Yunseong saat ini terduduk di sebuah kursi dengan seseorang. Mereka berdua sedang menunggu pesanan datang.
"Bagaimana kabar mu?" tanya Mina pada Yunseong.
"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?"
"Seperti yang kau lihat, aku masih sibuk mengurus cafe ini"
"Padahal aku lihat ada banyak pelayan di sini"
"Tidak apa, aku memang ingin membantu mereka. Lagipula, aku bosan jika hanya duduk saja" ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya.
Yunseong langsung tersenyum melihatnya.
Pesanan datang dan mereka berdua mulai menyesap minuman masing-masing.
"Sudah lama kita tidak bertemu" kata Mina.
"Kau benar, mungkin sekitar 2 tahun lalu"
"Ya, saat pertama kali bertemu denganmu. Itu adalah hari yang berat untukku"
"Tapi, sekarang kau sudah tidak sedih lagi kan?"
Mina tertawa kecil.
"Tentu, semenjak kau datang hari-hariku juga banyak berubah"
Yunseong senang mendengarnya. Dia, menatap gadis tersebut dengan senyuman.
"Terimakasih Yunseong-ah. Karena berkat dirimu aku bisa bangkit lagi" ucap si gadis dengan tulus sambil memegang tangan orang yang ada di depannya.
"Sama-sama" balasnya.
Mereka berdua mengahabiskan waktu bersama sambil bercanda tawa.
Yunseong telah memasuki rumahnya, sejak tadi, dia terus tersenyum senang seakan menang undian yang berhadiah uang milyaran.
Pria itu memasuki kamarnya dan melepas coat nya lalu, digantungkan di dalam lemari miliknya.
Dia, membuka pintu balkon. Hari sudah menjelang sore, matahari sudah akan terbenam.
Saat sedang menikmati pemandangan yang ada, dia menolehkan kepalanya ke sisi kiri dan terkejut melihat seseorang yang duduk meringkuk di balkon sebelah.
"Minhee-ssi" panggilnya untuk memastikan apakah itu Minhee.
Tidak ada jawaban, seseorang tersebut masih dengan posisinya yang kakinya ditekuk dan tangannya diletakkan di atas kakinya. Kepalanya juga tertunduk sehingga tidak terlihat wajahnya.
"Minhee! Apa yang kau lakukan di situ?"
Lagi-lagi tak ada balasan darinya.
Akhirnya Yunseong memutuskan untuk menuju ke sana.
Dia, membuka pintu kamar dan berjalan ke arah balkon.
"Hey! Jangan diam saja" ujarnya yang berdiri tepat di depan Minhee.
"Jawab aku Minhee!" dia mulai kesal dan langsung mengguncang tubuh kurus itu.
Perlahan seseorang tersebut mengangkat kepalanya dan nampak wajah yang sudah memerah, mata yang membengkak. Kondisinya terlihat sangat kacau.
Melihat Minhee yang seperti itu Yunseong langsung menatapnya dengan tidak biasa.
"Ada apa denganmu?" tanya nya.
Minhee hanya terdiam. Karena kesal Yunseong langsung berdiri kembali.
"Terserah kau saja, aku sudah tidak peduli lagi" ujarnya dengan meninggalkan Minhee.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind - Hwangmini
RomanceKang Minhee adalah seorang anak pemilik perusahaan ternama di Korea Selatan. Dia anak yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, selama itu dia tidak pernah hidup bahagia. Minhee memiliki sifat yang dingin. Dia kehilangan penglihatannya sejak umurn...
