudah satu minggu lamanya. Tetapi berita ini belum mereda juga dan menjadi topik hangat. Tentu saja perusahaan tak tinggal diam dengan guncangan tersebut. Posisi yang semakin tersudut membuat mereka bergerak melakukan tindakan. Sebelumnya perwakilan Kang's Group telah mengumumkan akan melakukan konferensi pers dan klarifikasi terkait berita yang beredar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind - Hwangmini
RomansaKang Minhee adalah seorang anak pemilik perusahaan ternama di Korea Selatan. Dia anak yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, selama itu dia tidak pernah hidup bahagia. Minhee memiliki sifat yang dingin. Dia kehilangan penglihatannya sejak umurn...
