Yunseong melepas ciuman itu perlahan dengan tangannya yang masih memegang wajah Minhee.
Keduanya sama-sama terdiam dan masih bergulat dengan pikiran masing-masing.
"Y-yun/Min" ujarnya bersamaan.
Suasana canggung melanda mereka.
Yunseong memundurkan tubuhnya dan mengalihkan wajahnya ke arah lain. Sedangkan Minhee masih dengan pandangan kosongnya.
"K-kau, harus berganti pakaian. N-nanti, kita ber-bertemu lagi saat makan siang" ucap Yunseong dengan terbata. Lalu, meninggalkan tempat.
Minhee hanya duduk dengan diam dan tangannya bergerak menuju bibirnya sendiri.
'Apa itu tadi? Apa itu yang namanya ciuman?' - katanya dalam hati.
Yunseong memasuki kamarnya sendiri dan merutuki dirinya yang bertindak di luar batas seperti tadi.
: :
: :
: :
: :
Jam makan siang telah tiba, Minhee, Yunseong, serta Changwook kini makan bersama. Di bagian resto hotel. Resto ini sangat besar dan memiliki kesan yang sangat mewah. Banyak orang memakai pakaian mahal.
Suasana sangat canggung apalagi Yunseong dan Minhee terlihat kaku. Menimbulkan kecurigaan dari Changwook.
"Minhee-ssi, apa kau baik-baik saja?" Tanya nya.
"A-ah! Y-ya, aku baik-baik saja" jawab Minhee sebisanya.
"Benarkah? Kau tampak sedikit aneh. Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?"
Minhee menggeleng dengan cepat.
"T-tidak ada" jawabnya.
Yunseong hanya diam pura-pura tidak tahu.
Sedang nikmatnya menyantap makanan tiba-tiba terdengar lantunan lagu dan ada beberapa orang menari di tempat ini. Suasana menjadi lebih ramai dari sebelumnya bahkan, ada beberapa orang yang sengaja mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel.
Yunseong tidak begitu tertarik dan memilih menyantap makanannya.
Namun, Changwook terlihat cukup antusias.
"Ada apa Changwook-ssi?" Tanya Minhee yang tidak tahu.
"Entahlah min, tapi banyak orang yang mulai menari"
Lalu, di antara orang-orang menari tersebut ada sosok pria yang mendekat ke arah seorang wanita yang sedang duduk. Dia, mengajak wanita tersebut untuk berdiri dan berdansa bersama.
Tak disangka ternyata si pria menundukkan badannya dan bertumpu pada salah satu lutut kakinya.
Dia, mengeluarkan sebuah cincin dari kantong miliknya. Sang wanita terkejut melihatnya.
"Yunseong lihatlah!" Kata Changwook.
Yunseong pun langsung melihatnya.
Ia, melihat bagaimana si pria melamar kekasihnya dan kekasihnya itu menerima lamaran tersebut. Selanjutnya mereka berciuman sambil berpelukan dan diberikan tepuk tangan yang meriah oleh banyak orang di sana termasuk Changwook.
Yunseong mematung melihatnya.
'Sial! Mengapa mereka harus berciuman?!' Rutuknya dalam hati.
"Wae? Changwook? Kenapa kau bertepuk tangan?" Tanya Minhee.
"Ternyata ada seorang pria yang melamar kekasihnya. Makanya, banyak orang menari dan menyanyi. Bahkan, sekarang mereka sedang berciuman" jelasnya.
Minhee langsung menunjukkan ekspresi tegangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blind - Hwangmini
RomansaKang Minhee adalah seorang anak pemilik perusahaan ternama di Korea Selatan. Dia anak yang hidup dengan bergelimang harta. Namun, selama itu dia tidak pernah hidup bahagia. Minhee memiliki sifat yang dingin. Dia kehilangan penglihatannya sejak umurn...
